Aspal Buton Aset Bangsa - Analisa - www.indonesiana.id
x

Gambar oleh jodeng dari Pixabay

Indŕato Sumantoro

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 12 Juli 2020

Selasa, 4 Agustus 2020 06:32 WIB

  • Analisa
  • Berita Utama
  • Aspal Buton Aset Bangsa

    Aspal Buton adalah aset bangsa. Demikian juga dengan Ibu Kota Negara Baru. Pak Jokowi benar bahwa aset bangsa yang paling utama adalah persatuan, kerukunan, dan persaudaraan. Oleh karena itu Pak Jokowi harus mampu mempersatukan, merukunkan, dan membangun persaudaraan antara semua aset-aset bangsa yang jumlahnya tidak terhitung banyaknya itu. Dan aspal Buton untuk pembangunan infrastruktur jalan-jalan di Ibu Kota Negara Baru hanyalah merupakan salah satu contoh kecil dari bentuk sinergi antara aset-aset bangsa tersebut.

    Dibaca : 964 kali

    Aset bangsa adalah sumber ekonomi atau kekayaan yang dimiliki oleh bangsa yang diharapkan akan mampu memberi manfaat usaha di masa mendatang. Dari sekian banyak aset-aset yang dimiliki oleh Indonesia, antara lain adalah aspal alam yang terdapat di Pulau Buton, Sulawesi Tenggara. Deposit aspal Buton ini diperkirakan yang terbesar di dunia, yaitu sebesar 650 juta ton. Dan mirisnya, aspal Buton ini sudah hampir 100 tahun, tetapi masih selalu dianggap sebagai harta karun yang terpendam. Karena masih belum bisa dimanfaatkan untuk menyejahterakan rakyat Indonesia. Padahal aspal Buton ini sebenarnya berada di atas permukaan tanah bumi Anoa yang kasat mata. Tetapi mengapa kita tidak bisa melihat potensinya?

    Kita masih bisa melihat dengan jelas menggunakan mata. Tetapi mungkin kita tidak bisa melihat dengan menggunakan mata hati. Aspal Buton itu sebenarnya adalah emas hitam yang terdapat di depan pelupuk mata. Tetapi mengapa kita diamkan saja selama hampir 100 tahun? Apa salahnya aspal Buton? Dan apa salahnya rakyat Indonesia?

    Aspal Buton tidak bersalah. Tetapi kesalahan itu terdapat pada diri kita. Rakyat Indonesia selama ini mata hatinya masih tertutup. Kita kurang bisa mensyukuri nikmat aspal Buton. Padahal Allah SWT sudah berjanji dalam Al Quran bahwa barang siapa yang mensyukuri nikmatNya, maka Allah SWT pasti akan menambah nikmatNya. Oleh karena itu mulai dari sekarang, marilah kita semua rakyat Indonesia mensyukuri nikmat aspal Buton ini. Semoga saja Allah SWT akan segera melimpahkan keberkahanNya atas karunia aspal Buton yang merupakan aset bangsa yang sangat luar biasa besarnya.

    Mengutip berita di Media pada tanggal 19 Januari 2019, Presiden Joko Widodo menekankan masalah optimisme negara dan persatuan masyarakat saat pidato HUT ke-46 PDIP. Pak Jokowi menegaskan bahwa aset utama bangsa adalah persatuan, kerukunan, dan persaudaraan. Apakah ada kaitannya antara aset bangsa persatuan, kerukunan, dan persaudaraan, dengan aset bangsa aspal Buton? Mungkin kalau Gus Dur masih hidup, beliau akan menjawab pertanyaan ini dengan santai: “Gitu saja kok repot”. Dan seluruh rakyat Indonesiapun pasti akan tertawa terbahak-bahak. Karena jawaban ini memang memiliki nilai filosofis yang sangat tinggi, dan sekaligus jawaban yang jujur dan menghibur.

    Persatuan, kerukunan, dan persaudaraan adalah sumber energi untuk mencapai cita-cita Indonesia yang adil dan makmur. Dan salah satu cara untuk mencapai Indonesia yang adil dan makmur adalah melalui pemanfaatan aspal Buton. Apakah ini jawaban yang dimaksud oleh Gus Dur?. Apabila seluruh rakyat Indonesia dapat hidup sejahtera, dan semua kebutuhan dasar hidupnya tercukupi, maka akan lebih mudah untuk mewujudkan rasa persatuan, kerukunan, dan persaudaraan. Dan hanya dengan adanya rasa persatuan, kerukunan, dan persaudaraan inilah akan tercapai cita-cita Indonesia yang adil dan makmur. Pertanyaan yang mendasar sekarang adalah bagaimana caranya yang paling mudah, dan paling cepat untuk mencapai Indonesia yang adil dan makmur?

