Kisah Budaya (6); Parade Masak dan Musik - Travel - www.indonesiana.id
x

Masakan Indonesia, Supartono JW

Supartono JW

Pengamat
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 18 Juli 2020 13:46 WIB
  • Travel
  • Berita Utama
  • Kisah Budaya (6); Parade Masak dan Musik

    Dibaca : 753 kali

    Hari ketiga, festival misi budaya, 18 Juli 2011 adalah parade masakan antar negara. Panitia memang sudah menyesuaikan situasi dan kondisi acara yang tetap menjaga kebugaran seluruh anggota peserta dari setiap negara, sebab pertunjukkan tari dan musik dengan tempat yang berpindah-pindah, bukan saja membutuhkan waktu dan persiapan, namun juga membutuhkan kesehatan fisik yang prima bagi semua peserta. Selain menu makanan di hotel yang telah disiapkan memenuhi syarat asupan kalori untuk seluruh peserta lintas benua, waktu istirahat yang cukup juga menjadikan setiap individu peserta misi budaya juga tetap dalam kondisi bugar.

    Karenanya, setelah melakukan kegiatan maraton selama dua hari sejak hadir di Veliko Tarnovo, hari ketiga ini agenda acaranya adalah parade bubaya masakan tradisonil setiap negara peserta. Lokasi acara sama di halaman hotel seperti saat parade tari-musik di hari kedua kemarin. Setiap negara di berikan ruang untuk memasak dan menyajikan hasil masakannya.

    Meski malam itu agendanya adalah parade masakan, namun menyoal makan malam, semua peserta misi budaya juga tetap terlebih dahulu menyantap makan malam bersama yang sudah disiapkan hotel. Baru, seusai makan malam dengan tetap menyisakan sebagian ruang di perut agar tetap dapat menyantap dan mencoba masakan tradisionil dari berbagai negara, parade masak pun dimulai.

    Sebelum dimulai, panitia membuka acara dan menginformasikan bahwa susuanan parade masakan diawali dengan masing-masing negara memasak, kemudian menyajikan hasil masakan di setiap meja yang telah ditempatkan. Selain parade masak, setiap negara juga tetap menyiapkan pertunjukkan tari dan musik untuk mengiringi parade masak tersebut.

    Begitu parade dimulai dan setiap tim misi budaya dari berbagai negara memulai mengolah masakannya masing-masing, seluruh area dan lingkungan tempat acara seketika beraroma bumbu-bumbu masakan yang menyengat dipadu dengan tari dan musik. Semua aroma berbaur menjadi satu. Namun, saat ada satu aroma khas yang tiba-tiba menyeruak tercium oleh semua peserta, adalah saat tim Indonesia sedang mengoseng sambal terasi. Hmmmmm, sangat memancing selera makan kembali.

    Sumber: Supartono JW

    Malam itu, dari semua masakan yang disiapkan oleh tim Indonesia di antaranya selain sambal terasi dengan lalapannya, juga ada menu khas nasi goreng dan sate. Begitu, acara memasak usai dan semua tim sudah menyajikan hasil masakan di atas meja, selanjutnya para juri parade masak mencicipi dan menilai hasil masakan semua tim. Dan, benar saja, masakan Indonesia mendapatkan apresiasi hebat dari juri dan panitia.

    Sumber: Supartono JW

    Sumber: Supartono JW

    Sumber: Supartono JW

    Usai pengumuman apresiasi parade masak, acara pun berlanjut dengan saling mencicipi masakan dari berbagai negara. Seperti sudah saya duga, peserta dari berbagai negara juga mengerubuti stand Indonesia. Luar biasa, acara yang sempurna. Mencicipi masakan sambil mendengarkan alunan musik dari berbagai negara menjadi peristiwa yang langka.

    Udara malam yang mulai terasa dingin, setelah acara parade masak diiringi musik usai, seluruh peserta pun kembali ke tempat masing-masing. Meski ada yang melanjutkan bercengkerama di lokasi acara, ada yang pindah ke lobby hotel, dan ada yang langsung masuk kamar.

    Untuk tim Indonesia sendiri, setelah melakukan briefing untuk persiapan acara hari keempat, ada yang masih melanjutkan bertemu dengan peserta dari negara lain sekadar ngobrol dan santai, ada yang langung masuk ke kamar istirahat. Yang pasti, setiap individu anggota dalam tim sudah tahu jam berapa harus sudah tidur, jam berapa harus sudah bangun, dan apa saja tanggungjawab yang harus dilakukan dalam setiap agenda acara. Yah, hari ketiga di Veliko yang mengesankan...


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.









    Oleh: Supartono JW

    Senin, 27 Juli 2020 18:56 WIB

    Kisah Perjalanan (4) 27 Juli, Sehari di La Vallee dan Disneyland-Paris

    Dibaca : 531 kali

    Hari ini, Rabu, 27 Juli 2011 setelah sarapan pagi, sesuai agenda kami akan bertandang ke La Valee Outlet Shooping Village dan lanjut ke Paris-Disneyland. Sebenarnya, masih ingin badan ini rebahan di kamar hotel, namun apa boleh buat, saya harus mengikuti agenda perjalanan wisata yang memang sudah sangat tertata. Jadi, tidak boleh ada waktu yang meleset dari jadwal yang telah ditentukan. Kemarin, setengah hari ada di Brussel-Belgia, dan setengah harinya lagi berada di bus baik dari Amsterdam menuju Brussel, maupun Brussel menuju Paris, memang tidak begitu banyak menguras tenaga, karena semua perjalanan di tempuh pada siang hari. Nyamannya bus yang membawa kami dan pemandangan indah antara Brussel-Paris, menjadikan kami tak merasakan bahwa kami harus menempuh perjalanan selama kurang lebih 4 jam 40 menit. Bahkan, saat bus harus rehat di rest area pun, kami sebenarnya ingin bus tak perlu berhenti, karena semangatnya kami. Malah saat bus masuk ke Paris, kami pun tak menyadari bahwa kini kami sudah ada di negera Prancis. Bila di sebelumnya kami sudah bercengkerama di Istanbul-Turki selama sehari. Lalu, di Sofia, Veliko Tarnovo, dan Razgrad-Bulgaria selama delapan hari. Berikutnya, singgah di Koln, Duseldorf-Jerman sekitar tiga jam, dan di Volendam, Amsterdam-Belanda selama dua malam satu hari. Kemudian, di Brussel-Belgia setengah hari, maka di Paris-Prancis ini, kami menginap selama empat malam dan bercengkerama selama tiga hari penuh.