Manajemen Usaha Wisata UPH Hadirkan Tamasya Era New Normal - Travel - www.indonesiana.id
x

Amanda Nathasia

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 13 April 2020

Rabu, 8 Juli 2020 06:34 WIB
  • Travel
  • Berita Utama
  • Manajemen Usaha Wisata UPH Hadirkan Tamasya Era New Normal

    Dibaca : 886 kali

    Layanan virtual tour sudah tidak asing digunakan untuk menghadirkan simulasi berupa kumpulan video atau foto yang terasa nyata. Kecanggihan teknologi ini juga dapat dimanfaatkan untuk menghadirkan pengalaman melihat keindahan beragam destinasi wisata di depan mata. Ini dihadirkan program studi (prodi) Manajemen Usaha Perjalanan Wisata (UPW) Universitas Pelita Harapan (UPH), dalam webinar bertajuk “Wonderful Indonesia Virtual Tour” pada tanggal 28 Mei 2020.

    Lewat virtual tour ini peserta diajak ‘jalan-jalan’ ke Nusa Tenggara Timur tepatnya di Kepulauan Flores. Virtual tour dengan kecanggihan gambar yang dapat berputar 360o ini dapat memberikan pengalaman senyata mungkin, seakan dalam perjalanan liburan, pemandangan yang memuaskan mata menampilkan keindahan  alam Kepulauan Flores dengan menjelajahi beberapa destinasi yaitu Pulau Padar, Pink Beach, Lingko Spider Web Rice Fields, dan desa adat penduduk setempat yaitu Wae Rebo. Perjalanan wisata virtual ini juga terasa lengkap dengan dipandu oleh salah satu mahasiswa UPW UPH yaitu Jo Phillbert sebagai virtual tour guide.

    Tentunya menjadi tour guide dalam virtual tour menjadi tantangan tersendiri bagi Jo Phillbert karena harus mampu membawa suasana seperti benar-benar melakukan perjalanan. Jo mengaku bahwa modal pengetahuan tentang seluk beluk sebuah tempat wisata seperti sejarah, keadaan kota, budaya, adat dan kebiasaan penduduk setempat, transportasi dan lainnya adalah kuncinya. Selain itu skill komunikasi yang baik juga diperlukan agar dapat memandu perjalanan wisata dengan baik. Modal dan skills inilah yang menjadi fokus dari peminatan UPW UPH. Melalui pembekalan teori dan praktik yang sangat lengkap, UPH siap menghasilkan lulusan profesional di industri ini.

    Pengalaman menjalani kuliah di peminatan UPW UPH juga disampaikan Suryadi Oentara, alumni UPW UPH Angkatan 2006, yang aktif sebagai direktur di 3 bisnis di bidang travel industry diantaranya PT Saung Bulian Tour & Travel, IndoTravelStore Wholesaler, dan Sales Touch for Trip Korea – Korea Land Operator.

    Menurut Suryadi studi di UPW UPH hampir 70% pelajaran adalah praktek sehingga kemampuan menjadi seorang pemandu perjalanan pastinya sudah sangat terasah.

    “Teori dan praktek memandu wisata yang didapat saat kuliah sangat berguna. Kita didorong untuk terus berlatih meningkatkan skills, terutama kemampuan berkomunikasi. Bahkan mahasiswa/i di UPH dari semester 2 atau 3 sudah banyak mendapat tawaran part-time job dari perusahaan-perusahaan travel menjadi tour guide, misalnya ada study tour atau corporate gathering dan kami dibayar secara profesional,” kata Suryadi.

    Punya impian menjadi tour guide dan bisa keliling dunia atau ingin punya bisnis yang bergerak di bidang tour and travel? Ayo belajar dan bergabung bersama UPH! Manfaatkan program promosi potongan biaya studi atau program #UPHBebas untuk mendaftar. Informasi lebih lanjut kamu bisa menghubungi tim student consultant UPH di 08111632838 atau Live Chat di Join.uph.edu.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.








    Oleh: Supartono JW

    Senin, 27 Juli 2020 18:56 WIB

    Kisah Perjalanan (4) 27 Juli, Sehari di La Vallee dan Disneyland-Paris

    Dibaca : 396 kali

    Hari ini, Rabu, 27 Juli 2011 setelah sarapan pagi, sesuai agenda kami akan bertandang ke La Valee Outlet Shooping Village dan lanjut ke Paris-Disneyland. Sebenarnya, masih ingin badan ini rebahan di kamar hotel, namun apa boleh buat, saya harus mengikuti agenda perjalanan wisata yang memang sudah sangat tertata. Jadi, tidak boleh ada waktu yang meleset dari jadwal yang telah ditentukan. Kemarin, setengah hari ada di Brussel-Belgia, dan setengah harinya lagi berada di bus baik dari Amsterdam menuju Brussel, maupun Brussel menuju Paris, memang tidak begitu banyak menguras tenaga, karena semua perjalanan di tempuh pada siang hari. Nyamannya bus yang membawa kami dan pemandangan indah antara Brussel-Paris, menjadikan kami tak merasakan bahwa kami harus menempuh perjalanan selama kurang lebih 4 jam 40 menit. Bahkan, saat bus harus rehat di rest area pun, kami sebenarnya ingin bus tak perlu berhenti, karena semangatnya kami. Malah saat bus masuk ke Paris, kami pun tak menyadari bahwa kini kami sudah ada di negera Prancis. Bila di sebelumnya kami sudah bercengkerama di Istanbul-Turki selama sehari. Lalu, di Sofia, Veliko Tarnovo, dan Razgrad-Bulgaria selama delapan hari. Berikutnya, singgah di Koln, Duseldorf-Jerman sekitar tiga jam, dan di Volendam, Amsterdam-Belanda selama dua malam satu hari. Kemudian, di Brussel-Belgia setengah hari, maka di Paris-Prancis ini, kami menginap selama empat malam dan bercengkerama selama tiga hari penuh.