Mengapresiasi Temuan Vaksin Virus Corona Buatan Indonesia - Analisa - www.indonesiana.id
x

Corona

Alfin Riki

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 29 April 2019

Sabtu, 11 Juli 2020 15:38 WIB
  • Analisa
  • Berita Utama
  • Mengapresiasi Temuan Vaksin Virus Corona Buatan Indonesia

    Dibaca : 966 kali

    Vaksin virus Covid-19 sudah ditemukan oleh ilmuwan Indonesia dan merupakan hasil kolaborasi dari perusahaan farmasi dan pihak lain. Rencananya, vaksin ini akan tersedia pertengahan tahun depan. Ini merupakan kabar gembira karena jadi harapan baru. Indonesia akan segera bebas Corona.

    Dokter Reisa Broto Asmoro, anggota tim komunikasi dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menjelaskan bahwa vaksin Corona akan dibuat secara massal. Vaksin ini bisa didapatkan mulai pertengahan 2021. Dokter Reisa menjelaskannya dalam konferensi pers via live streaming yang disiarkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

    Penemuan vaksin dari virus Covid-19 adalah hasil kerjasama dari beberapa perusahaan farmasi besar di Indonesia. Untuk memproduksi serta mendistribusikan vaksin ini, maka perusahaan tersebut juga bekerja sama dengan berbagai pihak seperti Kementrian Kesehatan, Kemenristek, Kementrian BUMN, LPNK, LBM Eijkman, dan juga Kementrian Luar Negeri.

    Untuk dapat diproduksi besar-besaran, maka sebenarnya sebuah vaksin masih butuh 15 kali tahapan percobaan. Saat ini, vaksin masih dalam tahap percobaan ketujuh. Namun para ilmuwan optimis bahwa percobaan selanjutnya akan berhasil. Setelah itu tentu akan siap diberikan kepada pasien di banyak Rumah Sakit di seluruh Indonesia.

    Mengapa produksi vaksin dilakukan di Indonesia? Menurut Ali Ghufron Mukti, Ketua Konsosrsium Riset dan Inovasi Covid-19, Indonesia juga sudah punya teknologi dan pengamanan. Juga biasa mengembangkan metode pembuatan vaksin. Selain itu ada pihak yang mau diajak bekerja sama sehingga tercipta kolaborasi internasional.

    Vaksin diuji dan diproduksi di Indonesia karena karakteri virus Covid-19 di sini yang berbeda dari virus yang di luar negeri. Jadi dengan diadakan penelitian dan percobaan di negeri kita, vaksin ini bisa benar-benar ampuh untuk mengatasi virus di Indonesia. Jika penelitian diadakan di luar negeri, dikhawatirkan akan tidak tepat karena karakter virusnya berbeda.

    Dengan diproduksi di Indonesia, maka akan ada kemandirian nasional pada akses vaksi. Jadi lebih aman dan efektif, tidak usah menunggu impor vaksin dari luar negeri. Ilmuwan Indonesia juga sudah mampu menciptakannya dan selalu didukung oleh kemenristek.

    Rencananya vaksin ini akan diprioritaskan untuk mereka yang rentan tertular virus Covid-19. Misalnya orang yang berusia di atas 50 tahun (manula) dan anak-anak. Setelah itu baru diberikan kepada semua orang, agar Indonesia bisa bebas Corona.

    Vaksin ini diperkirakan akan dijual seharga 75.000 rupiah sekali suntik. Harga ini tidak terlalu mahal, mengingat khasiatnya yang cukup besar. Satu orang wajib diberi vaksin dua kali agar benar-benar sehat dan tidak akan tertular virus Corona.

    Penyuntikan vaksin ini juga harus dilakukan kepada semua orang termasuk kaum antivaks. Mereka harus mau agar nanti tercipta herd immunity. Jika mengelak maka bisa diberi sanksi atau peringatan bahwa nanti ketika mendaftar sekolah, anak-anaknya tidak bisa diterima. Karena tidak mengantongi kartu yang menunjukkan bahwa ia telah mendapat vaksin.

    Kabar tentang penemuan vaksin Corona ini sangat menggembirakan, karena semua orang bisa bebas dari virus Covid-19. Namun kita tidak boleh lalai. Dokter Reisa juga menambahkan bahwa setiap orang masih harus mematuhi protokol kesehatan agar tidak tertular Corona. Seperti wajib pakai masker ketika berada di luar rumah, rajin cuci tangan, dan tetap menjaga jarak.

    Adanya penemuan vaksin virus Covid-19 yang dilakukan oleh ilmuwan di Indonesia membuat semua orang bisa bernapas lega, karena punya harapan bisa bebas dari Corona. Vaksin ini wajib disuntikkan sampai 2 kali agar khasiatnya ampuh. Walau sudah ada vaksinnya, namun kita masih wajib menaati protokol kesehatan agar tidak tertular Corona.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.