KKN Model Baru di Era Pandemi Covid-19 Universitas Sebelas Maret - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

Rizki Aulia

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 8 Agustus 2020

Minggu, 9 Agustus 2020 22:49 WIB

  • Peristiwa
  • Topik Utama
  • KKN Model Baru di Era Pandemi Covid-19 Universitas Sebelas Maret


    Dibaca : 517 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Selasa (14/07/20) - Pelaksanaan Sosialisasi COVID-19, New Normal, dan PHBS dari Rumah ke Rumah

    Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan syarat kelulusan mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Dikarenakan pandemi covid-19 yang sedang berlangsung, kampus dengan jaket berwarna biru telur asin ini melakukan inovasi baru dalam bidang KKN. UNS mewajibkan KKN secara mandiri di desa masing-masing dengan mengusung tema tanggap wabah covid-19. KKN diselenggarakan dalam 3 periode, yakni April-Juni, Mei-Juni, dan Juni-Juli.

    Rizki Aulia Sari (20), salah seorang mahasiswa UNS Fakultas FMIPA, di bawah bimbingan Ibu Susi Wuri Ani, S.P., M.P. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), melaksanakan KKN UNS di Era COVID-19 Batch III di Dk. Jaban RT 2 RW 4 Ds. Kemasan, Kec. Polokarto, Kab. Sukoharjo, Prov. Jawa Tengah. Kegiatan berlangsung 2 Juni – 17 Juli 2020 dengan mengangkat tema besr “Supporting Pemahaman Masyarakat dalam Menghadapi COVID-19.”

    Beberapa kegiatan KKN yang dilaksanakan adalah memberi pemahaman kepada masyarakat setempat mengenai COVID-19 dan sosialisasi New Normal, mengedukasi masyarakat cara mencuci tangan sesuai anjuran WHO, memberi referensi kegiatan yang dapat dilakukan di rumah selama masa pandemi berlangsung, dan melakukan kegiatan membuat masker kain bersama masyarakat sekitar.

    Pelaksanaan KKN daring dilakukan dengan sosialisasi covid-19 dan new normal melalui grup WhatsApp dan Facebook, kemudian pembuatan video edukatif mengenai cara mencuci tangan sesuai anjuran WHO dan video referensi kegiatan #DiRumahAja selama masa pandemi berlangsung yang diunggah pada platform YouTube.
     

    Pelaksanaan KKN luring yang dilakukan adalah sosialisasi dari rumah ke rumah mengenai pemahaman covid-19 dan new normal, serta edukasi cara mencuci tangan sesuai anjuran WHO. Selain itu, warga setempat juga diajak berpartisipasi dalam kegiatan pembuatan masker kain yang dilaksanakan di rumah orang tua Rizki. Dalam kegiatan ini, terlihat antusiasme yang ditunjukkan masyarakat selama kegiatan berlangsung.

    Jumat (10/07/2020) - Pembuatan Masker Kain bersama Masyarakat Setempat

    Dengan berakhirnya kegiatan KKN ini diharapkan mampu memberikan pemahaman bagi masyarakat, terkhusus warga Dk. Jaban RT 2 RW 4 Ds. Kemasan, Kec. Polokarto, Kab. Sukoharjo, Prov. Jawa Tengah, tentang pengertian, gejala, bahaya, serta pencegahan terhadap wabah covid-19. Selain itu, kegiatan KKN ini diharapkan mampu menyadarkan serta mendorong masyarakat untuk senantiasa menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta social dan physical distancing.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.















    Oleh: Surya Ningsi

    5 hari lalu

    Strategi PLICIK (Pembelajaran Literasi, Inspiratif, Cerdas, Inovatif dan Kreatif) berbasis Flipped Classroom untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Peserta Didik

    Dibaca : 14.080 kali

    Pembelajaran di masa pandemi covid-19 menuntut guru untuk selalu kreatif dan inovatif dalam membelajarkan peserta didik. Selain guru harus menyiapkan rancangan pembelajaran, melakukan kegiatan pembelajaran, evaluasi dan penilaian, guru juga dituntut untuk terampil menggunakan teknologi agar mampu menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Salah satu strategi yang dapat dilakukan guru untuk menjawab tantangan tersebut adalah melakukan pembelajaran yang aman, nyaman dan menyenangkan bagi peserta didik. Strategi PLICIK (Pembelajaran Literasi, Inspiratif, Cerdas, Inovatif dan Kreatif) berbasis Flipped Classroom mendukung program pemerintah untuk mewujudkan merdeka belajar. Setiap peserta didik diberikan kebebasan untuk mempelajari materi melalui literasi, didukung oleh bahan ajar yang beragam bentuknya disesuaikan dengan gaya belajar peserta didik dan diekspresikan dalam wujud produk sebagai bentuk kolaborasi, kreativitas dan inovasi peserta didik yang dapat menginspirasi banyak orang. Guru hanya memfasilitasi kebutuhan peserta didik yang beragam dengan melihat keunikan dan potensi dalam diri masing-masing peserta didik. Tidak adanya paksaan, sanksi dan reward dalam pembelajaran ini mendorong peningkatan motivasi belajar peserta didik yang berdampak pada peningkatan prestasi belajar peserta didik.