Kisah Budaya (9-10) Parade dan Pentas di Provinsi Razgrad - Travel - www.indonesiana.id
x

Supartono JW

Supartono JW

Pengamat
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Jumat, 24 Juli 2020 13:00 WIB
  • Travel
  • Berita Utama
  • Kisah Budaya (9-10) Parade dan Pentas di Provinsi Razgrad

    Dibaca : 620 kali

    Supartono JW

    Setelah semua tim misi budaya menyelesaikan tugas di hari kelima, ada yang pentas di mal, di desa-desa, dan panggung utama, maka di hari keenam, 21 Juli 2011, semua rombongan tim misi budaya dari semua negara bergeser dan menuju ke Provinsi Razgrad Bulgaria. Jarak antara Veliko ke Razgrad 116,8 km. Menuju ke Razgrad dengan melalui jalan raya di perbukitan butuh waktu tempuh sekitar dua jam, karena perjalanan ditujukan sambil menikmati pemandangan indah di antara jarak kedua provinsi di Bulgaria tersebut.

    Sumber: Supartono JW

    Sumber: Supartono JW

    Setelah pementasan festival hari kelima, seusai sarapan pagi rombongan dengan masing-masing bus bergerak menuju Provinsi Razgrad. Setelah tiba di Razgrad, siang itu, sebelum semua rombongan masuk ke kamar hotel di Razgard, Wali Kota Razgrad menjamu makan siang dan acara ramah tamah dengan seluruh tim.

    Sumber: Supartono JW

    Menjelang Ashar, baru semua rombongan masuk ke kamar masing-masing. Setelah Salat Ashar, tim Indonesia tetap menyempatkan diri untuk berlatih tari dan musik untuk ditampilkan pada esok hari 22 Juli 2011. Mengingat festival budaya di kota Razgrad akan cukup menguras fisik, maka selepas makan malam, semua tim memanfaatkan untuk benar-benar istirahat. Sebab, sebelum parade tari dan musik yang akan mengelilingi jalan raya di kota Razgrad dan diakhiri di panggung utama di  halaman kantor Wali Kota, pagi harinya, secara bergiliran, semua tim misi budaya akan diterima di kantor wali kota, ramah tamah secara khusus bersama wali kota dan jajarannya di kota Razgrad.

    Sumber: Supartono JW

    Sumber: Supartono JW

    Sumber: Supartono JW

    Hari yang ditunggu pun tiba, selepas semua rombongan makan pagi, lalu sudah bersiap dengan kostum tari dan musiknya, maka untuk menuju kantor wali kota tinggal berjalan kaki melalui pintu belakang hotel, karena panggung utama berada persis di sisi kantor wali kota, dan perjalanan parade juga akan dimulai dari alun-alun yang ada di depan kantor wali kota.

    Sumber: Supartono JW

    Setelah rombongan Indonesia mendapat giliran ramah tamah, lalu disuguhi makanan khas dan cindera mata khas kota Razgrad dari Pak Wali Kota, maka semua rombongan pun bersiap untuk melakukan parade, pawai tari musik dan kebudayaan dari setiap negara. Parade atau pawai ini diawali dari alun-alun dan kembali ke alun-alun dan menuju panggung utama.

    Sumber: Supartono JW

    Tak berbeda dengan di kota Veliko, masyarakat kota Razgrad pun telah siap menyambut parade yang berkeliling di jalan protokol kota Razgrad dan memenuhi setiap jengkal trotoar, nyambung hingga ke panggung utama.  Sangat takjub melihat masyarakat Razgrad yang sangat antusias menyambut festival budaya dari berbagai negara ini.

    Sumber: Supartono JW

    Parade pun dimulai dan di setiap kesempatan, berbagai tim berhenti dan menampilkan pertunjukan tari dan musiknya. Saya hitung, sepanjang parade, tim Indonesia lebih dari lima kali berhenti, menampilkan tari dan musiknya di hadapan para penonton di pinggir jalan. Hingga pada akhirnya, parade pun berakhir saat semua rumbungan satu-persatu sampai di sisi kiri-kanan-belakang panggung utama.

