Transformasi Media Pembelajaran Era Covid-19 - Analisa - www.indonesiana.id
x

Ilustrasi siswa belajar di rumah. Foto: Tulus Wijanarko

Fauzi Rahman

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 8 Juli 2020

Kamis, 9 Juli 2020 09:28 WIB
  • Analisa
  • Berita Utama
  • Transformasi Media Pembelajaran Era Covid-19

    Dibaca : 637 kali

    Dalam transisi pembelajaran adaptasi kebiasaan baru (AKB) di masa pendemi ini turut mengubah dunia pendidikan melalui berbagai cara mulai dari pembelajaran, sasarannya dan penganggaran. Tranformasi ini membutuhkan adaptasi berbagai kegiatan agar proses belajar mengajar menjadi lebih efektif. Saat ini pandemi semakin meluas dan sangat berdampak besar pada banyak sektor, salah satunya pendidikan. Sektor pendidikan di dunia ikut merasakan dampaknya.

    Pada kali ini proses pembelajaran, biasanya guru tidak harus face to face secara langsung dengan siswa karena dapat dilakukan dengan cara daring. Proses pendidikan bukan hanya dapat diukur saat ujian, melaikan bagaimana menghadirkan solusi untuk persoalan yang sedang terjadi saat ini.

    Pembelajaran ini sesuai dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia terkait Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran corona virus disease (covid-19)

    Untuk sistem pembelajaran dilaksanakan melalui berbagai perangkat yang berbasis internet seperti personal computer (PC), leptop dan hp. Pendidikan dalam pembalajaran bersama di waktu yang sama menggunakan grup di media sosial seperti telegram, google class, whatsapp dan aplikasi google meet ataupun media lainnya sebagai sarana pembelajaran.

    Dengan adanya pendidikan dapat memastikan peserta didik dapat mengikuti pembelajaran dalam waktu yang bersamaan, meski tempat yang berbeda. Pendidikan pun dapat berjalan dengan efektif dan nyaman yang dapat menyesuaikan dengan tujuan materi yang disampaikan kepada peserta didik.

    Dalam kondisi seperti ini banyak sekali perubahan yang sangat cepat, termasuk dalam bidang pendidikan. Seakan jenjang pendidikan ‘dipaksa’ bertransformasi untuk beradaptasi secara tiba-tiba untuk melakukan proses pembelajaran dari rumah melalui daring. Untuk saat ini tidaklah mudah, karena beberapa belum siap sepenuhnya. Dalam problematika dunia pendidikan yaitu belum sama saat proses pembelajaran, baik pada standar maupun kualitas pembelajaran yang sesuai dengan keinginan.

    Banyak sekali aplikasi untuk memenuhi media pembelajaran, baik untuk pemerintah maupun swasta. Pemerintah sudah mengeluarkan surat yang untuk diedarkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 9/2018 tentang Pemanfaatan Rumah Belajar. Pihak dari swasta sudah menyuguhkan bimbingan belajar online seperti ruang guru, Sekolahmu, Zenius, Kelas Pintar dan lainnya.

    Penyuguhan tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan wawasan dan pengetahuan, diperlukannya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Untuk keberhasilan dalam proses pembangunan negara menjadi salah satu tolak ukur adalah keberhasilan pendidikan.

    Pendidikan akan melahirkan banyak sekali generasi penerusnya yang intelektual atau emosional, terampil dan mandiri untuk mencapai proses pembangunan bangsa. Banyak bermunculan tentang polemik masyarakat pada perubahan di masa pandemi ini.

    Padahal rasa ketidaknyamanan kepada peserta didik. Untuk seorang pendidik harus dituntut untuk kreatif bagaimana cara peserta didik turut kreatif dalam penyampaian materi melalui media daring. Hal ini perlu disesuaikan juga dengan jenjang pendidikan dalam bebagai kebutuhan. Dampak bisa menimbulkan tekanan pada fisik maupun psikis.

    Berifikir positif dapat membantu menerapkan media pembelajaran daring, untuk menghasilkan pencapaian yang didapatkan melalui media pembelajaran yang berkualitas. Untuk belajar dirumah menggunakan media daring dapat memfokuskan orang tua sebagai posisi role model yang sangat tepat dan pendamping yang pas untuk belajar anak, untuk perubahan sikap.

    Pada masa pandemi ini dikatakan sebagai peluang dalam pendidikan, baik dari pemanfaatan teknologi industry 4.0, ataupun orangtua yang sebagai guru. Pada kali ini pasca-pandemi covid-19, kita dapat terbiasa dengan sistem saat ini sebagai budaya pembelajaran dalam pendidikan.

    Dosen atau guru bukanlah satu-satunya ujung pendidikan. Pada tatangan berat saat ini bagi dosen,guru ataupun orang tua. Tidak sedikit orang tua untuk mengeluh atas media pembelajaran jauh melalui media daraing ini. Untuk orang tua sendiri yang bekerja dirumah, harus lebih membimbing anaknya, terkusus anaknya yang masih kecil. Untuk mengingat belum meratanya diperkenalkan teknologi dalam memanfaatkan media belajar seperti gadget,leptop dan lain-lain.

    Terutama pada anak usia dini hingga sekolah menengah belum meratanya fasilitas teknologi sebagai media pembelajaran di sekolah. Sebagaian besar mengenal adanya digital, sisi pengaturanya belum diterapkan dan dioptimalkan sebagai media pembelajaran.

    Untuk guru disekolah TK, dituntut untuk menyenangkan dengan kreativitasnya. Fasilitas yang harus mempuni yaitu youtube sebagai media pembelajaran dan voice note. Tetapi harus di damping penuh oleh orangtua. Anak Sekolah Dasar juga menggunakan media yang sudah diuraikan dengan penambahan aplikasi zoom, genius, namun bukan hal yang mudah. Karena anak belum bisa menggunakan secara mandiri.

    Belajar dari rumah, pemerintah sudah memberikan program belajar dari rumah yang di tayangkan di TVRI. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) juga sudah menganalisa program tersebut. Belajar dari rumah sudah tayang sejak 13 April 2020, dimulai pukul 08.00 WIB. Pelaksanaan program ini merupakan kelanjutan dari langkah Kemdikbud untuk menyediakan sarana yang bisa digunakan oleh para siswa/i untuk belajar dari rumah selama pandmi Covid-19.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.