Kisah Budaya (11) Penutupan Festival Feliko Tarnovo - Travel - www.indonesiana.id
x

Supartono JW

Supartono JW

Pengamat
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Jumat, 24 Juli 2020 16:29 WIB
  • Travel
  • Berita Utama
  • Kisah Budaya (11) Penutupan Festival Feliko Tarnovo

    Dibaca : 586 kali

    Tanpa terasa, hari ini 23 Juli 2011 adalah hari terakhir kegiatan Festival Budaya bernama “International Folklore Festival Veliko Tarnovo” (IFFVT), Bulgaria”, yang dimulai sejak 16-23 Juli 2011. Dalam catatan kecil saya ini, yang fokus hanya menyorot seputar festival, meski bila mau ditulis, sisi lain dari kegiatan utama selama di Bulgaria ini sangat banyak. Namun, pada kesempan ini, saya hanya coba memotret apa yang dilakukan oleh rombongan Tim Misi Budaya Indonesia (TMBI) saja khusus menyoal festival.

    Pagi 23 Juli 2011, sejatinya badan masih terasa lelah dan mata masih mengantuk, sebab sejak 21-22 Juli selain melakukan perjalanan pergi pulang ke Provinsi Rezgrad, acara parade dan pementasan di Rezgrad, sudah cukup menguras fisik. Namun, sarapan pagi tetap harus sesuai jadwal yang ditentukan. Saat di tempat makan, saya juga melihat, selain anggota tim dari Indonesia, tim lain juga sama nampak terlihat masih lelah.

    Tetapi, mengingat hari siang hingga malam nanti adalah hari terkhir kegiatan festival, maka meski lelah, semua tim tetap terlihat semangat. Usai sarapan, kami semua masih ada waktu untuk istirahat hingga makan siang. Jadi, masih dapat menyegarkan tubuh lagi dengan beristirahat di kamar, sambil sudah mulai mengemas dan memasukkan barang-barang ke kopor untuk persiapan angkat kaki dari Bulgaria, dan melanjutkan perjalanan wisata mengintip negeri-negeri Eropa.

    Pada akhirnya, usai makan siang, semua rombongan tim misi budaya pun sudah bersiap menuju tempat pemberangkatan parade, untuk kembali mengelilingi jalan di kota Veliko sambil pentas tari dan musik, hingga akhirnya menuju panggung utama setelah melewati Kantor Wali Kota Veliko Tarnovo.

    Sumber: Supartono JW

    Sumber: Supartono JW

    Sumber: Supartono JW

    Sumber: Supartono JW

    Sumber: Supartono JW

    Sumber: Supartono JW

    Sumber: Supartono JW

    Sebagai persembahan terakhir, Indonesia kembali menampilkan tari Rapai Geleng. Selama berparade mengelilingi kota, tari ini pun dipertunjukkan di jalan raya, dan sangat menghibur masyarakat Veliko dan para wisatawan manca negara.

    Sumber: Supartono JW

    Saat Indonesia kembali tampil di panggung utama, di malam penutupan itu, beberapa penonton yang sudah menyaksikan tari Rapei Gelang sebelumnya, justru langsung berdiri dan bertepuk tangan tanda sangat menghormati dan menghargai pertunjukkan tim Indonesia ini. Memang, meski dipertunjukkan berulang-ulang, dari lima menu tari yang dipertunjukkan Indonesia, semuanya tetap sangat menarik perhatian penonton.

    Sumber: Supartono JW

    Selain pementasan akhir dari festival sekaligus penutupan acara festival, malam itu juga menjadi malam perpisahan dari seluruh tim, sebab, besok pagi, kami tinggal bertemu terakhir di meja makan, saat sarapan pagi sebelum semua tim meninggalkan Veliko.

    Sumber: Supartono JW

    Sepanjang festival berlangsung, saya juga menjadi tahu, bahwa beberapa tim dari negara lain, ternyata adalah tim khusus yang dipersiapkan oleh negara mereka untuk terus mengikuti festival misi budaya di berbagai negara. Artinya, ada beberapa tim dari negara lain, yang setelag dari Veliko, akan melanjutkan perjalanan misi budaya ke negara lain. Menariknya, tim-tim ini juga mendapat gaji dari negara mereka, untuk berkeliling dunia, mempromosikan seni dan budaya tradisi negera mereka.