    Visi Indonesia Maju Pak Jokowi sudah tepat. Beliau membangun infrastruktur jalan-jalan di seluruh Indonesia sampai ke pelosok-pelosok daerah. Tujuannya adalah untuk mempercepat arus lalu lintas manusia, dan sekaligus memperlancar distribusi barang-barang logistik konsumsi dan produksi. Sehingga diharapkan akan menciptakan multiplier effect terhadap peningkatan pertumbuhan ekonomi.

    Tetapi kebijakan Pak Jokowi ini menimbulkan sebuah pertanyaan kritis, yaitu: “Mengapa pembangunan infrastruktur jalan-jalan tersebut tidak menggunakan aspal Buton?” Seandainya saja infrastuktur jalan-jalan yang sudah selesai dibangun selama pemerintahan Pak Jokowi tersebut semuanya menggunakan aspal Buton, maka seluruh rakyat Indonesia mungkin sekarang ini sudah bisa hidup sejahtera. Khususnya rakyat yang tinggal di Pulau Buton. Dengan menggunakan aspal Buton untuk mensubstitusi aspal impor, devisa negara yang akan bisa dihemat adalah sebesar US$ 500 juta per tahun. Dan tentunya ini bukan jumlah uang yang sedikit untuk dapat dimanfaatkan guna membangun dan mengembangkan potensi-potensi ekonomi di daerah-daerah.

    Pemerintahan Pak Jokowi akan berakhir pada tahun 2024. Oleh karena itu sekarang ini masih ada kesempatan 4 tahun ke depan bagi Pak Jokowi untuk memperbaiki kesalahan dan kekurangan yang telah terjadi di masa lalu. Terutama sehubungan dengan pemanfaatan aspal Buton untuk pembangunan infrastruktur jalan-jalan. Jangan sampai kesalahan dan kekurangan yang sama di masa lalu ini akan terulang kembali. Aspal Buton adalah aset bangsa yang perlu dikembangkan dan dimanfaatkan.

    Ibu Kota Negara Baru adalah impian maha karya Pak Jokowi yang ingin diwariskannya kepada generasi penerus bangsa. Tetapi Pak Jokowi harus ingat bahwa warisan untuk generasi penerus bangsa sebaiknya adalah persatuan, kerukunan, dan persaudaraan yang merupakan aset utama bangsa, seperti apa yang sudah pernah Pak Jokowi sendiri utarakan. Dengan adanya persatuan, kerukunan, dan persaudaraan, maka hal ini akan membangkitkan harapan-harapan baru di hati seluruh rakyat Indonesia untuk mampu melihat dengan mata hati yang lebih jernih potensi aset-aset bangsa yang jumlahnya tidak terhitung banyaknya.

    Aspal Buton adalah aset bangsa. Demikian juga dengan Ibu Kota Negara Baru. Pak Jokowi benar bahwa aset bangsa yang paling utama adalah persatuan, kerukunan, dan persaudaraan. Oleh karena itu Pak Jokowi harus mampu mempersatukan, merukunkan, dan membangun persaudaraan antara semua aset-aset bangsa yang jumlahnya tidak terhitung banyaknya itu. Dan aspal Buton untuk pembangunan infrastruktur jalan-jalan di Ibu Kota Negara Baru hanyalah merupakan salah satu contoh kecil dari bentuk sinergi antara aset-aset bangsa tersebut.

    Tahun 2024 adalah tahun yang akan menjadi sejarah bangsa. Pada tahun ini akan bertepatan dengan akhir masa pemerintahan Pak Jokowi, rencana peresmian Ibu Kota Negara Baru, dan 100 tahun aspal Buton. Apabila ke 3 peristiwa penting ini semuanya diharmonisasikan menjadi satu kesatuan, maka alangkah indahnya dunia ini. Pak Jokowi akan mewariskan aset bangsa yang paling utama, yaitu persatuan, kerukunan, dan persaudaraan untuk dapat dijadikan Ikon Ibu Kota Negara Baru. Sehingga dengan demikian Ibu Kota Negara Baru akan menjadi Pusat Pemerintahan yang berlandaskan persatuan, kerukunan, dan persaudaraan bangsa Indonesia. Dan aspal Buton sebagai aset bangsa tentunya memiliki kontribusi yang cukup besar untuk memungkinkan hal ini bisa terjadi.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.