Setelah Jokowi, Mungkinkah Presiden RI Berikutnya dari Pemimpin Daerah? - Pilihan Editor - www.indonesiana.id
x

Ilustrasi Kepemimpinan. Pixabay.com

Rusmin Sopian

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Minggu, 14 Juni 2020 06:14 WIB

  • Pilihan Editor
  • Topik Utama
  • Setelah Jokowi, Mungkinkah Presiden RI Berikutnya dari Pemimpin Daerah?

    Jokowi akan mengakhiri tugasnya sebagai Presiden tahun 2024. Siapakah Presiden berikutnya. Apakah berasal dari para pemimpin daerah?

    Dibaca : 1.578 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Pemilihan Presiden (Pilpres) masih lama. Masih 48 bulan lagi. Masih ribuan hari yang harus dilalui. Kendati masih jauh, narasi tentang Pilpres 2024 telah menghiasi ruang publik. Menggeliat di ruang-ruang pembicaraan publik. Berbagai pemberitaan tentang kandidat pemimpin masa depan tahun 2024 terus bergulir. 

    Lembaga survey pun tak berdiam diri. Merilis survey mereka tentang siapa pemimpin bangsa (Presiden) yang akan memimpin negara ini lima tahun mendatang, setelah masa kepemimpinan Jokowi berakhir di tahun 2024.  Berbagai nama digadang-gadang. Dari mulai Ketua Umum Parpol hingga Menteri dan Mantan Menteri. Bahkan nama para pemimpin daerah pun menyeruak. Muncul sebagai kandidat pemimpin masa depan bangsa.

    Mungkinkah Presiden Indonesia setelah Jokowi berasal dari para pemimpin daerah?

    Fakta menunjukan kepada kita, Jokowi sebelum menjadi Presiden Indonesia adalah mantan Walikota Solo dan Gubernur DKI Jakarta. Prestasi Jokowi yang mampu mengeskalasi kehidupan rakyat dan dekat dengan masyarakat, menjadi salah satu barometer keunggulan Jokowi hingga mampu menduduki kursi Presiden Republik Indonesia. Jokowi tampil sebagai orang nomor satu di negeri ini.

    Di negeri ini, banyak pemimpin daerah yang berprestasi dalam memimpin daerah dan memajukan kehidupan rakyat daerahnya. Pemimpin yang amat memperhatikan denyut nadi kehidupan masayarakat yang telah mengamanahkannya jabatan sebagai pejabat daerah  bertaburan di negeri ini. Mulai dari Sabang hingga Merauke. Jabatan mereka bisa Gubernur, Bupati atau Walikota.

    Dari berbagai pemberitaan media, kita tahu dengan sepak terjang para pemimpin daerah yang diamanatkan rakyatnya untuk mensejahterakan mereka. Dari berbagai pemberitaan media, kita dapat merekam bagaimana perilaku para pemimpin daerah dalam memimpin daerah dan mensejahterakan kehidupan rakyatnya.

    Publik di negeri ini, yang berdiam dari pulau Miangas hingga Rote amat mengenal Gubernur DKI Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwal Kamil, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo hingga Walikota Surabaya Risma. Nama-nama itu amat akrab ditelinga mereka.

    Publik sangat  tahu pula, bagaimana sepak terjang mereka sebagai pemimpin daerah. Publik sangat tahu bagaimana keberpihakan mereka sebagai pemimpin daerah untuk kehidupan rakyatnya dan kesejahteraan rakyat daerahnya. Publik sangat tahu dan amat akrab dengan nama-nama itu berikut prestasi mereka sebagai pemimpin daerah. Bahkan publik pun bermimpi, pemimpin di daerahnya sekaliber nama-nama itu.

    Para pemimpin daerah itu sungguh menyadari dan amat menyadari bahwa amanah yang diamanatkan rakyat lewat bilik suara harus dikonversikan untuk kesejahteraan rakyat.  Itu sebagai bentuk rasa hormat kepada rakyat yang telah memilihnya sebagai pemimpin.

    Kesejatian seorang pemimpin dapat dilihat dari bagaimana dia sebagai seorang pemimpin mampu memartabatkan rakyat, mensejahterakan masyarakatnya dan mengharumkan nama daerahnya di ruang-ruang publik.

    Para pemimpin daerah itu sadar bahwa tanpa adanya dukungan rakyat yang memilihnya di TPS saat Pilkada, dirinya tidak akan pernah mendapatkan amanah sebagai pemimpin daerah sehingga banyak para pemimpin daerah berusaha keras dengan sekuat tenaga untuk membalas kebaikan rakyat yang telah mengamanahkannya jabatan sebagai pemimpin  dengan bekerja keras dan bekerja cerdas untuk kehidupan rakyatnya.

    Di era Presiden Soeharto, ada Gubernur yang diangkat sebagai Menteri. Yakni Gubernur Aceh Ibrahim Hasan. Sementara di era Gus Dur, mantan Gubernur DKI Jakarta Letjen. Suryadi Sudirja diangkat sebagai Mendagri. Demikian juga di era SBY, Gubernur Sumatera Barat Gunawan fauzie diamanahkan sebagai Menteri Dalam Negeri. Sebelumnya mantan Gubernur Jawa tengah, Mardiyanto pernah diamanahkan jabatan sebagai Mendagri mengganti HM. Maruf pada periode pertama SBY menjabat sebagai Presiden. Mantan Gubernur Sulawesi Utara EE Mangindaan dan Mantan Gubernur Papua Fredy Numberi diamanahkan SBY sebagai Menteri Perikanan dan Kelautan pada kepemimpinannya di periode kedua sebagai Presiden.

    Semuanya ini membuktikan kepada kita publik bahwa kwalitas kepemimpinan pemimpin daerah sangat berkwalitas dan sangat layak diandalkan serta tak diragukan kemampuannya untuk menjadi pemimpin nasional. Di masa kepemimpinan Jokowi pun, ada Menteri dari Mantan gubernur. Yakni Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

    Pada sisi lain, lompatan prestasi Jokowi yang memulai karier sebagai Walikota hingga menjadi Presiden Republik Indonesia membuka mata kita sebagai rakyat dan publik bahwa siapapun yang memiliki prestasi dalam memimpin daerahnya dan berjuang dengan tulus ikhlas untuk kehidupan rakyatnya dan kesejahteraan publik secara komprehensif, peluang untuk menjadi Presiden RI terbuka lebar. Sangat terbuka lebar.

    Menjadi Presiden RI tak hanya menjadi milik para Ketua Umum Partai  atau para elite nasional saja. Para pemimpin daerah yang berprestasi dan sangat terlihat dengan nyata dalam memajukan kehidupan rakyat memiliki peluang untuk menjadi Presiden RI. Walaupun yang memiliki wewenang untuk mencalonkan kandidat Presiden dan Wakil Presiden adalah Parpol, kita sangat percaya Parpol tak akan mau bunuh diri dengan mencalonkan kader atau anggota Partainya yang tak mendapat dukungan luas dari publik atau rakyat sebagai pemegang kekuasaan tertinggi di negeri ini.

    Wahai para pemimpin di daerah, saatnya untuk berprestasi dan memberi manfaat positif bagi rakyat ketika diberi amanah oleh rakyat. Bukan malah memanfaatkan jabatan yang diamanatkan rakyat untuk kepentingan pribadi, keluarga, golongan dan mengkhianati amanat rakyat. (Rusmin)

    Toboali, 12 Juni 2020



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.