Apa yang Harus Disiapkan Menghadapi Adaptasi Kebiasaan Baru? - Analisa - www.indonesiana.id
x

Ilustrasi penggunaan masker, sebagai salah satu upaya penyebaran virus.

Himaya Annisa

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 11 Juli 2020

Minggu, 12 Juli 2020 12:30 WIB
  • Analisa
  • Berita Utama
  • Apa yang Harus Disiapkan Menghadapi Adaptasi Kebiasaan Baru?

    Dibaca : 313 kali

    Masyarakat Indonesia telah diresahkan dengan datangnya virus Covid-19. Virus  ini menyerang tanpa kenal usia dan status sosial dimana  telah memakan banyak korban jiwa.

    Karna telah terjatuhnya banyak korban jiwa pemerintah Indonesia telah mengambil berbagai macam tindakan untuk mengurangi dampak dari virus Covid-19. Diantaranya telah menerapkan berbagai macam protokol kesehatan, seperti menggunakan masker saat keluar rumah, membawa handsanitizer, physical distancing, dan melakukan pembatasan sosial bersekala besar (PSBB). Pemerintah Indonesia melakukan kebijakan ini dengan harapan seluruh masyarakat Indonesia lebih memperhatikan kebersihan dan kesehatan diri.

    Telah dilakukan berbagai macam upaya agar Indonesia kembali pulih dari pandemic ini. namun sepertinya masyarakat harus lebih bersabar dan lebih mejaga diri dikarenakan semakin bertambahnya angka kasus positif Covid-19. Maka dari itu sejak juni lalu pemerintah menetapkan berlakunya new normal atau yang kita kenal sekarang adalah adaptasi kebiasaan baru.

    Untuk menghadapi adaptasi kebiasaan baru ada beberapa hal yang harus disiapkan diantaranya

    • Pakai masker kemanapun jika ingin berpergian keluar rumah.
    • Selalu jaga jarak saat berada di tempat umum
    • Bawa handsanitizer di dalam tas kemanapun kamun berada
    • Cuci tangan sebelum makan dan setelah keluar rumah

    Dari pandemi ini banyak sekali hal hal yang bisa kita ambil untuk pembelajaran salah satunya masyarakat Indonesia lebih aware akan kebersihan disekitarnya. Dan selalu biasakan hidup bersih dan sehat dimanapun kamu berada

    Dampak dari pandemi ini sangat berpengaruh bagi Negara kita, dimana pandemi ini telah melumpuh perekonomian bangsa, dimana hampir dari 60% karyawan kantor, pabrik, dll dirumahkan sehingga sangat berdampak buruk bagi perekonomian keluarga.

    Organisasi kesehatn dunia (WHO) mengatakan  virus corona telah menjadi pandemi global, dimana dalam jangka waktu kurang dari 3 bulan telah menginfeksi lebih dai 126.000 orang  di 123 negara. Pandemic global ini secara tidak langsung membuat kita agar lebih peduli dengan diri sendiri, orang lain, dan keluarga. Covid-19 telah mengajarkan kita betapa pentingnya kesehatan, kebersihan dsb, dimulai dari cuci tangan setelah berpergian menggunakan sabun, memakai masker saat berpergian, memakai etika batuk/bersin sehingga droplet yang ditularkan dapat diminimalisir.

    Pandemi ini pun berdampak terhadap pendidikan di Indonesia, yang mana banyak sekolah ditutup sehingga melakukan proses belajar mengajar secara daring, namun disisi lain proses belajar secara daring berdampak pada menurunnya kualitas keterampilan pelajar. Dikarenakan tidak semua pelajar memiliki fasilitas yang memadai dan tidak semua pelajar mampu memahami materi yang di sampaikan.

    Setelah membahas berbagai macam dampak yang disebabkan oleh pandemic covid-19, kita dapat mengambil beberapa hal positif yaitu:

    • Bertambahnya UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) digital.
    • Meningkatnya daya beli produk lokal.
    • Bertambahnya sanitasi kesehatan.
    • Bertambahnya kesadaran akan kebersihan disekitar.
    • Mengasah kreatifitas pengajar dalam hal menyampaikan materi.
    • Penerapan ilmu di tengah keluarga.

    Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini tidak semua menyebabkan dampak yang negatif, ada juga beberapa hal positif yang bisa kita ambil. Contoh nya seperti yang telah dipaparkan dalam penulisan ini.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.