    Sumber: Supartono JW

    Sumber: Supartono JW

    Sumber: Supartono JW

    Sumber: Supartono JW

    Karena parade pawai dimulai sekitar pukul 14.30an waktu setempat, maka saat sampai ke panggung utama, sudah sekitar pukul 17.30an. Pengunjung pun langsung memenuhi arena pertunjukkan panggung utama. Tidak lama, Wali Kota dan panitia pun membuka acara pada sore hingga malam.

    Sumber: Supartono JW

    Sumber: Supartono JW

    Sumber: Supartono JW

    Seperti Indonesia, semua negara pun membawakan nomor-nomor tari dan musik lain yang selama ini juga belum kami lihat. Pasalnya, baik tampil di panggung utama di Veliko maupun di Razgrad, setiap tim hanya kebagian waktu menampilkan satu jenis tari dan musik.

    Sumber: Supartono JW

    Sumber: Supartono JW

    Sumber: Supartono JW

    Sumber: Supartono JW

    Sumber: Supartono JW

    Di panggung yang ukurannya tidak jauh berbeda dengan panggung utama di Veliko, semua tim termasuk Indonesia, tampil memukai dan mendapat sambutan meriah dari seluruh penonton. Yang menarik, sambil menunggu giliran pentas, setiap tim dari-masing-masing negara malah sudah saling mengenal, sehingga bisa sambil bercengkerama, saling ngobrol dan berfoto ria. Sangat mengesankan.

    Seusai pertunjukkan, malam itu, semua rombongan juga langsung bersiap menempuh perjalanan kembali ke Hotel Veliko, sebab besok 23 Juli 2011, adalah hari terakhir festival. Sesuai jadwal, di hari penutupan pun acaranya sama seperti saat pembukaan. Semua tim akan kembali berparade dari pusat kota, pawai tari dan musik, lalu diakhiri menuju panggung utama di Taman Veliko dan acara dilanjutkan dengan pementasan terakhir sekaligus penutupan acara festival oleh Wali Kota Veliko Tarnovo.

    Setelah menempuh perjalanan sekitar dua jam, hampir dini hari, semua rombongan tim misi budaya pun langungsung masuk kamar hotel dan beristirahat, demi memulihkan fisik untuk hari terakhir.

     

     


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.









    Oleh: Supartono JW

    Senin, 27 Juli 2020 18:56 WIB

    Kisah Perjalanan (4) 27 Juli, Sehari di La Vallee dan Disneyland-Paris

    Dibaca : 532 kali

    Hari ini, Rabu, 27 Juli 2011 setelah sarapan pagi, sesuai agenda kami akan bertandang ke La Valee Outlet Shooping Village dan lanjut ke Paris-Disneyland. Sebenarnya, masih ingin badan ini rebahan di kamar hotel, namun apa boleh buat, saya harus mengikuti agenda perjalanan wisata yang memang sudah sangat tertata. Jadi, tidak boleh ada waktu yang meleset dari jadwal yang telah ditentukan. Kemarin, setengah hari ada di Brussel-Belgia, dan setengah harinya lagi berada di bus baik dari Amsterdam menuju Brussel, maupun Brussel menuju Paris, memang tidak begitu banyak menguras tenaga, karena semua perjalanan di tempuh pada siang hari. Nyamannya bus yang membawa kami dan pemandangan indah antara Brussel-Paris, menjadikan kami tak merasakan bahwa kami harus menempuh perjalanan selama kurang lebih 4 jam 40 menit. Bahkan, saat bus harus rehat di rest area pun, kami sebenarnya ingin bus tak perlu berhenti, karena semangatnya kami. Malah saat bus masuk ke Paris, kami pun tak menyadari bahwa kini kami sudah ada di negera Prancis. Bila di sebelumnya kami sudah bercengkerama di Istanbul-Turki selama sehari. Lalu, di Sofia, Veliko Tarnovo, dan Razgrad-Bulgaria selama delapan hari. Berikutnya, singgah di Koln, Duseldorf-Jerman sekitar tiga jam, dan di Volendam, Amsterdam-Belanda selama dua malam satu hari. Kemudian, di Brussel-Belgia setengah hari, maka di Paris-Prancis ini, kami menginap selama empat malam dan bercengkerama selama tiga hari penuh.