    Sumber: Supartono JW

    Pentas malam penutupan pun berakhir, namun seusai pentas, kami semua masih mendapat suguhan dari panitia, yaitu menyaksikan pertunjukkan yang saya sebut “Pertunjukkan musik dan lampu di Bukit Veliko”. Pertunjukkan itu sendiri berlangsung seusai malam penutupan, dan kami semua menuju ujung jalan bukit Tornovo dan kami menonton dari tempat parkir di ketinggian. Sementara, pertunjukkannya sendiri ada di bukit seberang. Bukit yang tadinya gelap gulita, tiba-tiba  ada cahaya yang menjadi rangkain suatu cerita. Saat melihat pertunjukkan rasanya ada perasaan mistis, misteri, dan dramatis. Sebab, rangkaian pertunjukkan dengan kekuatan permainan lighting yang sangat modern dan menjadi rangkaian cerita, memang terinspirasi dari cerita rakyat atau legenda di daerah itu sehingga memunculkan aura horor. Sangat menariknya, panggung drama mistis tersebut adalah bukit yang luas, bukan panggung biasa. Lalu rangkaian kisah mengalir seiring dengan aliran lampu dan musik. Sangat menakjubkan.

    Pertunjukkan spektakuler yang memang sengaja ditampilkan di tengah malam tersebut pun berakhir, dan semua rombongan kembali menuju hotel. Rasa lelah, semua sudah terbayar. Kisah Festival Veliko Tarnovo pun akan menjadi cerita saja bila tak ada buktinya.

    Sebelum tidur, saya coba merangkum apa yang telah ditorehkan oleh tim misi budaya Indonesia selama delapan hari di Veliko Tarnovo dan Rezgrad, dua provinsi dari Bulgaria yang sangat menawan.

    Saya coba buka lagi catatan harian saya: (16/7) Alhamdulillah, parade dan opening festival lancar, sukses. Dengan bawakan nomor tari Enggang Kalimantan. Tampil dengan nomor urut 2 setelah tuan rumah Bulgaria, disusul Macedonia, Italia, Columbia, Mexsiko, Irlandia, Rusia, Turki. Semoga tampilan hari ini senatiasa lancar dan sukses.

    (17/7) Mengawali hari kedua, pagi hingga siang ini Kontes Miss Festival. Alhamdulillah, Lula menyabet gelar Best Costum. Selamat Lula (Indonesia). Kini rehat dan siap kembali tampil nanti malam di salah satu Mall Veliko Tarnovo. Smoga lancar sukses. amin.

    (18/7) Pentas sore ini di Central Mall Veliko, bawakan nomor tari Gandes Kipas Betawi, Tari Piring Padang, dan Tari Zapin Melayu, dan selingan musik, sukses- sambutan meriah. Tunggu tampilan besok, smoga lancar sukses senantiasa. amin. (Bu Lita, foto-fotonya ya).

    (19/7) Saat antri sarapan pagi di resto tadi, soerang peserta dari Columbia datangi saya, saya pikir mau apa, begitu berhadapan, eh di acungkan jempol ke saya dan bilang Indonesia Good terus ambil makan, persis yang disampaikan oleh beberapa peserta negera lain ketika saya tawarkan menu sate ayam-mie goreng.

