Perlu Protokol Khusus untuk Membuka Kebuntuan Ekonomi - Pilihan - www.indonesiana.id
x

M Noor Azas Ahsan

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Kamis, 9 Juli 2020 05:54 WIB
  • Pilihan
  • Berita Utama
  • Perlu Protokol Khusus untuk Membuka Kebuntuan Ekonomi

    Dibaca : 578 kali

    Berdasarkan survey yang dilakukan atas kerjasama LIPI, Kemenaker dan Lembaga Demografi FEB UI untuk melihat dampak Covid-19, ada 13,9 % kelompok usaha yang mengurangi jumlah pegawai atau karyawannya melalui pemutusan hubungan kerja (PHK), 49,6 % merumahkan sebagian pekerja tanpa PHK dan 36,5 % tidak mengurangi maupun menambah karyawan. Pembukaan kembali pusat-pusat aktivitas ekonomi pada masa new normal belum mampu mengembalikan keadaan seperti semula. Diprediksi ada 10 juta pengusaha mandiri berhenti bekerja dan 10 juta lainnya mengalami penurunan pendapatan lebih dari 40%.

    Namun penulis melihat kekuatan ekonomi rumah tangga masih bisa menggerakkan ekonomi domestik. Data yang dipublikasi Badan Pusat Statistik (2020), menunjukkan ada 64,2 juta unit UMKM pada tahun 2018. Atas dasar jumlah tenaga kerja, dikelompokkan menjadi industry menengah, industry kecil dan industry rumah tangga (IRT) yang memiliki 1-4 orang pekerja. Bila 50 % saja UMKM masuk kategori IRT, berarti jumlahnya mencapai 32 juta unit.

    Rumah tangga-rumah tangga mandiri ini mampu beradaptasi terhadap perubahan selama tidak terjerat utang berbunga tinggi. Small is beautiful, kata E. F. Schumacher, kecil itu indah. Usaha rumah tangga dan usaha mikro perorangan itu bisa diibaratkan seperti pasukan semut marabunta yang menembus kebuntuan ekonomi. Sejumlah pelaku usaha skala rumah tangga bisa bertahan menghadapi situasi ini berdasarkan pengamatan selama pandemi.

    Teknologi informasi mempermudah usaha berjalan dari rumah.  Sebagian pelaku usaha tangga berinovasi dan beradaptasi mempertahankan usahanya. Ada pula yang memproduksi dan menyediakan barang substitusi ketika terjadi lonjakan harga dan permintaan pada beberapa jenis barang kebutuhan pokok. Ada pula yang melayani jasa antaran hingga rumah tangga konsumen.

    Pengarusutamaan rumah tangga

    Sejumlah negara sebenarnya telah mengembangkan ekonomi berbasis rumah tangga. Di Republik Cina atau Taiwan, pertanian skala rumah tangga berkembang dan menjadi pemasok utama kebutuhan pangan pada tingkat domestic. Sedangkan saudara kembarnya yang dianggap sumber covid-19, Republik Rakyat Cina (RRC), mengembangkan industri manufaktur dan industry otomotif dengan basis industry rumah tangga sebagai pemasok berbagai suku cadang.

    Meskipun komponen utama diimpor, industri-industri perbengkelan sepanjang pantai utara Jawa juga pernah berkembang sebagai pemasok suku cadang otomotif, manufaktur dan perkapalan hingga membentuk klaster yang lumayan kuat sekitar dua dasawarsa yang lalu.

    Dalam kondisi normal, negara melakukan intervensi dengan membangun infrastruktur berupa jalan, listrik, air bersih serta insentif pajak bagi para investor dan pelaku usaha. Pada kondisi saat ini, intervensi perlu dilakukan melalui fasilitasi pinjaman lunak jangka panjang untuk rekonstruksi dan rekayasa ulang model bisnis konvensional, serta pemberian stimulus upah pekerja dan belanja pemerintah dalam meningkatkan permintaan barang dan jasa produksi UMKM yang kembali beroperasi dengan protocol kesehatan pada masa new normal ini.  

    Sebagai perbandingan, International Labour Organization (ILO) dalam situsnya menyampaikan beberapa strategi koperasi menghadapi lockdown. FC Barcelona di Spanyol memotong gaji pekerja bergaji tinggi serta memastikan pekerja bergaji rendah bisa mendapatkan upah penuh dan dilindungi dari pemutusan hubungan kerja (PHK) selama lockdown. Coop Group di Inggris membuka lapangan kerja baru untuk memenuhi peningkatan permintaan di sektor ritel. Sedangkan kelompok media swasta Stuff di Selandia Baru memilih menjual perusahaannya seharga satu dollar dan menjadikan para karyawannya sebagai pemegang saham.

