Logika Metafisik dan Akal Matematis - Analisa - www.indonesiana.id
x

Syaiful M.Magahtsri

Bunk Ham94 Bunk Ham94

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 4 hari lalu

3 hari lalu
  • Analisa
  • Berita Utama
  • Logika Metafisik dan Akal Matematis

    Dibaca : 203 kali

    Manusia tidak menyadari bahwa dibalik nalar mengandung konflik yang di bawah dimensi lain. Setiap rangsangan, hasrat, dan dorongan untuk memicu perselisihan dan pertentangan “hidup dalam peran akal”. Sadar atau tidak, kendati demikian tetap terjadi. Kenapa? Karena, soal Tuhan dan agama bagi kita tidak pernah selesai dalam urusan manusia.

    Sementara soal sains, alam, dan filsafat mengalami kemajuan terhadap intuisi penalaran manusia. Rumus agama, dan akal kalau kita definisikan sebagai matematik, maka standar kebenaran bersifat statis, tetapi kalau diujikan dengan logika metafisik, extensi kemutlakan kebenaran melampui batas.

    Tidak ada tolak ukur yang bisa memastikan berapa standar iman, keyakinan, dan mutualitas kecerdasan dan kejeniusan pikiran manusia. Semuanya ada, namun yang memicu atas kebodohan, dan kecerdasan manusia adalah volume akal yang mematikan hasrat, dan perasaan.

    Socrates, seorang filsuf Yunani kuno, meminum racun bukan karena kebodohan yang membasmi kecerdasan atas kekolotan akal, dan logika matematis, tetapi kelumpuhan hasrat, dan energi yang menghidupkan jiwa.

    Socrates, jenuis melihat racun itu bisa membunuh, dan mematikan sel-sel yang hidup dalam organ tubuh manusia. Namun, kenapa dasar penalaran akal dan kesakralan manusia itu, begitu kejam membasminya?

    Salah satu keputusan akhir bagi dia adalah kesatuan entitas akal, dan kerohanian atas kelumpuhan logika. Manusia cerdas, jenius, logis dan rasionalis itu adalah simbiosis akal yang memecahkan soal matetatis, berbeda dengan manusia metafisik.

    Sebab, tidak ada yang bisa melihat Tuhan, dan kedalaman perasaan, hati dan cinta seorang manusia. Meskipun Rabiatul Al-adawiyah yang begitu cinta, dan peka pada jiwa, akal, dan kedalaman hatinya, namun tetap tidak akan mampu menebus ke dalam penampakan wajah Tuhan. Seperti yang ia potrekan dalam puisinya.

    “Tuhan bila aku cinta berharap,karena ingin akan surgamu maka tutupkanlah pintu itu, dan bila aku cinta karena takut akan neraka mu, maka bakarlah aku dengan api nerakamu, namun bila aku cinta karena tulus akan kesucianmu, maka bukalah tirai wajahmu hingga aku bisa menatapinya”.

    Logika itu yang kemudian hidup dalam entitas metafisik. Sesuatu yang abstrak bisa dilihat, dirasa, dan dimaknai, bila perasaan, cinta, dan kemurnian jiwa dihidupkan oleh logika.

    Abu Hamid Muhammad al-Gazhali sebelum berangkat ke Baghdad, ia menulis Tahafut Al-Falasifah (kerancuan filsafat-1095), sebuah karya yang mengkaji tentang soal hubungan agama Islam dan filsafat. Ia menganalisis bahwa kendati akal tidak pernah membangun premis sendiri, sebab akal hidup dan berada di bawah pengetahuan intuitif (Gnosis).

    Meskipun Corbin (1964: 254) berargumen, untuk memahami dan memaknai dari segala sesuatu itu, terlepas dari kacamata indrawi harus berdasarkan objek material. Namun kejernihan pikiran dan kemurnian jiwa manusia merangsang bentuk-bentuk yang dapat dimengerti langsung dari intuitif metafisik (Agama dan tuhan).

    Hal demikian ini, yang membuat logika metafisik dan akal matematis, bagi Rabiatul Al-Adawiyah hidup dalam kegelisahan yang tinggi dan kedalaman cinta yang utuh. Karena bagi dia, dunia hanyalah kediaman yang meruntuhkan sesaat, sementara akhirat adalah keabdian yang hakiki.

    Al-Ghazali tetap bersikukuh untuk memadukan soal tindakan dan pengetahuan, karena bagi dia untuk memahami salah dan benar serta dekat dan jauh antara surga, neraka, ilmu, Tuhan, dan agama harus berdasarkan akal yang rasio, dan kebatinan jiwa yang suci.

    Melalui tindakan bahwa pengetahuan, dan etika akan sampai pada hirarki kebenaran. Karena bagi Hamka kebajikan moral, ketinggian ilmu, dan kecerdasan intelektual adalah kebaikan tertinggi. Manusia tidak sadar, peran akal, wahyu, dan logika sains itu energi yang menghidupkan yang mati.Tujuh ribu tahun yang lalu, sejarah memberikan bukti bahwa Yesus Kristus atau Isya Al-Masih bisa menghidupkan orang yang mati, menyembuhkan orang yang sakit, buta, tuli atau yang lainya.

