Tergerak dan Siap Duduk Sebagai Sekjen PSSI, Mantan Timnas ini Dukung Upaya Bersih-Bersih Demi Menggapai Prestasi - Olah Raga - www.indonesiana.id
x

Bob Hippy

Supartono JW

Pengamat
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Selasa, 9 Juni 2020 17:38 WIB
  • Olah Raga
  • Berita Utama
  • Tergerak dan Siap Duduk Sebagai Sekjen PSSI, Mantan Timnas ini Dukung Upaya Bersih-Bersih Demi Menggapai Prestasi

    Dibaca : 1.040 kali

    Publik sepak bola nasional, kini sudah mulai memahami, mengapa PSSI secara perlahan namun pasti, terus berbenah. Pembenahan yang kini gencar dilakukuan oleh Ketua Umum Mochamad Iriawan, pun semakin benderang bahwa setelah dalam masa 90 tahun PSSI boleh dikatakan terpuruk, maka di tangan Iriawan atau Iwan Bule, PSSI benar-benar di arahkan menuju prestasi. Karenanya, gerbong PSSI yang kini dinakodainya, benar-benar harus bersih dari para individu pengurus dan karyawan yang tidak se-visi-misi, dan tujuan.

    Penghabat dari internal

    Sejatinya, langkah berat Iwan Bule dalam upaya kebangkitan PSSI dari keterpurukan selama ini, bukanlah dari faktor ekternal PSSI, namun persolannya justru dari faktor internal. Hal ini pun sudah dimahfumi oleh segenap publik sepak bola nasional dan menjadi cerita klasik, PSSI selalu bermasalah.

    Pangkal masalah inilah yang selama ini tak dapat disentuh dan dibantu oleh publik sepak bola nasional yang sejatinya menjadi pemilik marwah sepak bola nasional. Namun, sayangnya publik sepak bola nasional, sepanjang 90 tahun berdirinya PSSI hanya benar-benar menjadi “penonton realistis”, yaitu benar-benar hanya memiliki hak sebagai penonton. Meski sepak bola nasional dapat bergulir karena dibiayai oleh “supertor.

    Sementara, apa pun yang terjadi dengan PSSI, semuanya mutlak milik voter yang hanya terdiri dari segelintir perwakilan yang jauh dari amanah publik sepak bola nasional, dan terus terlindungi oleh statuta dan menjadikan PSSI adalah sarang kepentingan dan menjadi kedaraan politik gerbong-gerbong voter dan mafia.

    Oleh karena itu, langkah “bersih-bersih” Ibul dari segala hal negatif/penghalang dan pengurus dan karyawan PSSI yang resisten, selalu menjadi ancaman tercapainya tujuan PSSI dan sepak bola nasional berprestasi, memang sangat layak didukung oleh rakyat Indonesia pada umumnya, khususnya publik pecinta sepak bola nasional.

    Langkah Ibul memang cukup berisiko, karena pihak yang memiliki kepentingan di dalam PSSI selama ini, masih mengagungkan statuta yang akan terus menjadi senjata sekaligus benteng “mereka” dalam menjatuhkan dan melengserkan (baca: kudeta) siapa saja yang coba-coba mengganggu ketentraman “kerajaan mereka”.

    Namun, apa yang kini sedang dilakukan Ibul, yakin seluruh masyarakat Indonesia akan mendukungnya, terlebih Indonesia akan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 di 2021. Upaya bersih-bersih yang sudah diawali dengan mundurnya Ratu Tisha Destria dari kursi Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI. Lalu, pelaksana tugas (Plt) pun sudah diisi oleh Yunus Nusi.

    Berikutnya, Ibul pun mengangkat dua jenderal untuk mengisi pos staf khusus jabatan baru di PSSI, yaitu Mayjen TNI (Purn.) Leonardus JP Siegers dan Mayjen TNI (Purn.) Andogo Wiradi. Langkah pasti bersih-bersih diteruskan dengan memberhentikan delapan karyawan yang berada di bawah Kesekjenan PSSI.

    Bob Hippy tergerak hati

    Di tengah langkah-langkah Ketua Umum yang pasti, dengan upaya bersih-bersih ini, ternyata ada angin segar yang langsung menjadi berita besar di media massa Indonesia dalam satu dua hari ini. Dia adalah Bob Hippy, yang ternyata tergerak hatinya melihat kondisi PSSI yang terus dilanda sengkarut.

    Kendati Bob Hippy memahami, sejak mundurnya Sekjen Ratu Tisha, upaya PSSI untuk merekrut Sekjen baru beserta jajarannya sudah mengerucut pada empat kandidat, yaitu Ahmad Syauqi Soeratno (Syauqi/ASS), Rezza Mahaputra Lubis (Rezza/RML), Aldi Karmawan (Aldi/AL), dan Budi Setiawan (Budi/BS), dan kini Plt. Sekjen dijabat Yunus Nusi.

    Atas tergeraknya hati Bob Hippy, ternyata dalam pembicaraan ringan melalui sambungan telepon dengan saya, Selasa pagi, (9/6/2020), Bob Hippy yakin dan tegas bersedia duduk menjadi Sekjen baru PSSI, meski beliau sadar dan mengukur diri dengan kondisinya yang sudah tidak lagi muda.

    Namun, kesediaan Bob untuk duduk sebagai Sekjen, jelas dalam rangka mendukung niat dan tujuan sang Ketua Umum PSSI yang benar-benar ingin mengantarkan sepak bola nasional berprestasi dan bersih-bersih itu.

    Sebelum saya berkomunikasi dengan Bob Hippy, di media massa sudah tersiar berita tentang harapan beliau kepada PSSI tentang Sekjen baru nanti. Sebab, menjadi Sekjen PSSI bukanlah pekerjaan mudah yang hanya berpatokan pada tim nasional, tetapi ada kemampuan khusus yang dimiliki oleh seorang Sekjen.

