Evaluasi Belajar dari Rumah Selama 3 Bulan - Analisa - www.indonesiana.id
x

Ilustrasi siswa belajar di rumah. Foto: Tulus Wijanarko

Citra Cita

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 23 Januari 2020

Minggu, 28 Juni 2020 11:10 WIB
  • Analisa
  • Berita Utama
  • Evaluasi Belajar dari Rumah Selama 3 Bulan

    Dibaca : 251 kali

    Akhirnya Mendikbud Nadiem Makarim tetapkan pola pembelajaran masih jarak jauh bagi murid dan guru untuk tahun ajaran baru 2020/2021. Karena Indonesia masih mengalami pandemi virus Covid-19.

    Ada 94% sekolah di wilayah Indonesia yang belum boleh melakukan aktivitas belajar tatap muka. Hanya 6% di zona hijau dapat saja belajar tatap muka. Itu pun syaratnya ketat. Satu saja syarat tak terpenuhi, sekolah tetap dilaran lakukan belajar tatap muka.

    Belajar tetap jarah jauh bagi murid dan guru di tahun ajaran baru. Semua demi keselamatan kesehatan anak-anak Indonesia, guru dan orang tua murid. Itu penting. Di situ kuncinya. Keselamatan diri dan kesehatan murid, guru dan orang tua.

    Makanya jangan mengeluh. Ketimbang fisik dan kesehatan anak-anak murid, guru dan orang tua terancam oleh virus Covid-19. Cuma ingin memaksa belajar seperti biasa: tatap muka di sekolah.

    Beralasan sulit, ribet, rumit, susah, bingung, gara-gara sementara belajar jarak jauh. Yang telah 3 bulan lalu juga diterapkan --sebab awal pandemi.
     Jadi sebetulnya sudah tidak perlu terkejut lagi --para orang tua murid dan guru-- bila Nadiem kembali menetapkan belajar jarak jauh.

    Kan sejak 3 bulan lalu juga sudah dilakukan. Sudah diberlakukan. Bukan baru sekarang. Sebetulnya jangan kaget serta mengeluh lagi. Semua kembali ke kreativitas dan inovasi guru (pihak sekolah) saja bagaimana menyusun strategi belajar jarak jauh. Termasuk bantuan bimbingan dari orang tua.

    Bagaimana guru mengemas cara belajar jarak jauh yang efektif ke muridnya. Kiranya; 3 bulan sebelumnya sudah punya bekal pengalaman. Tak kaget lagi.
    Toh, lagi pula Nadiem sudah berupaya agar belajar jarak jauh selama pandemi berlangsung maksimal. Meminimalisir kendala.

    Sejak 3 bulan lalu Nadiem menggandeng TVRI. Menyediakan siaran belajar dari rumah. Nadiem juga sudah menghimpun seluruh materi dari berbagai platform belajar online yang bisa diunggah di laman Kemdikbud.

    Ada juga platform online rumah belajar milik Kemdikbud. Bahkan telah hadir sebelum Nadiem dipilih jadi Mendikbud. Itu bisa dimanfaatkan.

    Dana BOS juga diizinkan Nadiem dipakai pihak sekolah untuk mendukung pelaksanaan belajar jarak jauh --beli pulsa data atau biaya berlangganan platform belajar online jika diperlukan.

    Seharusnya tidak lagi mengeluh. Dengan putusan belajar jarak jauh lagi untuk tahun ajaran baru 2020/2021. Sejak 3 bulan lalu selayaknya telah terbiasa. Perangkat pendukungnya pun tersedia --yang sejak 3 bulan lalu.

    Mengeluh bukan mendidik. Menggerutu tidak mencerdaskan anak-anak Indonesia.

    Jika semua --murid, guru, orang tua-- punya inovasi, berpikir kreatif dan selalu semangat, mampu adaptasi, maka belajar jarak jauh adalah kebaikan untuk masa depan.

    Seperti pesan Nadiem pada Hardiknas 2020: belajar dari Covid-19. Belajar supaya tetap menjaga keselamatan diri dan kesehatan. Belajar untuk tidak putus asa dengan situasi apa pun.*

     


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.