Bisnis Barbershop di Tengah Pandemi Covid-19; Kenapa Tidak? - Gaya Hidup - www.indonesiana.id
x

Giovani Barbershop Premium Medan

An Nahal

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 31 Juli 2020

Jumat, 31 Juli 2020 12:04 WIB
  • Gaya Hidup
  • Berita Utama
  • Bisnis Barbershop di Tengah Pandemi Covid-19; Kenapa Tidak?

    Dibaca : 315 kali

    Apa yang Anda pikirkan setelah menjalani masa pandemi Covid-19 yang begitu panjang dan belum menampakkan ujungnya ini? Salah satu poin yang pasti disadari semua orang adalah mengandalkan jabatan tinggi dan gaji besar saja tidak cukup.

    Sejak pandemi memasuki fase outbreak hingga kini melangkah pada tahap ‘new normal’, tidak terhitung berapa jumlah pegawai yang dirumahkan hingga pemotongan gaji padahal pengeluaran justru lebih banyak. Solusinya? Tentu saja memiliki penghasilan sampingan.

    Berbisnis di Tengah Pandemi COVID-19, Mungkinkah?

    Merupakan sesuatu yang wajar bila hal pertama yang terbesit dalam benak masyarakat terkait memeroleh pendapatan tambahan adalah dengan berbisnis. Namun, di tengah situasi perekonomian dunia yang masih belum stabil, bijakkah keputusan tersebut?

    Tidak ada yang salah dengan merintis usaha meski pandemi belum usai. Hanya saja, berpikir out of the box alias anti mainstream sangat penting. Anda wajib mengonsep bisnis dengan prinsip 5W + 1H :

    1. What / Apa

    Prinsip pertama yaitu ‘what’ atau ‘apa’ bisnis yang hendak Anda geluti. Apakah penyediaan produk atau bergerak di layanan jasa? Pastikan memilih bisnis yang sangat dibutuhkan saat ini namun juga memiliki potensi jangka panjang yang bagus.

    2. Why / Mengapa

    Ini berkaitan dengan latar belakang dan tujuan Anda dalam merintis bisnis ini. Ketika mengetahui dengan pasti alasan menekuni bisnis, maka mudah kemudian untuk menentukan target yang ingin dicapai. Tidak memiliki goal sangat mudah membuat usaha kolaps.

    3. Who / Siapa

    Sudah tahu jenis usaha yang ingin dicoba dan alasan serta target yang hendak dicapai, Anda juga perlu mengenali pasarnya. Siapa yang dikendaki menjadi konsumen bisnis, baik berdasarkan gender, usia, profesi, maupun strata sosial.

    4. Where / Di Mana

    Lokasi usaha memberikan pengaruh penting terhadap kesuksesan sebuah usaha, terlebih jika bisnis yang digeluti masuk dalam kategori bisnis luring. Tempat strategis yang mudah dijangkau memberikan keuntungan tersendiri untuk sebuah usaha.

    5. When / Kapan

    Kapan Anda akan memulai usaha tersebut atau waktu yang ditargetkan untuk meraih profit sesuai harapan? Anda juga wajib merencanakan hal ini agar dapat mengukur tingkat keberhasilan dari bisnis tersebut.

    6. How / Bagaimana

    Jika sudah lengkap merancang prinsip 5W, tambahkan 1H atau ‘How’ alias bagaimana Anda akan memulai, menjalankan, hingga mengembangkan usaha itu. Penerapannya harus sesuai dengan konsep yang telah Anda susun.

    Memilih Bisnis Kala Pandemi untuk Jangka Panjang

    Jika Anda bisa mengonsep bisnis dengan baik sesuai prinsip di atas, maka tidak mustahil bisnis dapat berjalan. Sebagaimana poin ‘what’, bahwa memulai usaha di saat pandemi haruslah sesuatu yang relevan namun tidak bersifat musiman.

    Contoh bisnis produk yang sangat dibutuhkan saat ini namun tidak dijamin berlangsung dalam waktu yang panjang seperti masker, hand sanitizer dan kebutuhan sejenis. Ketika pandemi dinyatakan berakhir, deretan usaha tersebut akan mendadak lesu.

    Lantas, adakah bisnis yang tidak berisiko dirintis saat pandemi, memiliki demand yang bagus, serta berpotensi berjalan jangka panjang? Tentu saja ada, yaitu usaha self-treatment atau perawatan diri – khususnya yang menawarkan layanan in house-calling.

    Salah satu jenis perawatan yang sangat dibutuhkan saat ini yaitu barbershop alias pangkas dan perawatan rambut kekinian. Kebutuhan pasar akan layanan ini, terlebih jika dapat dikerjakan di rumah sangat tinggi sehingga menjadi ladang subur yang tidak sekadar aji mumpung.

