Melaksanakan Tes Massal Covid-19 di Pasar Bukanlah Perkara Mudah - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

Meski pedagang kerap menghindar, tenaga-tenaga kesehatan tetap melaksanakan tes massal di wilayah pasar di Kecamatan Andir, Kota Bandung. (Sumber gambar: Dok. Pencerah Nusantara)

Pencerah Nusantara

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 3 Agustus 2020

Selasa, 11 Agustus 2020 18:46 WIB

  • Peristiwa
  • Berita Utama
  • Melaksanakan Tes Massal Covid-19 di Pasar Bukanlah Perkara Mudah

    Pencerah Nusantara COVID-19 Kecamatan Andir melaksanakan tes massal COVID-19 di beberapa pasar, meski begitu banyak pedagang yang menghindar karena takut positif terinfeksi COVID-19.

    Dibaca : 824 kali

    Meski pedagang kerap menghindar, tenaga-tenaga kesehatan tetap melaksanakan tes massal di wilayah pasar di Kecamatan Andir, Kota Bandung. (Sumber gambar: Dok. Pencerah Nusantara)

    Tes massal menjadi polemik di tengah masyarakat. Hal ini kerap terjadi di Kecamatan Andir, salah satu daerah intervensi Pencerah Nusantara Covid-19 (PN Covid-19). Pro dan kontra terjadi di tengah masyarakat, terlebih banyak hoaks yang beredar sebelum kegiatan tes massal dilakukan. Salah satu hoaks yang paling menjengkelkan adalah jika terbukti reaktif, pasien harus melakukan tes swab dan membayar. 

    Menurut Iwan, salah satu pengelola pasar tumpah yang ada di Jalan Sudirman, Kecamatan Andir, beberapa pedagang telah menjelaskan kepada pedagang lain terkait berita hoaks tersebut, namun belum ada sikap setuju di antara mereka mengenai hal ini. Fakta bahwa jika terbukti reaktif, pedagang juga harus melakukan isolasi mandiri juga menyulitkan upaya tes massal.

    Hal ini jelas membuat pedagang pasar keberatan karena nantinya tidak bisa berjualan dan penghasilan menjadi berkurang. Padahal, dari pihak pasar sendiri telah berupaya mengurangi risiko isolasi mandiri. “Dari pihak pasar sudah berinisiatif mengadakan sumbangan seribu rupiah per pedagang, kalau nanti ada yang harus isolasi mandiri, pedagang yang reaktif bisa isolasi dulu,” ujar Iwan. 

    Walau begitu pada pelaksanaannya, berdasarkan data yang dikumpulkan Puskesmas Babatan pada tanggal 9 Juli 2020 hanya sekitar 35% dari target pedagang yang mau mengkuti tes. Jumalh itu sangatlah sedikit dari total populasi pedagang pasar. Puskesmas sampai-sampai harus melakukan tes di hari berikutnya untuk menjaring pedagang yang belum melakukan tes.

    Padahal, pasar menjadi tempat yang berisiko menjadi wilayah penyebaran COVID-19, dikarenakan banyaknya orang yang membentuk kerumunan. Jika tes tidak segera dilakukan, tidak menutup kemungkinan terjadi klaster penularan baru di pasar, seperti yang telah terjadi di beberapa pasar di Jakarta. Terlebih lagi, selama kegiatan PSBB yang telah berlangsung selama dua bulan, aktivitas penduduk di pasar tidak bisa dihentikan.

    Sejauh ini, Puskesmas Garuda dan Puskesmas Babatan Kecamatan Andir telah melakukan beberapa tes massal di beberapa pasar. Wilayah Kecamatan Andir sendiri memiliki pasar yang banyak dan besar dibandingkan dengan kecamatan lainnya. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi seluruh tenaga kesehatan yang bekerja di puskesmas.

    “Andir itu kecamatan yang pasarnya paling banyak dibandingkan dengan kecamatan lainnya. Pasar besar saja kita punya tiga, Pasar Baru, Pasar Ciroyom, dan Pasar Andir. Belum lagi, banyak pasar tumpah yang jumlah pedagangnya sampai ratusan,“ tutur Iman Kepala Satpol PP Kecamatan Andir.       

    Walau terjadi banyak penolakan, berita hoaks, dan luasnya wilayah kerja, segenap tenaga kesehatan tetap bersemangat menjalankan tugas. Kerja sama antara pengelola pasar seperti Pak Iwan dan Kepala Satpol PP seperti Pak Iman menjadi salah satu kunci kolaborasi agar tes massal dapat berjalan dengan baik di wilayah berisiko seperti pasar.

     

    Tentang Pencerah Nusantara COVID-19

    Pencerah Nusantara adalah inovasi untuk mengurangi kesenjangan pelayanan publik di bidang kesehatan untuk mewujudkan Indonesia sehat dan sejahtera. Pencerah Nusantara adalah gerakan penguatan pelayanan kesehatan primer (puskesmas) yang terdiri dari tim pemuda multi-profesi kesehatan yang ditempatkan di puskesmas dengan masalah kesehatan untuk bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan. Pencerah Nusantara COVID-19 hadir membantu puskesmas di wilayah Jakarta dan Bandung dan menguatkan puskesmas menghadapi pandemi COVID-19 selama periode enam bulan penempatan. Sejak tahun 2015, model intervensi puskesmas berbasis Tim Pencerah Nusantara diadopsi Kementerian Kesehatan sebagai Nusantara Sehat. 

     

    Penulis

    Anita Siti Fatonah (Ahli Kesehatan Masyarakat)

    Pencerah Nusantara COVID-19 Penempatan Kecamatan Andir, Kota Bandung



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.