Keputusanmu Menunjukkan Kualitas Dirimu; Ayo, Belajar Lagi tentang Kepemimpinan - Pilihan - www.indonesiana.id
x

rakyat dan pemimpin

dian basuki

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Jumat, 7 Agustus 2020 06:02 WIB

  • Pilihan
  • Berita Utama
  • Keputusanmu Menunjukkan Kualitas Dirimu; Ayo, Belajar Lagi tentang Kepemimpinan

    Menyalahkan anggota tim dalam situasi krisis bukanlah cara yang bijak bagi pemimpin, sebab sebagai pemimpin Anda memiliki andil pada kesalahan tersebut. Meskipun Anda berada di pucuk organisasi, Anda tetap memiliki kewajiban untuk terus memperbaiki diri. Pertama-tama, penting untuk mengevaluasi diri, apa yang kurang dari kepemimpinan Anda sebab Anda berada di posisi paling depan.

    Dibaca : 1.599 kali

     

    Situasi genting, darurat, kritis, atau tak normal merupakan masa ujian kepemimpinan bagi siapapun yang tengah memegang jabatan, baik publik maupun swasta. Itulah yang dipelajari oleh para guru manajemen dari studi mereka atas pengalaman kepemimpinan dalam sejarah masyarakat manapun. Bahkan juga dari jatuh-bangunnya perusahaan besar semacam Apple, para guru manajemen memetik pelajaran dari kepemimpinan Steve Jobs.

    Ketangguhan kepemimpinan seseorang akan terlihat pada momen-momen krusial yang dihadapi, misalnya saat mengambil keputusan dan eksekusinya. Pada momen ini pula, akan terlihat apakah ia pemimpin yang memiliki visi yang jernih dalam memandang keadaan. Juga akan tampak apakah ia pemimpin yang responsif dalam menanggapi tantangan baru maupun perubahan yang terjadi secara tiba-tiba.

    Masa pandemi, sebagai contoh, memang masa yang sukar. Kita mungkin tidak memiliki preseden atau contoh historis tentang bagaimana kepemimpinan sebelumnya menangani tantangan sejenis. Namun, seringkali kita memang tidak memiliki catatan mengenai masa-masa kritis yang pernah kita hadapi, yang kita dapat belajar dari pengalaman ini. Atau, mungkin pula kita memiliki dokumentasi mengenai peristiwa di masa lalu, tapi kita tidak mau mengambil pengetahuan dari peristiwa itu karena satu dan lain alasan.

    Sebagai pemimpin, siapapun dapat menentukan pilihan mana yang akan diambil. Namun, kebanyakan kekeliruan pemimpin di masa krisis karena ia tidak memiliki visi yang jelas. Memperoleh gambar yang jelas mengenai apa yang sedang terjadi, ke mana arah perkembangannya, apa dampaknya kini dan ke depan tidaklah mudah. Terlebih ketika ia dikelilingi orang-orang yang menyampaikan masukan demi menyelamatkan kepentingan masing-masing.

    Masa kritis merupakan masa ujian bagi siapapun. Orang yang semula jujur dapat bersikap sebaliknya karena mungkin ia takut dimarahi, misalnya. Orang yang semula dapat dipercaya tiba-tiba bersiasat demi kepentingannya sendiri. Orang yang dalam situasi normal tampak cerdas mendadak gagap, gagal paham, dan mungkin gagal fokus tatkala dihadapkan situasi genting. Begitu pula, orang mungkin saja menjadi cenderung menyembunyikan sesuatu agar tidak diketahui atasan ataupun publik, misalnya data terbaru.

    Dalam manajemen modern, keberhasilan kepemimpinan secara fundamental masih bertumpu pada enam hal yang tak lekang oleh waktu: visi, strategi, pelibatan orang, fokus pada hasil, memimpin inovasi, dan memimpin diri sendiri. Karena dengan keenam fundamen tersebut, ia akan mampu menggerakkan timnya, oran g-orangnya, organisasinya. Bila orang-orang yang dipimpin tidak bergerak seperti yang dikehendaki, maka ini adalah wujud kegagalan mobilisasi.

    Karena situasinya genting, seorang pemimpin dituntut untuk mempertajam visi dan tujuannya—mungkin ia harus mengubah visi yang sudah ada karena dibentuk saat situasi normal. Ketika visi normal digunakan untuk menghadapi situasi kritis, maka yang terjadi adalah kegagalan. Situasi kritis tidak dapat diatasi dengan rutinitas normal. Misalnya, kecepatan harus ditingkatkan.

    Visi saja tidaklah cukup bila tidak diterjemahkan ke dalam strategi mengenai apa yang akan dilakukan dan apa yang tidak dilakukan untuk mencapai tujuan. Orang-orang yang berada di dalam tim mesti memahami strategi ini sebab merekalah yang akan mengoperasionalkan visi walaupun Anda yang memimin mereka. Apabila orang-orang dalam tim menjumpai kesulitan, menjadi tugas pemimpin untuk menunjukkan jalannya.

    Menjadi kewajiban pemimpin untuk membuat ketiga hal itu terang benderang bagi pengikutnya. Namun tak kalah penting dari itu ialah merekrut orang yang tepat untuk menghadapi tantangan di masa genting. Tidak setiap orang yang telah diserahi tanggung jawab di masa normal harus dipertahankan, sebab mungkin saja ia tidak sesuai untuk tugas-tugas di masa krisis. Apabila anggota tim ini tidak mungkin lagi dikembangkan, sudah waktunya bagi pemimpin unuk mencari penggantinya yang lebih tepat untuk menghadapi situasi dengan perubahan cepat. Katakanlah, agile persons—orang-orang yang cepat belajar, beradaptasi dengan perubahan, dan bertindak.

    Penting bagi pemimpin untuk fokus pada hasil-hasil yang terukur. Untuk mencapai hasil terukur ini, pemimpin wajib mendorong inovasi—sebab yang dihadapi adalah situasi yang berbeda dari normal. Tantangan besar yang dihadapi pemimpin ialah bagaimana ia menciptakan sesuatu yang berbeda untuk menjawab tantangan perubahan dan bagaimana ia mendorong anggota timnya agar menjadi pemimpin-pemimpin baru. Pendelegasian tanggung jawab—jelas, tidak semua urusan dipegang oleh pemimpin—dapat mendorong lahirnya pemimpin-pemimpin baru dari situasi kegentingan.

    Menyalahkan anggota tim dalam situasi krisis bukanlah cara yang bijak bagi pemimpin, sebab sebagai pemimpin Anda memiliki andil pada kesalahan tersebut. Meskipun Anda berada di pucuk organisasi, Anda tetap memiliki kewajiban untuk terus memperbaiki diri. Pertama-tama, penting untuk mengevaluasi diri, apa yang kurang dari kepemimpinan Anda sebab Anda berada di posisi paling depan. Mungkin visi dan strategi Anda belum jelas dan tidak dipahami tim, mungkin Anda dikelilingi orang-orang yang tidak tepat untuk situasi krisis, atau mungkin Anda menghadapi orang-orang yang sedang menguji apakah Anda memiliki keberanian untuk mencopot mereka dari posisinya sekalipun kinerja mereka tidak memuaskan.

    Apabila orang yang tidak tepat masih terus Anda pertahankan pada posisinya, maka tujuan organisasi akan sukar tercapai. Pilihan ini sekaligus menunjukkan seperti apa kualitas kepemimpinan Anda. >>



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.