Kisah Budaya (5) Parade Musik-Tari dan Manggung di Mall - Travel - www.indonesiana.id
x

Supartono JW

Supartono JW

Pengamat
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Jumat, 17 Juli 2020 14:51 WIB
  • Travel
  • Berita Utama
  • Kisah Budaya (5) Parade Musik-Tari dan Manggung di Mall

    Dibaca : 791 kali

    Skenario, rancangan festival di Veliko Tarnovo ini memang sangat dapat dijadikan model sebagai skenario program kegiatan kesenian, terutama kesenian daerah di Indonesia. Apa pasalnya? Selama kurang lebih delapan hari dalam program festival ini, seluruh tim misi budaya dari seluruh negara diberikan kesempatan unjuk gigi menampilkan kesenian, tari, musik dari negara masing-masing dengan jadwal yang sangat menarik.

    Selain seluruh negara diberikan ruang dan waktu, tempat pentas malam hari di panggung utama, taman Veliko Tarnovo, setiap negara juga diberikan tempat pementasan di desa-desa, mall-mall, hingga kota lain terdekat dari Veliko Tarnovo. Sehingga, tim misi budaya Indonesia juga mendapatkan jatah pentas selang-seling tempat setiap harinya. Di hari kedua festival, 17 Juli 2011 acaranyanya ada dua. Pagi hingga siang parade musik-tari di lingkungan hotel, dan malam harinya bergeser unjuk pentas di Mall Veliko Tarnovo.

    Selepas sarapan pagi, seluruh peserta misi budaya  telah mempersiapkan nomor-nomor tari dan musik yang akan di tampilkan dalam parade. Parade ini juga bukan sekadar parade, sebab setiap penampilan di nilai oleh juri festival yang terdiri dari tiga miss universe.

    Bila pada malam pembukaan di panggung utama, setiap negara baru memiliki kesempatan menampilkan satu nomor tari dan musiknya, maka pada kesempatan parade yang disiapkan tropi juara penampil terbaik ini, setiap peserta misi budaya yang sekaligus menjadi menjadi penonton, mulai sedikit mengenal tari dan musik dari negara lain karena seperti Indonesia, bahkan menampilkan tiga nomor tari dan musik yang ditampilkan secara perorangan. Dasar rezeki, tim Indonesia pun menyabet beberapa kategori gelar dalam parade tersebut.

    Sumber: Supartono JW

    Sumber: Supartono JW

    Sumber: Supartono JW

    Sumber: Supartono JW

    Sumber: Supartono JW

    Sumber: Supartono JW

    Sumber: Supartono JW

    Sumber: Supartono JW

    Sumber: Supartono JW

    Sumber: Supartono JW

    Sumber: Supartono JW

    Sumber: Supartono JW

    Sumber: Supartono JW

    Acara parade tari-musik ini pun berlangsung lancar, memesona, dan menakjubkan. Kami, semua peserta dari seluruh negara jadi memiliki gambaran bagaimana budaya di negara lain yang tercermin dari bentuk kesenian tari-musiknya. Parade tari-musik juga ditutup dengan “siang keakraban” bernyanyi dan menari bersama. Semisal, Indonesia menampilkan musik dan tari apa, maka peserta setiap negara diajak ikut gabung. Sebaliknya, saat negara lain yang tampil, semua peserta dari negara lainnya juga gabung ikut menari. Tanpa di sadari, meski baru hari kedua, masing-masing peserta misi budaya dari berbagai negara sudah saling akrab.

    Satu hal yang bisa saya katakan dari acara parade ini, sangat menyenangkan, menjadikan seluruh tim misi budaya dari berbagai negara semakin akrab dan kekeluargaan, acaranya pun dibingkai dengan cerdas dan sangat menarik. Keakraban di hari kedua pun terlihat di meja-meja makan. Saat makan pagi, siang, atau malam, yang tadinya setiap anggota misi budaya masing-masing negara mengelompok dengan timnya, kini masing-masing anggota sudah terlihat berbaur. Ada yang dalam satu meja terdiri dari beberapa anggota dari dua atau tiga negara.

    Siang itu, acara parade benar-benar telah meninggalkan kesan mendalam. Namun, tugas tim misi budaya Indonesia hari itu belum usai. Sore hingga malam hari, giliran jadwal unjuk kesenian Indonesia di hadapan pengunjung Mall Veliko Tarnovo.

