Kisah Perjalanan (4) 27 Juli, Sehari di La Vallee dan Disneyland-Paris - Travel - www.indonesiana.id
x

supartono jw

Supartono JW

Pengamat
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Senin, 27 Juli 2020 18:56 WIB
  • Travel
  • Berita Utama
  • Kisah Perjalanan (4) 27 Juli, Sehari di La Vallee dan Disneyland-Paris

    Dibaca : 506 kali

    Hari ini, Rabu, 27 Juli 2011 setelah sarapan pagi, sesuai agenda kami akan bertandang ke La Valee Outlet Shooping Village dan lanjut ke Paris-Disneyland. Sebenarnya, masih ingin badan ini rebahan di kamar hotel, namun apa boleh buat, saya harus mengikuti agenda perjalanan wisata yang memang sudah sangat tertata. Jadi, tidak boleh ada waktu yang meleset dari jadwal yang telah ditentukan.

    Kemarin, setengah hari ada di Brussel-Belgia, dan setengah harinya lagi berada di bus baik dari Amsterdam menuju Brussel, maupun Brussel menuju Paris, memang tidak begitu banyak menguras tenaga, karena semua perjalanan di tempuh pada siang hari. Nyamannya bus yang membawa kami dan pemandangan indah antara Brussel-Paris, menjadikan kami tak merasakan bahwa kami harus menempuh perjalanan selama kurang lebih 4 jam 40 menit. Bahkan, saat bus harus rehat di rest area pun, kami sebenarnya ingin bus tak perlu berhenti, karena semangatnya kami.

    Malah saat bus masuk ke Paris, kami pun tak menyadari bahwa kini kami sudah ada di negera Prancis. Bila di sebelumnya kami sudah bercengkerama di Istanbul-Turki selama sehari. Lalu, di Sofia, Veliko Tarnovo, dan Razgrad-Bulgaria selama delapan hari. Berikutnya, singgah di Koln, Duseldorf-Jerman sekitar tiga jam, dan di Volendam, Amsterdam-Belanda selama dua malam satu hari. Kemudian, di Brussel-Belgia setengah hari, maka di Paris-Prancis ini, kami menginap selama empat malam dan bercengkerama selama tiga hari penuh.

    Sumber: Supartono JW

    Sumber: Supartono JW

    Sumber: Supartono JW

    Malam, 26 Juli 2011, sekitar pukul 19.15, bus pun telah mengantar kami di depan Hotel Mercure, Paris-Marne La Valee, tempat menginap kami di malam pertama di kota ini. Sesuai waktu yang telah ditentukan, setelah semua anggota rombongan masuk kamar, bersih diri dan ibadah, makan perdana di Paris pun dimulai. Santap malam yang mengesankan dengan menu yang wah, kami lalui dengan riang. Usai santap malam, kebiasaan saya adalah membuat catatan perjalanan, membaca, dan menonton tayangan televisi di kamar hotel. Setelah memahami agenda perjalanan besok, mata mengantuk, barulah tidur.

    WEDNESDAY 27/JUL/11

    PARIS-MARNE LA VALEE HOT BUFFET/FULL BREAKFAST AT HOTEL
    09:45 VISIT TO LA VALLEE OUTLET SHOPPING VILLAGE 0
    11:30 MARW_-_DISN______20_KMS___00:15_HRS

    PARIS-DISNEYLAND

    11:50 DISNEYLAND 1 DAY TICKET ENTRANCE
    12:30 LUNCH AT: MEAL COUPON
    MENU: THESE VOUCHERS ARE NOT A RESTAURANT
    RESERVATION./ADULT MENU: 1 APPETIZER, 1 SLIDE
    COURSE, 1 DESSERT, 1 SODA/CHILD MENU: 1 MAIN
    COURSE, 1 DESSERT AND ONE SOFT DRINK (25 CL/
    VOUCHER FOR FOR THE MONETARY VALUE
    19:00 DINNER AT: MEAL COUPON
    MENU: THESE VOUCHERS ARE NOT A RESTAURANT
    RESERVATION./ADULT MENU: 1 APPETIZER, 1 SLIDE
    COURSE, 1 DESSERT, 1 SODA/CHILD MENU: 1 MAIN
    COURSE, 1 DESSERT AND ONE SOFT DRINK (25 CL/
    VOUCHER FOR FOR THE MONETARY VALUE

    PARIS-MARNE LA VALEE    HOTEL - MERCURE M.L.V.NOISY LE GRAND

    Sumber: Supartono JW

    Seperti biasa, pagi, 27 Juli 2011, tradisi setelah ibadah pagi, saya lanjutkan menonton tayangan televisi, olah raga kecil di lingkungan hotel, bersih diri, dan lanjut sarapan pagi. Selepas sarapan pagi, kunjungan perdana hari ini adalah menuju La Valee Outlet Shopping Village. Bus pun sudah menjemput kami, karena di kota Paris ini, bus parkir di tempat yang telah di sediakan, bukan di halaman parkir hotel. Hanya perlu waktu sekitar lima belas menit, perjalanan dari hotel menuju sasaran kunjungan pertama.

    Sumber: Supartono JW

    Sumber: Supartono JW

    Sumber: Supartono JW

    Sumber: Supartono JW

    Sesampai di tempat, ternyata rupa La Valee Outlet Shopping Village, memang seperti perumahan di sebuah komplek bila di Indonesia. Namun, rumah-rumah itu bukan tempat tinggal, melainkan outlet shopping. La Vallee, terletak sekitar 30 kilometer sebelah timur Paris. Setelah saya terlebih dahulu menjelajahi wilayah ini, berbagai barang bermerek produk Paris dan belahan dunia lain, tersedia dengan harga yang lebih murah daripada di Paris dan ada tidak kurang seribu gerai di kawasan perbelanjaan ini.