    Kalaudi analisa, dan digambarkan secara rasional peristiwa spetakuler itu. Tentu, sesuatu hal tidak akan diterima oleh akal dan logika sains. Sebab kalau dibuktikan secara empiris, kebenaran logika metafisik bersifat lemah, karena hadirnya wahyu-atas muhzizat yang diberikan Tuhan, maka wanita perawan tanpa suamipun bisa punya anak.

    Mungkin manusia akan bertanya, kenapa hal di luar kemampuan manusia lain memungkinkan bisa terjadi?

    Karena potensi nalar dan intusi alam bawah sadar kita dialiri, dan dihidupi oleh logika sains dan akal metafisik. Fragmen freud menulis buku tentang Consciousness and Unsciousness, berasumsi bahwa manusia pada hakikatnya dikendalikan oleh alam bawah sadarnya.

    Yang membuat pikiran dan intuitif aktif adalah simbiosis akal dengan logika metafisik (wahyu). Maurice Bucaille, seorang Dr asal Prancis dalam bukunya Le Bible La quran at La Sains (2010) yang menganalisis tentang bibel, quran, dan sains modern berargumen sangat mustahil bagi Muhammad yang hidup pada abad 15 tahun yang lalu, mampu menulis dengan baik tentang keajaiban dan peristiwa Firaun dan Musa di abad 7 M.

    Karena kalau itu bukan atas wahyu dan ijin Tuhan atas pengaruh dan kesatuan intuisi yang hidup dibawah alam sadar. Sungguh tidak rasional logika metafisik mampu dikonsumsi dengan baik oleh Muhammad.

    Hal demikian itu, kalau diuji dengan sains modern, maka keilmiahan Al-Qur'an dan pengetahuan bisa memperbaiki wahyu dan kitab-kitab sebelumnya.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.







    Oleh: Salsabila Zulfani

    1 hari lalu

    Covid-19, Membuat Tugas Auditor Menjadi Sulit?