    Lalu, festival hari ketiga semarak! Tarian, lagu/musik daerah,serta sajian makanan khas: sate ayam, mie goreng, minuman khas bir pletok dan markisa (diolah oleh semua ibu-ibu yang dampingi misbud), ditampilsajikan untuk seleruh audien (peserta dari negara lain dan pengunjung hotel) kurang lebih 2 jam, diakhiri dengan menyanyi dan menari bersama pengunjung/penonton. Luar biasa, sambutan meriah!!!!Top of FormBottom of Form

    (20/7) Mengawali kegiatan Festival hari ini, Siaran Langsung pukul 19.30 waktu Veliko dari Radio HRISTO BOTEV, www.bnr.bg Musik Lagu-Lagu Daerah oleh Tim Misbud. Selamat mendengarkan! Mantapssss

    Българско национално радио

    bnr.bgАрхеолози ще проучват две праисторически селища в Плевенско

    Berikutnya, malam yang indah. Tampil sebagai pembuka parade festival dengan tari Piring. Berikutnya 2 tampilan di antara selang-seling sajian Cyprus, Bulgaria, Italia, Columbia, Mexsico, Rusia dengan sajian tari Rapai Geleng dan Zapin. Mantap Habiiis. Sukses terus. Buat pentas besok 'lebih'. Aamiin.Top of Form

    (21/7) Hari yang memesona. Lengkap berasa di Veliko Tarnovo. pagi hingga siang, mengitari kota, bercengkarama di Central Mal, dan menyusuri Kota Tua Veliko (menakjubkan) sebagai pemanasan tampil. Siang ke sore rekaman plus on air di Radio HRISTO BOTEV. Malam hari ke luar kota, di sebuah desa/kampung sekelas Kelurahan, sajian tarian dan musik disuguhkan untuk warga setempat dalam gedung pertunjukkan (semacam balai rakyat dengan panggung modern) wuih dengan Bendera Merah Putih yang terus berkibar selama tampilan, ditutup makan malam spesial di resto setempat. Lunas hari ini. Anak-anak, pelatih, ibu-ibu pendamping, spektakulerrr!

    (22/7) Tampilan memukau, tepukan masih terngiang-ngianggggg... . Itulah tampilan malam ini di panggung Razgrad. Menurunkan empat nomor tarian, dengan selang-seling berparade bersama negara Cyprus, Italia, Meksico. Suasana semakin berasa-rasa festival. Publik setempat dan mancanegara pun membludak. Bravo keluarga besar MISBUD, tancap dan kibarkan terus Merah Putihmu, untuk unjuk kebolehan esok!

    Pengalaman di Kota Razgrad, 2 jam dari Veliko Tarnovo, diterima dan disambut hangat oleh Bapak Walikota, menginap di Hotel Razgrad. Parade bersama Italia, Mexico, Bulgaria, Turki, Hongaria, Cyprus, Rusia mengitari jalan kota, diakhiri dengan Pentas bersama di Taman Kota dengan ribuan publik setempat dan mancanegara menjadi saksi atraksi kesenian masing-masing negara. Dan Indonesia dengan Rafa'i Gelengnya, tetap gemuruhkan tepukan penonton. Siang, ini gladi bersih penutupan telah usia. Dan nanti malam mulai pukul 19.00 waktu Veliko, Festival akan diakhiri. Sukses. Aamiin.

    (23/7) Alhamdulillah, malam ini tuntas. Rangkaian acara Festival Feliko Tarnovo 16-23 Juli 2011 malam ini berakhir. Lunas, semua upaya dari A sampai Z terbayar, seluruh penampilan prima dan berkualitas dengan Merah Putih berkibar sepanjang perhelatan. Mengawali penutupan, start parade dari Kota Tua menuju Taman Kota, Indonesia tetap di nomor urut 2 setelah tuan rumah Bulgaria. Menyusul berturut-turut Macedonia, Italia, Mexsico, Columbia, Irlandia, Cyprus, Rusia. Pun urut tampil pentas sama. Semoga, goresan dalam Festival yang diunjuk tampilkan oleh putra-putri kita Indonesia, senantiasa membekas di seluruh audien tuan rumah maupun negara lain. Terima kasih atas doa dan dukungan dari seluruh pihak, KBRI Bulgaria, dan lainnya, atas suksesnya tim misbud ini. Amin. Semoga tim misbud tahun depan akan lebih dan lebih sukses. Amin. Sebagai pelepas lelah, tim misbud, mulai Minggu, 24 Juli hingga 1 Agustus akan beranjang sana ke beberapa negara Eropa.