    Menurut Bob, Sekjen baru harus dari kandidat yang terbaik yang dimiliki oleh bangsa ini, khususnya yang berkecimpung di dunia sepak bola. Seorang Sekjen harus ahli dalam manajemen, paham tentang sepak bola, serta kemampuan bahasa dan komunikasi. Oleh karenanya, bila salah satu dari ketiga itu tidak dimiliki kandidat maka lebih baik jangan dipilih.

    Selain itu para kandidat pun seharusnya mengetahui kemampuan dirinya dan tidak memaksakan diri seakan menyanggupi tanggung jawab sebagai Sekjen. Keahlian manajemen akan sangat membantu PSSI dalam melaksanakan programnya sesuai dengan target. Paham tentang sepak bola berarti mengetahui pondasi sepak bola secara benar, dari grass root hingga senior.

    Sedangkan kemampuan bahasa, diartikan sebagai kemampuan berkomunikasi dengan federasi di AFC dan FIFA, serta mengkomunikasikannya dengan baik di PSSI. Sebab,  penting sekali kemampuan bahasa (komunikasi). Jangan sampai apa yang disampaikan AFC dan FIFA diubah sesampai di PSSI dengan versi sendiri akibat ketidakpahaman maksud yang disampaikan kedua federasi tersebut. Bisa sangat berbeda pengaplikasiannya, dan terjadi kesalahpahaman. Jadi informasi yang diperoleh harus tepat penyampaiannya.

    Atas apa yang diutarakan oleh Bob menyoal syarat menjadi Sekjen baru nanti, menurut saya, dalam diri seorang Bob, syarat tersebut sudah terpenuhi. Sehingga, saat saya berkomunikasi, beliau langsung mengungkapkan bahwa dirinya siap bila dipercaya untuk duduk menjadi Sekjen baru. Meski beliau juga memberikan catatan bahwa, beliau tidaklah lagi muda. Namun, bila saat nanti Bob duduk sebagai Sekjen, beliau berharap agar dapat didukung oleh orang-orang muda dari kalangan milenial dan profesional, pun mumpuni dalam berbagai perkembangan dunia terkini.

    PSSI menyambut positif, Rezza Lubis langsung siap bergabung ke PSSI

    Saat saya konfirmasi “ke pihak dalam” PSSI sendiri, keinginan Bob menjadi Sekjen baru PSSI ditanggapi dengan positif. Bahkan pihak dalam, sangat berharap Bob mampu menarik Ahmad Syauqi Soeratno (Syauqi/ASS), Rezza Mahaputra Lubis (Rezza/RML), Aldi Karmawan (Aldi/AL), dan Budi Setiawan (Budi/BS) bersamanya ke PSSI.

    Memang dalam upaya bersih-bersih dari resistensi, Iwan Bule cukup ketat dan cermat dalam menyeleksi semua kandidat. Sementara, Syauqi, Rezza, Aldi, dan Budi pun hingga saat ini masih menjadi kandidat yang paling kuat untuk menduduki jabatan Sekjen, Deputi 1, Deputi 2, dan Direktur Keuangan dan sangat berharap keempat anak muda ini bersih dari resistensi dan pengaruh dari “pihak”  gerbong yang memiliki kepentingan berseberangan dengan Iwan Bule. Demikian pula, bila Bob Hippy siap bergabung, meski tetap harus melalui proses, syarat utamanya adalah harus benar-benar se-visi-misi dan tujuan Ketua Umum PSSI saat ini.

    Rezza Lubis yang selama ini sudah masuk bidikan dan kadidat utama PSSI maupun PT LIB, namun masih ragu bergabung, saat saya konfirmasi bahwa atas niat baik dan tulus dari Bob Hippy siap bergabung dengan PSSI, Rezza tidak pikir panjang langsung menyatakan siap.

    “Kalau Pak Bob Sekjen, saya tidak pikir panjang lagi, untuk bergabung dengan PSSI. Saya siap bantu beliau untuk posisi apa pun di situ. Ada aura positif dari beliau. Dan, kombinasi tua dan muda, saya pikir akan sangat bagus. Karena yang muda juga butuh figur orang yang berpengalaman.” Ungkap Rezza, dalam sambungan telepon dengan saya, Selasa siang, (9/6/2020).

    Kembali menyoal Bob Hippy, kesiapan beliau masuk ke PSSI, jelas menjadi dukungan besar untuk cita-cita Ketua Umum PSSI yang benar-benar ingin mengantar sepak bola berprestasi. Hal ini juga setali tiga uang dengan harapan publik sepak bola nasional. Dari rangkuman opini publik sepak bola nasional, pengamat, dan praktisi sepak bola nasional di berbagai “ruang”, kini mereka semua mendukung upaya bersih-bersih Iwan Bule.

    Dengan demikian, bila benar nanti Bob Hippy yang seorang pengusaha sekaligus pernah aktif pada keorganisasian PSSI di eranya dan Publik dapat mengintip jejak Bob Hippy dalam pergulatan sepak bola nasional melalui jejak digitalnya, maka hal ini adalah sebuah harapan sekaligus dukungan untuk PSSI bergerak ke arah pasti, yaitu menuju prestasi.

    Kita lihat progres dan prosesnya. Kini, dukungan pergerakan Ketua Umum PSSI menuju PSSI yang bermartabat pun semakin nyata. Publik sangat setuju PSSI dibersihkan dari segala yang resisten. Bob Hippy pun turut mewarnai pergerakan dukungan ini. Bravo sepak bola nasional menuju prestasi. Jangan ragu, bersihkan, bersihkan!

     


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.