Undip Luncurkan KKN di Desa Sendiri Sekaligus Bangun Desa, Kalau Bukan Kita Siapa Lagi? - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

Agrial SP

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 11 Agustus 2020

Selasa, 11 Agustus 2020 17:07 WIB

  • Peristiwa
  • Berita Utama
  • Undip Luncurkan KKN di Desa Sendiri Sekaligus Bangun Desa, Kalau Bukan Kita Siapa Lagi?


    Dibaca : 356 kali

    Tambun Selatan, Bekasi (11/8), Merebaknya Covid-19 di Indonesia membuat seluruh kegiatan di Indonesia lumpuh total termasuk di ranah pendidikan khususnya dipelaksanaan KKN di Universitas Diponegoro. KKN periode kali ini berbeda dengan KKN sebelumnya yaitu KKN pada periode ini mahasiswa KKN di terjunkan ke desa asal mahasiswa, penerjunan ke desa asal bukan tanpa alasan melainkan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 dan mahasiswa KKN ikut berkontribusi aktif membangun desanya.

    Pelaksanaan KKN di desa sendiri berlangsung mulai tanggal 5 Juli sampai dengan 15 Agustus 2020. Dengan adanya program KKN di desa sendiri diharapkan mahasiswa lebih peka dan peduli dengan desanya sendiri sehingga peranan mereka sebagai mahasiswa dapat dirasakan dampaknya bagi desa dan warganya.

    Seluruh mahasiswa KKN pada periode diterjunkan di desa asal mereka masing-masing tersebar dari mulai pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan hingga Papua yang berbeda pada periode-periode sebelumnya yang hanya diterjunkan di sekitaran Jawa Tengah. Pada KKN kali ini penulis membawa 2 program unggulan sebagai implementasi kegiatan KKN Pulang Kampung UNDIP 2020 yaitu Pelatihan pembuatan lampu darurat dan gerakan hemat listrik di masa pandemi


    Mati Listrik sering menjadi momok yang menakutkan bagi setiap masyarakat di desa Tridaya Sakti, karena ketika mati listrik semua kegiatan dapat terhenti, contohnya ketika malam hari sedang dalam keadaan belajar terjadi mati listrik maka kegiatan belajar akan terhenti karena tidak adanya penerangan. Mati listrik juga membuat masyarakat yang bekerja ketika malam hari menjadi tersendat dan tidak dapat bekerja secara maksimal.

    Dari dua keluhan diatas mahasiswa Undip tergerak untuk membantu masyarakat dengan mengadakan pelatihan pembuatan lampu darurat dengan menggunakan alat dan bahan dari barang bekas. Diharapkan dengan adanya pelatihan ini masyarakat jadi lebih sedikit terbantu segala urusannya ketika mati listrik yang terjadi pada malam hari.

    Pada pelatihan ini mahasiswa menjelaskan alat dan bahan apa saja yang digunakan untuk membuat lampu darurat lalu mempraktikan cara merangkai alat dan bahan tersebut serta yang terakhir melakukan uji coba terhadap alat itu. Selain sebagai penolong ketika listrik mati pelatihan pembuatan lampu ini juga berguna sebagai ilmu tambahan bagi masyarakat bahkan bisa juga sebagai produk jual karena modal pembuatan lampu ini terbilang murah sehingga bisa dijual lagi.

    Pada awal tahun 2020 dunia digemparkan dengan munculnya virus corona versi terbaru yaitu SARS-CoV-2 atau yang lebih dikenal dengan Covid-19 (Corona Virus Disease 2019), pertama kali terdeteksi di kota wuhan negara RRC. Penyebaran Covid-19 sangat cepat sehingga pada pertengahan maret Indonesia terdeteksi terjangkit virus ini. Pemerintah tidak tinggal diam melihat kabar tersebut, banyak program dilaksanakan mulai dengan menyediakan rumah sakit khusus corona, bantuan dari segi ekonomi hingga di berlakukan segala aktivitas manusia di rumah baik dari bekerja maupun belajar guna untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

    Terhitung dari bulan Maret 2020 segala aktivitas manusia mulai dirumahkan, tetapi ada sedikit masalah yang timbul dari kebijakan tersebut yaitu naiknya tagihan listrik masyarakat karena masyarakat begitu banyak menggunakan listrik. Melalui permasalahan ini dan sebagai rasa bagian dari masyarakat, mahasiswa UNDIP meluncurkan sebuah program KKN yaitu Gerakan Hemat Listrik di masa pandemi Covid-19 yang mana gerakan ini sangat berguna untuk mengurangi permasalahan yang timbul akibat kebijakan melaksanakan kegiatan dirumah.

    Adapun isi gerakan tersebut ialah, masyarakat diajak untuk melakukan perubahan lampu di sebagian atau seluruh rumah dengan lampu LED sebab lampu LED terbukti ampuh untuk mengurangi konsumsi listrik, lalu masyarakat juga diajak selalu mematikan lampu atau alat listrik jika tidak terpakai cara ini juga ampuh untuk mengurangi konsumsi listrik kemudian gerakan selanjutnya ialah dengan cara bijak menggunakan energi listrik yaitu tidak membiarkan steker tertancap di stop kontak karena itu membuat konsumsi listrik bertambah. Melalui gerakan ini diharapkan dapat mengurangi permasalahan yang timbul bahkan juga bisa ikut mengurangi biaya tagihan listrik di masa pandemi Covid-19.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.