    Mengapa Barbershop Patut Dipertimbangkan untuk Bisnis Saat Pandemi?

    Anda masih meragukan pernyataan tentang peluang bisnis barbershop yang sangat baik di tengah pandemi seperti sekarang ini? Wajar, sebab tidak sedikit usaha yang mengalami kebangkrutan akibat terdampak COVID-19. Namun, itu tidak berlaku untuk usaha barbershop.

    Bagaimana bisa demikian? Ada beberapa alasan yang melatar belakanginya :

    1) Jarang Ada yang Bisa Memotong Rambut Sendiri

    Mayoritas orang membutuhkan orang lain untuk memangkas rambutnya agar rapi. Hanya sepersekian persen dari total populasi yang melakukannya sendiri. Ditambah lagi, khusus laki-laki harus memotong rambut 1 – 2 kali sebulan agar tetap rapi.

    2) Fleksibel

    Tidak berlebihan jika menyebut bisnis barbershop sebagai salah satu usaha yang paling fleksibel. Anda bisa menjalankannya sendiri atau mempekerjakan karyawan, juga mudah menyesuaikan skala usaha dengan modal yang dimiliki.

    3) Merupakan Bisnis Jangka Panjang

    Barbershop juga menjadi usaha yang dapat berlangsung lama asalkan Anda mampu menyesuaikan dengan tren yang berlangsung serta situasi yang tengah terjadi. Contohnya seperti saat pandemi, bisnis dapat tetap berjalan hanya dengan beberapa penyesuaian kecil.

    Tips Merintis Bisnis Barbershop Agar Bertahan Lama

    Jadi, apakah Anda bisa langsung membuka dan menjalankan usaha barbershop dengan jaminan sukses di depan mata? Tentu saja tidak, ada hal-hal yang perlu Anda persiapkan :

    1. Keterampilan yang Mumpuni

    Anda menawarkan jasa, jadi tentu saja harus memiliki keahlian memotong dan menata gaya rambut yang mumpuni. Jika tidak memiliki bekal, Anda bisa mengikuti kursus hair stylist profesional yang salah satunya diadakan oleh Giovani Barbershop.

    Jika Anda berniat mengambil posisi sebagai pemilik usaha saja dan mempekerjakan karyawan, maka dapat mengirim pegawai yang potensial untuk mengikuti pelatihan tersebut. Pengasahan skill penting agar dapat memberikan pelayanan memuaskan untuk konsumen.

    2. Disiplin Terhadap Protokoler Keamanan dan Kesehatan

    Guna memberikan rasa nyaman pada konsumen dan menjamin keamanan pribadi, pastikan untuk disiplin dalam menaati protokoler kesehatan seperti mencuci tangan, menggunakan sarung, dan pelindung wajah.

    3. Tawarkan Layanan Home-Service

    Meskipun bepergian sudah tidak lagi dilarang, namun layanan perawatan di rumah merupakan suatu keharusan. Bukan hanya selama pandemi saja, tetapi jenis servis eksklusif ini akan terus diminati sehingga menyediakannya akan membuat konsumen lebih loyal.

    4. Berikan Promosi Menarik

    Langkah yang satu ini tidak hanya efektif untuk menggaet pelanggan baru, namun juga mempertahankan kesetiaan konsumen lama. Memberikan promo – selama tidak merugikan bisnis secara berlebihan bukan masalah dan terbukti efektif sebagai teknik marketing.

    Rahasia Bisnis Franchise Barbershop Sukses

    Bagi Anda yang tertarik untuk menggeluti bisnis barbershop karena melihat peluangnya yang bagus, ada satu rahasia yang tidak boleh sampai terlewat, yaitu Giovani Barbershop. Kunci kesuksesan di industri pangkas rambut kekinian yang tidak banyak diketahui.

    Bagaimana Giovani Barbershop dapat meningkatkan peluang kesuksesan bisnis Anda? Sebab, tidak hanya satu, tetapi ada banyak layanan vendor yang ditawarkan :

    • Kursus Hair Stylist Profesional

    Ingin menguasai teknik potong dan penataan gaya rambut untuk meningkatkan keterampilan guna memuaskan konsumen? Mengikuti kursus hair stylist profesional di Giovani Barbershop  bersama para ahli merupakan solusi.

    • Waralaba Barbershop

    Ingin menggeluti bisnis barbershop tapi tidak memiliki pengetahuan sama sekali? Anda hanya perlu menanamkan modal dan menjadi mitra Giovani Barbershop di kota Anda. Bukan hanya penyediaan peralatan dan konsultasi, bahkan manajemen juga dapat dibantu pengelolaannya.

    Nama besar Giovani Barbershop tidak perlu lagi diragukan di industri yang satu ini. Kini, merintis usaha di tengah pandemi hingga menjadikannya sumber penghasilan jangka panjang bukan lagi masalah besar.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.