    Tidak terasa, salat Ashar sudah dilewati. Tim misi budaya Indonesia pun sudah bersiap menuju Mall Veliko Tarnovo. Sore itu, di tempat parkir hotel, panitia juga terlihat sibuk menyiapkan bus untuk tim misi budaya yang akan dikirim pentas ke berbagai tempat, selain juga ada yang mendapat jadwal pentas di panggung utama. Untuk tim Indonesia, malam kedua tidak pentas di panggung utama, namun dihadapan masyarakat Veliko di dalam mall.

    Tanpa terasa, bus yang membawa rombongan Indonesia sudah menyusuri jalan-jalan berkelok perbukitan kota Veliko yang sangat bersih dan indah. Sebab, hari masih terang, maka semua mata masih dimanjakan oleh pemandangan indah yang terhampar.

    Begitu bus sampai di mall, semua anggota tim pun langsung menyiapkan diri. Para pemusik menyiapkan alat musik, menyeting alat di tempat yang telah disiapkan. Sementara para penari masuk ke ruang yang telah disediakan untuk memakai kostum. Meski kota Veliko penduduknya tidak padat, pengunjung mall juga tidak seperti di Indonesia, namun saat para pengunjung melihat rombongan Indonesia sudah mulai menyeting alat-alat musik untuk pertunjukkan, beberapa pengunjung pun sudah mulai merapat ke area kami. Terdengar pula, dari informasi mall bahwa malam ini, pengunjung akan dapat menyaksikan pertunjukkan tari-musik dari tim misi budaya Indonesia.

    Sumber: Supartono JW

    Sumber: Supartono JW

    Sumber: Supartono JW

    Pada akhirnya, peretunjukkan di mall pun berjalan lancar dan sukses dengan mendapat sambutan meriah dari pengunjung. Yang menarik, meski tampil bukan di panggung utama, namun di mall yang tanpa panggung, tim misi budaya Indonesia pun dapat melahap semua pementasan dengan sukses. Kesuksesan ini tentu karena persiapan yang matang. Sebelum berangkat ke Bulgaria, tim bahkan sudah berlatih beberapa bulan, pun terbiasa berlatih pentas baik di atas panggung maupun di pelataran/halaman. Sehingga, saat tampil dalam event sesungguhnya, semuanya sudah sangat siap.

    Selepas penampilan usai, malam itu, tim masih dapat menikmati suasan mall Veliko. Sebelum mall tutup, rombongan Indonesia pun sudah berada di bus menuju kembali ke hotel. Sungguh hari kedua yang indah dan menyenangkan. Semua kegiatan berlangsung lancar. Malam itu saya dan yakin semua anggota tim tidur nyenyak dan siap menyambut hari ketiga festival. Kira-kira di mana jadwal pentas Indonesia di hari ketiga? ...

     


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.









    Oleh: Supartono JW

    Senin, 27 Juli 2020 18:56 WIB

    Kisah Perjalanan (4) 27 Juli, Sehari di La Vallee dan Disneyland-Paris

    Dibaca : 531 kali

    Hari ini, Rabu, 27 Juli 2011 setelah sarapan pagi, sesuai agenda kami akan bertandang ke La Valee Outlet Shooping Village dan lanjut ke Paris-Disneyland. Sebenarnya, masih ingin badan ini rebahan di kamar hotel, namun apa boleh buat, saya harus mengikuti agenda perjalanan wisata yang memang sudah sangat tertata. Jadi, tidak boleh ada waktu yang meleset dari jadwal yang telah ditentukan. Kemarin, setengah hari ada di Brussel-Belgia, dan setengah harinya lagi berada di bus baik dari Amsterdam menuju Brussel, maupun Brussel menuju Paris, memang tidak begitu banyak menguras tenaga, karena semua perjalanan di tempuh pada siang hari. Nyamannya bus yang membawa kami dan pemandangan indah antara Brussel-Paris, menjadikan kami tak merasakan bahwa kami harus menempuh perjalanan selama kurang lebih 4 jam 40 menit. Bahkan, saat bus harus rehat di rest area pun, kami sebenarnya ingin bus tak perlu berhenti, karena semangatnya kami. Malah saat bus masuk ke Paris, kami pun tak menyadari bahwa kini kami sudah ada di negera Prancis. Bila di sebelumnya kami sudah bercengkerama di Istanbul-Turki selama sehari. Lalu, di Sofia, Veliko Tarnovo, dan Razgrad-Bulgaria selama delapan hari. Berikutnya, singgah di Koln, Duseldorf-Jerman sekitar tiga jam, dan di Volendam, Amsterdam-Belanda selama dua malam satu hari. Kemudian, di Brussel-Belgia setengah hari, maka di Paris-Prancis ini, kami menginap selama empat malam dan bercengkerama selama tiga hari penuh.