Cerita Bahagia Saat Pandemi Corona di Yogyakarta - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

Desweet Danang Nurcahaya

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 30 Juni 2020

Selasa, 30 Juni 2020 17:43 WIB
  • Peristiwa
  • Berita Utama
  • Cerita Bahagia Saat Pandemi Corona di Yogyakarta

    Dibaca : 186 kali

    Setelah berbulan bulan wabah corona ini melanda di dunia, Indonesia akhirnya menerapkan new normal. New normal sangat cukup membantu karena kita boleh melakukan hal keseharian seperti biasa tetapi harus mengikuti sesuai aturan yang di tetapkan. Semakin parahnya wabah ini membuat ekonomi banyak orang bermasalah. Karena berbagai macam alasan dari di PHK dan di batasinya kegiatan sehari-hari pedagang, rumah makan, petani dan lainnya.

    Tetapi banyak warga yang masih menghiraukan himbauan pemerintah. Agar wabah ini cepat berakhir, kita harus mengikuti aturan pemerintah, keluar pakai masker, jaga kesehatan dan kebersihan, serta hindari keramaian.

    Sebagai salah satu mahasiswa Jogja saya selalu mengikuti kata pemerintah. Saya tidak pulang ke kampung halaman saya. Keluar menggunakan masker dan menghindari keramaian. Di tengah pandemi corona yang saat sudah ditetapkan new normal, saya memiliki cerita yang cukup bahagia.

    Saat pandemi ini sebelum new normal terjadi serta di tetapkannya kuliah online yang bisa dilaksanakan dari rumah saja hingga saat ini, ini adalah sesuatu yang membahagiakan. Karena saya bisa menghabiskan waktu istirahat di kos lebih banyak serta uang yang biasanya terpakai untuk kegiatan kuliah dan nongkrong, sekarang sepenuhnya hanya untuk perbaikan gizi saya dan orang tua pun memberikan perhatian lebih kepada saya saat ini.

    Di situasi new normal saat ini sungguh banyak membantu para pekerja lapangan karena tetap bisa keluar dan bekerja tetapi harus mengikuti aturan yang ada. Walaupun saya telah lima bulan penuh tidak pulang ke kampung halaman selama pandemi ini, yah kalau sudah dihitung dari sebelum pandemi saya sudah 1 tahun lebih tidak pulang, saya tetap cukup bahagia.

    Meskipun begitu saya bisa lebih lama menyendiri di kos. Seperti yang memang di tetapkan oleh pemerintah (Self-Qurantine), tapi rasa rindu kepada orang tua pastinya selalu ada. Nah, terlepas dari rindu, self-quaranrtine memang cocok bagi saya yang dimana suka menyendiri dan cukup suka menghindari peradaban dari luar serta menghabiskan waktu aktivitas di rumah. Yah, walaupun saya suka menyendiri tetapi saya memiliki teman yang cukup banyak, bisa di bilang saya adalah seorang Ambievert.

    Selama di jogja juga saya memperhatikan perkembangan dari wabah corona dimana di jogja selama new normal ini semakin membaik, banyak orang yang sembuh dan makin berkurangnya penularan. Berbeda di kota lain yang masih tinggi tingkat penyebarannya. Karena corona ini semua aktifitas kita di batasi, kita merindukan berkumpul bersama teman, mengerjakan tugas bersama, keliling jogja, hunting foto bareng, berangkat kuliah terlambat, dan masih banyak hal yang kita rindukan.

    Semoga saja setelah normal baru, wabah ini cepat berakhir dan kita bisa beraktifitas seperti biasanya dan melakukan hal gila yang belum kita lakukan. Yah, untuk sekarang kita cukup untuk membayangkannya saja.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.