WHO Bilang Pandemi Masuk Fase Baru dan Berbahaya, Warga Dunia Cuek - Pilihan - www.indonesiana.id
x

who

Supartono JW

Pengamat
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Minggu, 21 Juni 2020 05:53 WIB
  • Pilihan
  • Berita Utama
  • WHO Bilang Pandemi Masuk Fase Baru dan Berbahaya, Warga Dunia Cuek

    Dibaca : 749 kali

    Sejak menjadi virus yang berpandemi, sampai sekarang corona terus normal saja dalam menyerang manusia. Namun, manusianya sendiri yang membikin cerita, ada fase ini lah, gelombang itu lah, dan new normal lah. Entah apalagi nanti.

    Ironis, saat di sebagian besar negara, termasuk Indonesia, masyarakatnya mulai bosan dan lelah akibat adanya lockdown dan pembatasan sosial, justru virus corona malah semakin berkembang cepat dan pesat. Indonesia sendiri, kini hampir setiap hari mencatatkan diri jumlah korban terpapar corona rata-rata 1000an kasus.

    Berdasarkan catatan dan perkembangan ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun menyatakan pandemi virus Corona (COVID-19) global, kini justru ada dalam 'fase baru dan berbahaya'. Pasalnya virus corona menyebar semakin cepat saat orang-orang mulai lelah dengan lockdown dan pembatasan sosial.

    Dilansir dari AFP, Sabtu (20/6/2020), Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mendorong negara-negara dan warganya untuk tetap waspada tinggi, karena jumlah kasus yang dilaporkan ke Badan Kesehatan PBB ini mencapai puncak baru.

    "Pandemi semakin cepat. Lebih dari 150 ribu kasus baru Covid-19 dilaporkan ke WHO pada Jumat. Dan ini adalah jumlah paling banyak dalam satu hari sejauh ini," sebut Tedros dalam konferensi pers virtual pada Jumat (19/6/2020) waktu setempat.

    Dalam laporan disebutkan bahwa hampir separuh dari kasus baru itu berasal dari kawasan Amerika, Asia Selatan, dan Timur Tengah yang menyumbang angka besar. Karena itu, kini dunia ada dalam fase baru dan berbahaya. Banyak orang dipahami sudah bosan dengan berada di dalam rumah. Negara-negara dipahami sangat bersemangat untuk membuka masyarakat dan perekonomian seperti dikatakan oleh Tedros.

    Saat kondisi sudah sangat membosankan bagi masyarakat, tetapi virus justru masih menyebar cepat. Masih mematikan dan kebanyakan masih rentan.

    Berdasarkan catatan data dari John Hopkins University, total kasus virus Corona secara global telah melebihi 8,6 juta kasus dan total kematian akibat virus Corona di berbagai negara, kini melebihi 459 ribu orang.

    Sementara Direktur Urusan Darurat WHO, Mike Ryan, memperingatkan bahwa negara-negara perlu mewaspadai gelombang kedua penularan dan puncak kedua dalam gelombang pertama yang belum kunjung usai.

    Mengapa jumlah kasus, kini malah bertambah cepat? Beberapa menjadi penyebab. Di antaranya adanya peningkatan kemampuan tes. Atas kondisi ini, bahwa WHO malah menyebut pandemi corona dalam 'fase baru dan berbahaya', apakah akan berpengaruh kepada sikap masyarakat dunia untuk lebih menjaga diri? Sebab, mereka justru sudah merasa jenuh dan bosan di dalam rumah?

    Image konspirasi sangat kuat

    Bila WHO menyebut kini kondisi corona dalam status "fase baru dan berbahaya", yang menjadi pertanyaan, apakah masyarakat dunia akan percaya dan mengindahkan peringatannya?

    Persoalannya, selama ini masyarakat dunia juga sudah diserang virus yang lebih menancap di otak (image) bahwa corona hanyalah sebuah rekayasa dan konspirasi, di mana WHO juga dianggap sebagai salah satu dalangnya.

    Jadi, dengan pengungkapan status baru oleh WHO apakah masyarakat dunia akan kembali tergerak hatinya untuk lebih berhati-hati? Atau malah akan tambah tak acuh dan cuek?

    Bagaimana dengan masyarakat Indonesia? Padahal kini dalam setiap hari kasus terus bertambah rata-rata 1000an lebih.

    Ternyata, dalam berbagai tayangan berita baik di televisi maupun media massa, pun dalam kehidupan sehari-hari di berbagai lingkungan masyarakat kita, masyarakat justru semakin abai dan cuek.

    Kabar kasus update corona setiap hari dari Gugus Tugas Covid-19 pun bukan lagi menjadi berita menarik yang ditunggu-tunggu.

    Meski faktanya, seperti apa yang diungkap oleh WHO, corona masih pesat dan cepat menyerang. Jadi, saya malah menyebutnya tidak ada fase-fase-an. Sejak corona menjadi pandemi di dunia, hingga sekarang kondisinya masih normal saja. Menyerang dan menyerang terus.

    Mau dunia dan WHO atau Indonesia menyebut ada gelombang satu, fase, new normal dll, tetap saja, "corona terus normal" hingga sekarang.

     


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.