    Selain itu juga saya catat hasil dari International Folklore Festival Veliko Tarnovo, adalah Pertama, parade festival dengan mengenakan kostum nasional serta memainkan musik dan tari tradisional baik dalam pembukaan maupun penutupun mendapat sambutan yang sangat meriah dan sukses. Kedua, pertunjukkan tari dan musik di panggung Utama dalam  pembukaan, penampilan nomor-nomor musik dan tari khusus, serta penutupan sukses. Ketiga, pertunjukkan tari dan musik di Plaza dan Gedung Pertunjukkan sekelas kecamatan,   sukses. Keempat, pertemuan dan  keakraban dengan negara-negara peserta festival terjalin. Kelima, pameran cindera mata dan stand budaya dalam festival mendapat sambutan, respon dari Panitia maupun negara peserta serta pengunjung sangat baik. Keenam, pertukaran cindera mata dengan peserta negara lancar. Ketujuh, perkenalan makanan tradisional Indonesia sekaligus pertunjukkan musik dan tari sukses.

    Selain itu, prestasi yang ditorehkan adalah seluruh penampilan musik, tari, kostum, keramahan, dan lainnya mendapatkan sambutan  dan respon  yang luar biasa dari peserta negera lain dan audien. Menyabet gelar busana terbaik 3. Liputan di media cetak dan elektronik  Bulgaria. Musik dan lagu di tayangan live Radio Bulgaria. Dari  3 indikator penelian (Displiln, Manajemen, Grup dan Sikap), dengan rentang nilai antara 1-5,  ketiga indikator tersebut, Tim Misi Indonesia seluruhnya meraih poin sempurna 5, dan hasilnya Cioff, mengundang kembali tim ini pada gelaran festival tahun 2012 di Brazil.

    Lelah yang mengasyikkan dan terbayar. Sedih dan gembira berbaur menjadi satu. Sedihnya, besok pagi harus berpisah dengan tim misi budaya dari negara lain. Gembiranya, meraih penghargaan dan prestasi di festival, pun akan berlanjut wisata ke Eropa lainnya. Sayonara Bulgaria, buku catatan pun saya tutup, tidur.

     


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.









    Oleh: Supartono JW

    Senin, 27 Juli 2020 18:56 WIB

    Kisah Perjalanan (4) 27 Juli, Sehari di La Vallee dan Disneyland-Paris

    Dibaca : 532 kali

    Hari ini, Rabu, 27 Juli 2011 setelah sarapan pagi, sesuai agenda kami akan bertandang ke La Valee Outlet Shooping Village dan lanjut ke Paris-Disneyland. Sebenarnya, masih ingin badan ini rebahan di kamar hotel, namun apa boleh buat, saya harus mengikuti agenda perjalanan wisata yang memang sudah sangat tertata. Jadi, tidak boleh ada waktu yang meleset dari jadwal yang telah ditentukan. Kemarin, setengah hari ada di Brussel-Belgia, dan setengah harinya lagi berada di bus baik dari Amsterdam menuju Brussel, maupun Brussel menuju Paris, memang tidak begitu banyak menguras tenaga, karena semua perjalanan di tempuh pada siang hari. Nyamannya bus yang membawa kami dan pemandangan indah antara Brussel-Paris, menjadikan kami tak merasakan bahwa kami harus menempuh perjalanan selama kurang lebih 4 jam 40 menit. Bahkan, saat bus harus rehat di rest area pun, kami sebenarnya ingin bus tak perlu berhenti, karena semangatnya kami. Malah saat bus masuk ke Paris, kami pun tak menyadari bahwa kini kami sudah ada di negera Prancis. Bila di sebelumnya kami sudah bercengkerama di Istanbul-Turki selama sehari. Lalu, di Sofia, Veliko Tarnovo, dan Razgrad-Bulgaria selama delapan hari. Berikutnya, singgah di Koln, Duseldorf-Jerman sekitar tiga jam, dan di Volendam, Amsterdam-Belanda selama dua malam satu hari. Kemudian, di Brussel-Belgia setengah hari, maka di Paris-Prancis ini, kami menginap selama empat malam dan bercengkerama selama tiga hari penuh.