Mahasiswa UMM Edukasi Anak Usia Dini tentang Cara Mengelola Sampah - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

Navis Zakiyah

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 30 Juli 2020

Jumat, 31 Juli 2020 09:12 WIB
  • Peristiwa
  • Berita Utama
  • Mahasiswa UMM Edukasi Anak Usia Dini tentang Cara Mengelola Sampah

    Dibaca : 379 kali

     

    Kesadaran untuk hidup bersih harus diajarkan sejak dini kepada anak-anak. Seperti yang dilakukan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang mendampingi anak madrasah Nurul Mubtadiin, di desa Banyuanyar, Kalibaru, Banyuwangi, pada Selasa (28/07/2020). Anak-anak tersebut diajari tentang bahaya dan cara memanfaatkan sampah.

    Mahasiswa UMM ini sedang melaksanakan pengabdian masyarakat oleh mahasiswa atau PMM. Pengabdian yang dilakukan mahasiswa UMM ini tentang pendampingan pengelolaan sampah untuk menjaga kebersihan lingkungan. Salah satu programnya ialah mengedukasi masyarakat khususnya anak usia dini tentang bahaya dan cara pengelolaan sampah.

    "Menanamkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan kepada anak usia dini adalah satu hal yang wajib dilakukan oleh setiap orang, sebab ketika usia dini saja sudah hidup bersih, maka ketika besar ia sudah terbiasa membuang sampah pada tempatnya," kata M. Rifqi Nurdiansyah, ketua kelompok 06 PMM UMM, kepada kami.

    Anak madrasah Nurul Mubtadiin ini sangat antusias sekali ketika mendengarkan mahasiswa UMM menjelaskan tentang kebersihan lingkungan. Apalagi dengan diberikan permainan tentang lingkungan ditambah diberikannya hadiah bagi yang bisa menjawab pertanyaan dengan benar.

    Rifqi menjelaskan bahwa di desa Banyuanyar ini banyak sekali sampah yang berserakan di pinggir jalan dan selokan. Hal ini yang membuat mahasiswa UMM mengambil sebuah permasalahan untuk diselesaikan secepat mungkin. "Dengan mengajari anak usia dini tentang kebersihan lingkungan dan cara mengelola sampah, harapannya dapat tercipta kesadaran dan jelas akan mengurangi sampah di masa depan desa ini," uharnya.

    Mahasiswa UMM ini sangat mengharapkan kepada anak-anak di desa Banyuanyar untuk dapat membuang sampah pada tempatnya, terlebih anak-anak ini dapat mengelola sampah menjadi barang yang bermanfaat. Atau setidaknya anak-anak mendapatkan uang dari hasil mengumpulkan sampah, agar uang jajan sekolah tidak meminta ke orang tua lagi.

    "Selama ini ternyata anak-anak masih belum banyak yang tahu bahwa sampah dapat menghasilkan uang atau menjadi barang yang bermanfaat. Maka dari sini kami sangat mendekati adik-adik madrasah untuk mendampingi tentang cara memanfaatkan sampah menjadi barang yang bermanfaat," kata dia.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.