    Dibaca : 112 kali

    Covid 19 adalah virus yang menyerang sisem pernapasan. Virus corona dapat menyebabkan gangguan ringan pada sistem pernapasan, infeksi paru-paru berat hingga kematian. Pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan cepat dan telah menyebar ke seluruh dunia termasuk Indonesia. Hampir setiap hari ribuan bahkan ratusan korban infeksi virus corona meregang nyawa. Perekonomian negara terganggu bahkan banyak perusahaan yang harus mengurangi pegawai supaya tidak bangkrut. Dampak Covid 19 ini memang cukup banyak bagi negara terdampak. Lalu bagaimana dengan negara Indonesia?. Indonesia sudah berusaha sedemikian rupa untuk mencegah penularan virus Covid 19 ini,hingga pemerintah menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB ). Bekerja dan belajar dari rumah, hal ini mungkin tidak terlalu sulit sebab teknologi yang semakin canggih di masa sekarang ini. Lalu bagaimana dengan profesi yang harus bekerja turun lapang atau outdoor? Auditor misalnya?. Auditor harus menyambangi perusahaan klien sehingga dapat dengan mudah mengamati sistem pada perusahaan klien. Mengamati bagaimana SOP atau bagan alur setiap kegiatan perusahaan, seperti penjualan, pembelian dan aliran kasnya. Bagaimana auditor harus bekerja dari jarak jauh?. Strategi bagi auditor yang harus bekerja jarak jauh meliputi perencanaan audit, pemeriksaan/pengkajian dokumen, kerja lapangan/melakukan pengamatan, wawancara terhadap pihak yang terkait, dan pertemuan penutupan. Berikut penjelasan singkatnya. Perencanaan Perencanaan audit merupakan hal yang sangat penting di setiap pengauditan. Namun hal ini akan sulit jika pihak klien ada di lokasi yang jauh ataupun sulit terjangkau ( terpencil ). Sementara tahap perencanaan audit ini harus dibahas dengan klien. Informasi yang dapat dibahas dalam tahap ini adalah ruang lingkup perusahaan serta perncanaan jadwal kapan kegiatan audit akan di mulai, tak lupa memberi informasi kepada klien mengenai keterbatasan perihal proses kegiatan audit jarak jauh ini. Serta info apa saja yang akan dibagikan dan dengan tunjangan media atau teknologi apa yang digunakan. Berdasarkan kebutuhan diatas, auditor dapat menghabiskan waktu dua kali lebih banyak guna membahas perencanaan ini. Teknologi yang dapat digunakan dalam hal ini seperti vidio conference dan powerPoint untuk menyampaikan informasi/materi atau dapat menggunakan panduan visual lainnya. Pemeriksaan/Pengkajian Dokumen Pemeriksaan/pengkajian dokumen dari jarak jauh akan memakan waktu cukup banyak serta tak luput dari keterbatasan. Dalam hal ini auditor harus mampu menerima dokumen dalam bentuk/format apapun yang paling mudah diperoleh oleh klien sehingga dapat meminimalisir beban yang ada. Pertimbangan terkait aksesibilitas sistem file digital yang digunakan klien untuk menyimpan rekaman catatan tersebut harus diberikan. Pertimbangan strategi audit yang baik dan tepat juga harus dipikirkan oleh auditor untuk pemeriksaan ataupun pengkajian dokumen, pengambilan sampel dapat menjadi alternatif terbaik. Tergantung pada jumlah rekaman catatan yang ada. Terlepas apakah auditor memeriksa semua atau sebagian dari data yang tersedia. Tidak seperti pemeriksaan/pengkajian rekaman catatan di lokasi, pemeriksaan/pengkajian dokumen dari jarak jauh biasanya tidak memungkinkan untuk memberikan pertanyaan langsung pada saat yang sama. Auditor harus mencatat ataupun menulis hal-hal yang patut dipertanyakan pada klien saat melakukan proses pemeriksaan/pengkajian dokumen, dan dapat ditanyakan saat wawancara jarak jauh. Kerja Lapangan/Pengamatan Hal ini mungkin akan menjadi hal yang cukup sulit bagi audit jarak jauh, pasalnya hal ini biasanya dilakukan dengan menyambangi perusahaan klien. Salah satu cara yang dapat digunakan adalah dengan menggunakan vidio conference ataupun livestreaming. Walaupun tidak terlepas dari kendala-kendala yang ada seperti ketersediaan Wi-Fi, lokasi kerja klien yang berada di tempat terpencil dan kebisingan yang mungkin akan mengganggu proses audit ini. Tidak banyak manfaat yang dapat diperoleh dengan melakukan observasi jarak jauh. Sebab penayangan vidio hanya pada satu titik dan auditor akan kesulitan untuk melakukan pengamatan. Alternatif lain yang dapat diambil adalah dengan foto digital yang dapat diambil dari smartphone milik klien ataupun milik perusahaan. Hal ini dapat menimalisir kendala jaringan yang tidak memungkinkan melakukan vidio conference. Dari hasil pengamatan, audit dapat membuat catatan dan menyiapkan pertanyaan. Wawancara Terhadap Pihak yang Terkait Dalam hal ini mungkin tidak jauh beda dengan wawancara langsung, hanya perlu media penghubung seperti panggilan vidio ataupun semacamnya misalnya Google Meet, Skype dan Zoom. Auditor perlu melakukan perencanaan wawancara seperti berapa lama waktu yang diperlukan dan kepada siapa saja pihak yang perlu diwawancarai. Misalnya dengan penanggung jawab kegiatan, pemegang keluar dan masuknya kas ( kasir ), bagian gudang, penerimaan barang, dan personil lain yang bertanggung jawab dalam mendukung fokus audit. Persiapan wawancara jarak jauh membutuhkan waktu tambahan bagi auditor, serta auditor harus siap dengan daftar pertanyaan dan hal-hal terkait informasi tambahan apa saja yang dibutuhkan berdasarkan pengamatan yang dilakukan sebelumnya. Keterbatasan wawancara jarak jauh ini juga dapat terjadi ketika personil yang diwawancarai merasa canggung, gugup atau tidak nyaman dengan panggilan vidio oleh sebab itu, pemilihan kata dan penempatan intonasi yang bagus dan tepat akan dapat membuat wawancara menjadi tidak tegang. Pertemuan Penutupan Pertemuan penutupan audit jarak jauh memiliki konsep yang sama dengan pertemuan penutupan secara langsung, mungkin memang memerlukan media penghubung. Penjadwalan penutupan ini harus dipertimbangkan oleh auditor, minimal dua hari setelah melakukan wawancara. Sehingga auditor dapat mengkaji kembali catatannya dan menyusun rancangan awal hasil audit. Pertemuan penutupan ini dimaksudkan untuk mrmpresentasikan rancangan awal hasil audit kepada klien, menyelesaikan pertanyaan/permasalahan serta melakukan pembahasan lebih lanjut untuk hasil final audit, yaitu opini dari auditor. Kesimpulan yang dapat di ambil ialah penggunaan teknologi secara praktis. Inovasi dan transformasi teknologi menjadi fokus bisnis serta progam audit di seluruh dunia. Saat ini adalah saat yang tepat untuk mengkomunikasikan lebih lanjut mengenai proses audit jarak jauh. Terdapat beberapa teknologi berkembang yang dapat menunjang kegiatan tersebut antara lain vidio livestreaming, Virtual Reality ( VR ), pesawat tak berawak ( drone ) dan lainnya. Namun semua teknologi pastilah diperlukan biaya tambahan yang mungkin malah mengakibatkan auditor merugi. Jadi pilihlah teknologi yang sesuai dengan bayaran yang diterima. Proses audit jarak jauh bukanlah satu-satunya solusi yang tepat untuk semua masalah. Hal ini bukan pula sebagai pengganti pelaksanaan audit secara langsung. Namun sebagai bagian dari alternatif yang dapat dilakukan di masa pandemi ini.