Media Edukatif Anak Usia Dini Solusi Hilangkan Kejenuhan di Masa Pandemi Inovasi Mahasiswa KKN UM Desa Permanu - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

Dokumentasi di atas adalah Kegiatan Pemberian Media Edukatif Anak Usia Dini di Masa Pandemi kepada Guru RA pada tanggal 23 Juni 2020.

Antoni Bagas

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 6 Juli 2020

Selasa, 7 Juli 2020 17:09 WIB

  • Peristiwa
  • Topik Utama
  • Media Edukatif Anak Usia Dini Solusi Hilangkan Kejenuhan di Masa Pandemi Inovasi Mahasiswa KKN UM Desa Permanu

    Mahasiswa KKN UM Desa Permanu berikan Media Edukatif Anak Usia Dini dan Buku Panduan sebagai Solusi Hilangkan Kejenuhan AUD di Masa Pandemi.

    Dibaca : 611 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Malang - Permasalahan yang diakibatkan oleh pandemi Covid-19 sangat beragam salah satunya di bidang Pendidikan dan pembelajaran. Dalam menerapkan pembelajaran dan membantu pendidik selama pandemi Covid-19, mahasiswa KKN UM 2020 membuat dan mengimplementasikan media permainan edukatif bagi anak usia dini di RA Riyadlotul Uqul, Desa Permanu, Selasa (23/6).

    Media tersebut berupa permainan botol estafet, permainan boneka tangan, dan video animasi pembelajaran. Kegiatan pertama yang dilakukan adalah menonton video animasi pembelajaran yang dipandu oleh mahasiswa KKN UM. Kemudian kegiatan yang kedua adalah bermain botol estafet oleh seluruh siswa secara bergantian. Kemudian yang terakhir adalah kegiatan bermain boneka tangan yang dimainkan oleh siswa dengan cara bermain peran sesuai kebiasaannya.

    Dokumentasi Bersama Siswa Sesudah Implementasi Media Permainan Edukatif (boneka tangan)

    “Dalam kegiatan tersebut, kami menyerahkan media edukatif anak usia dini kepada guru RA, dan kami pun langsung mengimplementasikan dengan bantuan guru tersebut, begitu bersyukurnya kami karena siswa RA sangat berantusias dalam bermain dan belajar," ujar Emil selaku penanggungjawab program kerja tersebut.

    Adapun dalam pengimplementasian media edukatif ini sangat bermanfaat untuk peserta didik di masa pandemi karena dapat membangkitkan semangat belajar. “Sangat senang dengan permainan botol estafet dan boneka tangan karena tidak membosankan,” unkap Rangga anak Kelas B.

    Setelah kegiatan dalam sebuah sesi wawancara, “sangat bermanfaat karena dapat membantu pembelajaran dan meningkatkan semangat belajar siswa, serta media pembelajarannya sangat bervariatif dan sesuai dengan RA Riyadlotul Uqul. Saya sangat senang karena terbantu dan medianya sangat bermanfaat untuk anak-anak. Terlihat betapa antusiasnya anak-anak tadi,” ujar salah satu guru RA Riyadlotul Uqul.

    Selain itu, pada hari Selasa tanggal 30 Juni 2020 Mahasiswa KKN juga memberikan buku panduan guna membantu pendidik agar dapat menerapkan pembelajaran dengan menggunakan media permainan edukatif bagi anak usia dini di RA Riyadlotul Uqul, Desa Permanu. Pada buku panduan juga tercantum manfaat, tujuan, serta konteks kehidupan mengenai beberapa media tersebut.

    Dokumentasi Kegiatan Pemberian Buku Panduan Anak Usia Dini di Masa Pandemi kepada Guru RA

    “Buku panduan ini sangat bermanfaat mbak, karena terdapat tujuan media pembelajaran, manfaatnya, konteks dalam kehidupan dan cara membuatnya. Sehingga dapat membantu kami untuk memberikan media pembelajaran yang bervariatif bagi siswa," kata salah satu guru RA Riyadlotul Uqul.

     

    Pewarta : Emil Cahayaning Pratiwi – Mahasiswi Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

                  Indana Risma Nurul – Mahasiswi Jurusan Pendidikan Administrasi Perkantoran

    Pewarta Foto : KKN UM Desa Permanu 2020



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.















    Oleh: Surya Ningsi

    5 hari lalu

    Strategi PLICIK (Pembelajaran Literasi, Inspiratif, Cerdas, Inovatif dan Kreatif) berbasis Flipped Classroom untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Peserta Didik

    Dibaca : 14.078 kali

    Pembelajaran di masa pandemi covid-19 menuntut guru untuk selalu kreatif dan inovatif dalam membelajarkan peserta didik. Selain guru harus menyiapkan rancangan pembelajaran, melakukan kegiatan pembelajaran, evaluasi dan penilaian, guru juga dituntut untuk terampil menggunakan teknologi agar mampu menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Salah satu strategi yang dapat dilakukan guru untuk menjawab tantangan tersebut adalah melakukan pembelajaran yang aman, nyaman dan menyenangkan bagi peserta didik. Strategi PLICIK (Pembelajaran Literasi, Inspiratif, Cerdas, Inovatif dan Kreatif) berbasis Flipped Classroom mendukung program pemerintah untuk mewujudkan merdeka belajar. Setiap peserta didik diberikan kebebasan untuk mempelajari materi melalui literasi, didukung oleh bahan ajar yang beragam bentuknya disesuaikan dengan gaya belajar peserta didik dan diekspresikan dalam wujud produk sebagai bentuk kolaborasi, kreativitas dan inovasi peserta didik yang dapat menginspirasi banyak orang. Guru hanya memfasilitasi kebutuhan peserta didik yang beragam dengan melihat keunikan dan potensi dalam diri masing-masing peserta didik. Tidak adanya paksaan, sanksi dan reward dalam pembelajaran ini mendorong peningkatan motivasi belajar peserta didik yang berdampak pada peningkatan prestasi belajar peserta didik.