Mendongkrak Perekonomian Warga Ngebruk Melalui Batik Jumputan - Pilihan - www.indonesiana.id
x

Krisma Cahya

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 22 Juni 2020

Kamis, 2 Juli 2020 10:32 WIB
  • Pilihan
  • Berita Utama
  • Mendongkrak Perekonomian Warga Ngebruk Melalui Batik Jumputan

    Dibaca : 360 kali

    Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Malang tahun 2020, mengadakan kegiatan pelatihan pembuatan batik jumput serta cara pemasarannya kepada masyarakat desa Ngebruk, kecamatan Sumber Pucung, Malang. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan penghasilan masyarakat di tengah menurunnya penghasilan mereka karena pandemi covid-19.

    Produksi kerajinan batik jumput bisa menjadi salah satu alternatif untuk membantu meningkatkan penghasilan masyarakat di masa pandemi. Karena tak sedikit masyarakat yang terkena PHK ataupun penghasilan menurun dimasa pandemi ini, tak terkecuali warga di desa Ngebruk, kecamatan Sumber Pucung, kabupaten Malang.

    Salah seorang warga mengungkapkan bahwa selama masa pendemi Covid-19 ini pendapatannya turun sebesar 50%, Ismail (38 tahun) yang berprofesi sebagai ojek online mengaku sepi orderan semenjak adanya wabah Covid-19 ini, kemudian dengan adaya kegiatan pelatihan pembuatan batik jumput ini Ismail berharap punya alternatif ketrampilan yang bisa menambah penghasilan di tengah sepinya orderan.

    Kegiatan pelatihan pembuatan batik jumput dilaksanakan pada 26 Juni 2020, bertempat di aula balai desa Ngebruk, kecamatan Sumber Pucung, kabupaten Malang. Kegiatan pelatihan ini mendapat antusias sangat baik oleh masyarakat sehingga cukup banyak diikuti masyarakat dari beragam profesi dan usia, dengan total peserta sebanyak 24 orang.  Kegiatan pelatihan pembuatan batik jumput yang diikuti masyarakat  berlangsung dari jam 08.00 pagi hingga jam 13.00. Adapun isi pada kegiatan ini meliputi cara pembuatan batik jumputan dan cara promosi atau pemasaran.

    Bahan yang dibutuhkan untuk membuat batik jumput yaitu, kain sebagai bahan dasar, jenis kain yang dipakai yaitu kain mori prima, kain blaco, atau primissima, pewarna, air, garam, cuka. Sedangkan alat yang digunakan adalah kelereng, batu atau uang koin, Karet gelang, kompor, panci, sendok, dan ember. Cara pembuatannya yaitu dengan cara membentuk pola lingkaran dari batu ataupun kelereng yang diletakkan didalam kain kemudian diikat menggunakan karet gelang. Selanjutnya, kain dicelupkan pada pewarna yang sudah disediakan.

    Foto Hasil Batik Jumputan

    Seluruh peserta yang mengikuti kegiatan tersebut tampak begitu antusias. Selain diberi pelatihan berupa pembuatan batik jumputan, peserta juga diberi pelatihan berupa cara pemasaran produk melalui platform media sosial dan online shop. Dengan begitu, peserta diharapkan dapat memasarkan hasil kerajinan batik jumput yang telah mereka buat, sehingga mereka dapat memiliki alternatif penghasilan yang dapat dilakukan dari rumah.

    Kegiatan pelatihan ini juga didokumentasikan dalam bentuk video agar masyarakat yang tidak sempat mengikuti acara dan ingin belajar tentang cara pembuatan batik jumput dapat mempelajarinya dikemudian hari melalui video yang diberikan kepada pihak desa. KKN Desa Ngebruk juga memberikan VCD berisi tatacara pembuatan dan pemasaran batik jumput. Peserta mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.