    Perusahaan bisa tetap hidup tanpa melakukan PHK. Ini mengingatkan pada cerita Henry Ford yang menggaji para pekerjanya dengan upah tinggi dengan satu pertimbangan sederhana. Pekerja yang tingkat kesejahteraan lebih baik akan merasa memiliki perusahaan, serta memiliki semangat kerja dan tingkat produktivitas tinggi. Mereka pun bisa membeli mobil Ford, dan mempromosikan keunggulannya kepada para tetangga dan anggota masyarakat lainnya.

    Kita bisa melakukan adaptasi terhadap beberapa langkah tersebut melalui pengembangan protokol pemulihan ekonomi untuk menembus kebuntuan ekonomi pada masa transisi PSBB atau new normal ini. Pertama, menciptakan keseimbangan antar berbagai kelompok pendapatan nasional yang bisa dilakukan melalui pengenaan pajak progresif dan konversi upah dalam bentuk natura yang berasal dari produk lokal. Kedua, membuat alat tukar alternative untuk mengatasi kelangkaan modal dalam bentuk voucher belanja yang dijamin dengan produktivitas masa depan dan bisa dikonversi atau ditukar dengan produk BUMN dan industri rumah tangga lokal.

    Ketiga, mengutamakan pengembangan kegiatan ekonomi padat karya. Usaha-usaha skala rumah tangga dan perorangan yang selama ini masih aktif beroperasi dan ingin meningkatkan skala produksi atau jasa layanannya, bisa difasilitasi dan diberikan bantuan stimulus agar bisa menerima pekerja tambahan dalam skema padat karya. Protocol ini perlu didukung upaya menekan angka korupsi dan berbagai penyimpangan lain agar dapat berjalan efektif.  

    Padat karya berkelanjutan

    Kemana saja padat karya diarahkan agar bisa berkelanjutan? Setidaknya ada 5 bidang atau jenis kegiatan yang bisa dilaksanakan melalui skema padat karya berbasis rumah tangga. Tokoh-tokoh masyarakat yang memiliki kemampuan komunikasi maupun media sosial, dapat dilibatkan dalam promosi, pemasaran, sosialisasi dan kampanye produk dan pesan-pesan positif.

    Hutan yang rusak dan lahan telantar, bukan hanya tidak memberikan manfaat bagi manusia dan kehidupan, namun juga mengganggu keseimbangan tata air mikro. Erosi, banjir dan tanah longsor akan terjadi pada musim hujan. Hal ini telah dialami dan dirasakan masyarakat Kabupaten Bogor bagian barat dan beberapa daerah lain pada awal 2020 lalu. Sebaliknya kekeringan makin panjang dan makin parah pada musim kemarau berikutnya. Rumah tangga di yang tinggal di sekitar hutan bisa diberdayakan dalam penanaman pohon dan aneka jenis vegetasi melalui kegiatan padat karya. Kegiatan ini juga akan memperbaiki kualitas udara.

    Kelangkaan dan lonjakan harga pangan merupakan sisi lain yang dihadapi pada saat puncak pandemi kemarin. Hingga Presiden Joko Widodo memerintahkan pencetakan sawah baru. Selain membersihkan gulma dan mengolah kembali lahan telantar, para pekerja yang menganggur bisa diarahkan membangun instalasi sawah portabel pada gedung dan bangunan telantar melalui padat karya, mereka dan keluarga pula yang akan mengelola untuk selanjutnya.

    Sampah anorganik maupun organik pada saluran dan bangunan penampung air juga menyebabkan berbagai persoalan. Berbagai mikroorganisme mengerumuninya, boleh jadi termasuk didalamnya virus corona yang sudah bermutasi, menjadi biang penyebaran berbagai penyakit. Penataan lingkungan menjadi prioritas selanjutnya yang perlu dilaksanakan melalui skema padat karya berbasis rumah tangga di lingkungan padat penduduk.

    Padat karya berbasis rumah tangga pun bisa diintegrasikan dengan WfH. Industri rumah tangga perlu didorong kembali berproduksi menghasilkan aneka jenis produk dan olahan pangan, termasuk jamu atau herbal yang dapat meningkatkan imunitas tubuh. Hal ini akan merangsang produsen dan jamu gendong bangkit kembali mewarnai ekonomi lokal. Bagi yang memiliki kemampuan rekayasa, perlu diapresiasi agar dapat terlibat dalam pengadaan Alat Perlindungan Diri (APD), ventilator, perlengkapan rapid dan swab test serta peralatan medis lainnya serta berbagai inovasi lain yang memperbaiki kualitas hidup manusia.*****


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.