    Segela jenis barang bermerek ada di sini, namun menjadi sasaran wisatawan karena harganya lebih murah 30-50 persen dibandingkan di Paris. Factory Outlet di sini memberikan diskon besar karena pajak di tempat ini lebih murah. Sebenarnya, bila kami tidak bersama rombongan, maka untuk mencapai mencapai La Vallee Village, dapat ditempuh dengan naik kereta dari Stasiun Charles de Gaulle, Paris ke arah Marne-la-Vallée dan turun di Val d’Europe.

    Selain itu, tempat perbelanjaan ini juga ternyata bukan hanya berada di Paris. Sebab, La Vallee merupakan bagian dari rangkaian factory outlet yang dibangun oleh Value Retail. Grup perusahaan ini juga membangun kompleks factory outlet di London, Milan, Barcelona sampai Shanghai.

    Setelah menjelajah La Vallee, meski harga di sini diskon dari  30-50 persen, tetap saja, bila mau membeli barang, harus disiapkan lembaran Euro yang tidak sedikit, kami pun bergeser melanjutkan kunjungan ke Paris-Disneyland.

    Sumber: Supartono JW

    Kami tiba di lokasi sekitar 11.50 waktu setempat. Dan, setelahnya, kami benar-benar mengakrabi seluruh ruang seperti sedang berada di Dunia Fantasi (Dufan) Ancol saja. Ringkasnya siang itu, mulai dari ibadah, makan siang, dan menikmati segala permainan dan hiburan, serta atraksi di dalam Disneyland sampai puas.

    Sumber: Supartono JW

    Sepanjang siang hingga sore berada di sebuah kompleks hiburan bertema Disney yang terletak di Marne-la-Vallée, Paris, sekitar 30 km di timur Paris-Prancis, dengan 2 buah taman bermain, Disneyland Paris dan Walt Disney Studios membuat kami benar-benar rileks.

    Sumber: Supartono JW

    Saat saya coba baca mengenai sejarah lahirnya tempat ini, Disneyland dibangun pada tahun1988 dan dibuka pada 12 April 1992 dengan nama Euro Disney. Karena sesuatu hal, pada Oktober 1994, namanya diubah menjadi Disneyland Paris. Dengan beberapa penambahan dan perubahan. Berikutnya, Walt Disney Studios dibuka pada tahun 2002.

    Sumber: Supartono JW

    Sumber: Supartono JW

    Sumber: Supartono JW

    Setelah hampir semua menu permainan dan hiburan kami nikmati, tanpa terasa kami pun sudah harus kembali ke hotel untuk santap malam dan istirahat.

    Dari sarapan pagi, makan siang di Disneyland, hingga kini makan malam, rasanya lidah saya sudah menjadi orang Eropa. Menu-menu makanan yang dihidangkan sudah akrab, sebab hari ini adalah sudah masuk hari ke-14 kami ada di Benua Biru.

    Sumber: Supartono JW

    Dari Jerman, Belanda, Belgia, hingga Prancis, yang paling saya rasakan adalah bila sampai kita hidup di negara ini, untuk sementara, satu kata dapat mewakili, yaitu: mahal, tidak seperti di Turki atau Bulgaria. Namun, meski kami sudah setengah bulan ada di sini, alhamdulillah kami semua tetap sehat dan bugar. Semoga, besok di hari ke-15, perjalanan wisata akan kembali lancar dan sukses, sebab Menara Eifflel sudah menunggu kami. Aamiin.

     


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.









    Oleh: Supartono JW

    Senin, 27 Juli 2020 18:56 WIB

    Kisah Perjalanan (4) 27 Juli, Sehari di La Vallee dan Disneyland-Paris

    Dibaca : 507 kali

    Hari ini, Rabu, 27 Juli 2011 setelah sarapan pagi, sesuai agenda kami akan bertandang ke La Valee Outlet Shooping Village dan lanjut ke Paris-Disneyland. Sebenarnya, masih ingin badan ini rebahan di kamar hotel, namun apa boleh buat, saya harus mengikuti agenda perjalanan wisata yang memang sudah sangat tertata. Jadi, tidak boleh ada waktu yang meleset dari jadwal yang telah ditentukan. Kemarin, setengah hari ada di Brussel-Belgia, dan setengah harinya lagi berada di bus baik dari Amsterdam menuju Brussel, maupun Brussel menuju Paris, memang tidak begitu banyak menguras tenaga, karena semua perjalanan di tempuh pada siang hari. Nyamannya bus yang membawa kami dan pemandangan indah antara Brussel-Paris, menjadikan kami tak merasakan bahwa kami harus menempuh perjalanan selama kurang lebih 4 jam 40 menit. Bahkan, saat bus harus rehat di rest area pun, kami sebenarnya ingin bus tak perlu berhenti, karena semangatnya kami. Malah saat bus masuk ke Paris, kami pun tak menyadari bahwa kini kami sudah ada di negera Prancis. Bila di sebelumnya kami sudah bercengkerama di Istanbul-Turki selama sehari. Lalu, di Sofia, Veliko Tarnovo, dan Razgrad-Bulgaria selama delapan hari. Berikutnya, singgah di Koln, Duseldorf-Jerman sekitar tiga jam, dan di Volendam, Amsterdam-Belanda selama dua malam satu hari. Kemudian, di Brussel-Belgia setengah hari, maka di Paris-Prancis ini, kami menginap selama empat malam dan bercengkerama selama tiga hari penuh.