Pemuda Penggerak Arah Perubahan - Analisa - www.indonesiana.id
x

rakyat dan pemimpin

sura din

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 25 April 2020

Senin, 29 Juni 2020 15:42 WIB
  • Analisa
  • Berita Utama
  • Pemuda Penggerak Arah Perubahan

    Dibaca : 346 kali

     

    TIDAK bisa sangkal sejarah perjuangan suatu negara, terlebih negara yang pernah menjadi bekas jajahan kolonialisme dan imperialis Eropa, memiliki peran pemuda yang progresif dan revolusioner. Mereka menjadi garda terdepan dalam perubahan tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara suatu negara. Sensitivitas serta sikap responsif telah menggerakkan naluri golongan muda untuk berbuat sesuatu, terlebih ketika rakyat menjadi budak bagi suatu sistem dan rezim. Hal ini kita bisa membuka lembaran sejarah semua negara-negara dunia ketiga.

    Hal yang sama, dalam sejarah bangsa yang kini di kenal dengan sebutan Indonesia ini. Sebelum kemerdekaan yang dikumandankan pada tahun 1945, pemuda telah mengambil peran yang sangat vital dalam perjuangan. Mereka menggunakan berbagai wadah pergerakan, baik membentuk organisasi maupun aktif menulis di media sebagai alat propaganda. Pemuda revolusioner ini, melakukan koordinasi, konsolidasi, memetakan arah perjuangan dan mendasarkan perlawanan dengan ideologi yang jelas.

    Nama-nama sekaliber Soekarno, Tan Malaka, Muh. Hatta, menghiasai lembar sejarah bangsa kita, atas dedikasi dan perjuangan yang penuh pengorbanan. Mereka menepikan hidup mewah, makan yang enak, dan mencari ketenaran untuk nama pribadi. Bergumul dan berkubang dengan rakyat memberikan spirit perjuangan yang meraka gelorakan. Perjuangan yang melelahkan itu, ternyata tidak sia-sia. Mengumandangkan kemerdekaan di masa transisi kekalahan fasis Jepang di perang dunia II, dengan upaya kembalinya kolonialisme Belanda, merupakan langkah yang berani. Pemuda revolusioner tidak bergeming sedikit pun, karena mereka yakin dengan bersama rakyat yang menjadi benteng yang kokoh dan tidak mudah dirobohkan oleh keangkuhan imperialisme Belanda, Indonesia pasti bisa dipertahankan.

    Keyakinan itu telah membawa Indonesia menjadi negeri yang berdaulat hingga kini. Eksistensi-nya teruji dengan beragam masalah yang di lalui-Nya. Namun, sepanjang itu pula kontribusi pemuda tetap memainkan peran yang vital dalam menjaga eksistensi bangsa dan negara. Idealisme pemuda tidak hanya menghantam angkuh-nya kolonialisme bangsa Eropa, tetapi juga menerjang kokohnya benteng rezim otoritarian Orde Baru yang nota bene kekuasaan anak negeri sendiri.

    Kini, peran pemuda mulai dipertanyakan. Mulai dicubit, dikagetkan akan eksistensi perjuangan-nya terhadap nasib rakyat yang termarginalkan. Apakah mereka masih di lenakan oleh eforia rekam jejak perjuangan pemuda masa lalu, atau telah menggadaikan idealisme kepada kapitalisme yang suka menghisap. Sebab sebagian pemuda yang dulu bersuara lantang merobohkan keangkuhan Orde Baru, kini telah duduk manis diberbagai level jabatan. Namun, harapan untuk Indonesia maju, nampaknya masih menjadi mimpi di siang bolong.

    Tapi, di warung-warung kopi dan kampus, yang merupakan basis embrio idealisme masih ada riak-riak-nya. Kelompok pemuda di level ini masih merawat dan mengawetkan semangat perjuangan dengan basis massa yang tidak seberapa. Tapi sejarah telah menguatkan mereka, bahkan perjuangan akan perubahan ke ranah yang lebih baik bagi tatanan kehidupan masyarakat di mulai dari hal-hal kecil yang nantinya menunjukkan tajih-nya dalam gelombang yang besar.

    Sejarah bangsa ini, tidak kekurangan stok pemuda yang punya visi perjuangan untuk kemaslahatan umat. Pemuda-pemuda hebat ini mampu membaca arah zaman, lalu menentukan sikap untuk mewujudkan-nya, walaupun mengetahui ada banyak gelombang besar yang sewaktu-waktu akan menelan-nya. Namun, keyakinan telah menuntun setapak demi setapak langkah mereka, untuk menggapainya. Dan untuk hal itu sangat menarik sejarah apa yang akan mereka torehkan bagi bangsa ini di masa mendatang.

     


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.