(1) HUT RI ke-75, Tradisi Perayaan Sesuai Protokol - Analisa - www.indonesiana.id
x

Supartono JW

Supartono JW

Pengamat
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Jumat, 14 Agustus 2020 13:18 WIB

  • Analisa
  • Berita Utama
  • (1) HUT RI ke-75, Tradisi Perayaan Sesuai Protokol

    Perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-75 tahun 2020, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, sebab kini dunia dan Indonesia sedang diserang pandemi corona.

    Dibaca : 575 kali

    Perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-75 tahun 2020, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, sebab kini dunia dan Indonesia sedang diserang pandemi corona.

    Khusus Indonesia, seharusnya bulan Agustus menjadi bulan yang dinanti oleh seluruh masyarakat Indonesia, karena inilah bulan kemerdekaan RI.

    Kendati tanggal kemerdekaannya pada 17 Agustus, namun sudah menjadi tradisi, atas rasa syukur seluruh rakyat bangsa dan negara ini berhasil merdeka dari tangan penjajahan nyata dari negara lain, asing, maka tradisi perayaan pun bukan hanya di tanggal 17.

    Secara serentak, seluruh rakyat Indonesia di 34 Provinsi sudah merayakan tradisi HUT RI sejak tanggal 1 Agustus, lalu pada tanggal 17 Agustus menjadi puncak acara yang diisi Upacara, dan setelah tanggal 17 hingga 30 Agustus masih ada tradisi lanjutan yang bahkan perayaannya melewati bulan Agustus, hingga September.

    Sudah menjadi tradisi di seluruh daerah dan masyarakat Indonesia, sejak 1 Agustus suasana perayaan dimulai. Semisal ada yang mengecat rumah, memasang gapura dari bambu di depan setiap rumah warga  dihias termasuk hiasan lampu, lalu mengibarkan Bendera Merah Putih dan umbul-umbul. 

    Di setiap gerbang jalan masuk provinsi, kabupaten atau kota, gerbang kecamatan, gerbang  desa atau kelurahan, hingga gerbang masuk wilayah RW atau RT, semua ada gapura, hiasan, Bendera, umbul-umbul dan lain sebagainya.

    Sementara, sejak tanggal 1 Agustus, bahkan ada yang mencuri waktu dari bulan Juli, tradisi lomba-lomba pun di gelar di kantor, sekolah, kampus, hingga tingkat RT. Lomba-lomba yang menampilkan nomor-nomor tradisi pun penyerahan hadiahnya di panggung penutupan HUT RI di masing-masing "tempat". Yang pasti dari Sabang sampai Merauke, HUT RI diperingati dengan meriah.

    Namun, karena sebab Covid-19, peringatan HUT RI tahun ini tidak dapat dilakukan sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. Semua kegiatan perayaan HUT RI dan tradisinya harus dilaksanakan dengan protokol Covid-19. Khususnya untuk tradisi lomba-lomba dan perayaan upacara.

    Tradisi lainnya seperti malam tasyakuran, karnaval, panggung 17an, bila ada yang melaksanakan pun harus tetap mengikuti protokol kesehatan sesuai himbauan demi meminimalisir penularan Covid-19, namun keseriusan dan kekhusukan perayaan HUT RI di tengah corona memang tetap wajib terjaga seperti diungkap oleh Pratikno.

    “Kemeriahan dan keseriusan hari kemerdekaan akan tetap terjaga di seluruh Indonesia secara virtual," kata Menteri Sekretaris Negara Pratikno di Jakarta, dikutip dari situs resmi Kementerian Sekretaris Negara.

    Untuk itu, meski dalam pandemi dan adanya protokol kesehatan, maka sebagai rakyat Indonesia, tetap wajib berpartisipasi merayakan HUT RI di lingkungan rumahnya masing-masing. 

    Tetap akan ada banyak cara, untuk merayakan HUT RI dengan suasana yang tidak normal ini, sebab sejak 1 Agustus di tengah lingkungan masyarakat juga sudah terlihat adanya jalan-jalan yang mendapat sentuhan dan dihias dengan dekorasi tradisi 17an dengan dominan warna merah dan putih.

    Gapura-gapura di gerbang-gerbang pintu masuk lingkungan pun sudah dihias. Begitupun Bendera Murah Putih sudah berkibar di rumah-rumah warga, meski masih ada warga yang tetap belum patuh.

    Sementara, untuk upacara kemerdekaan yang rutin dihelat setiap 17 Agustus di seluruh "tempat" juga tentu bila dilaksanakan akan ketat mengikuti protokol kesehatan, dan terutama di Istana Negara, Jakarta,  akan dilaksanakan secara lebih sederhana, minimalis, sesuai dalam Pedoman Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) RI Ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) Tahun 2020 sesuai protokol Covid-19 yang dikeluarkan Menteri Sekertaris Negara.

    Masyarakat tetap turut dapat bernyanyi lagu kebangsaan saat upacara virtual dengan menghentikan aktivitas sementara waktu dan berdiri tegak.

    Di sisi lain, dilansir dari situs Kemenparekraf, dalam rangka memeriahkan peringatan HUT RI tahun ini Kemenparekraf juga telah menyiapkan lomba-lomba yang dapat diikuti masyarakat secara luas.
    Lomba perayaan kemerdekaan RI tersebut dihelat dengan tema “Cinta Indonesia", salah satunya adalah dengan membuat video berdurasi tiga menit yang mencerminkan “Kerja Bersama Kita Bangkit".

    “Konsep video merayakan/ memeriahkan HUT ke-75 Tahun Kemerdekaan RI tersebut diisi dengan upaya mempercantik lingkungan dan tetap menjaga protokol kesehatan."

    Video juga sebaiknya menunjukkan rasa cinta Indonesia dengan menyanyikan bersama lagu Indonesia Raya dengan berdiri tegak siap sempurna saat lagu dikumandangkan serentak pada 17 Agustus pukul 10.17 WIB.

    Karya dapat dikirimkan pada 17 Agustus malam, dengan total hadiah yang diperebutkan sebesar Rp1 miliar.
    Tak hanya itu, pemenang juga akan mendapatkan Piala Presiden. Untuk keterangan lebih lanjut, dapat dilihat melalui laman https://hutri.kemenparekraf.go.id.

    Atas kondisi negeri yang sedang dalam suasana yang tak biasa, dengan protokol kesehatan yang ada, masyarakat Indonesia masih tetap dapat merayakan peringatan dan tradisi HUT RI ke-75 justru dengan cara yang kreatif dan inovatif. Tetap bergairah, semangat dan khusu sebagai ucapan terima kasih sekaligus doa untuk para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dengan taruhan darah dan nyawa.

    Bagi warga, yang masih belum menyiapkan diri turut menyambut perayaan HUT RI, masih ada waktu tiga hari, sebelum acara puncak Kemerdekaan RI di gelar di seluruh Republik ini.

    Minimal, sudah mengibarkan Bendera Merah Putih di depan setiap rumah tinggalnya. Bila menambah mengecat rumah, memasang gapura dan membuat hiasan sampai menambah dengan pemasangan umbul-umbul di lingkungan RT pun akan semakin menjaga semarak HUT RI di situasi yang berbeda dari tahun sebelumnya.

    Lalu, siapkan diri, di rumah masing-masing untuk mengikuti upacara 17 Agustus dari Istana Negara dengan khusu dan hikmad.

    Yang pasti, di tengah corona, tradisi perayaan HUT RI memang wajib menyesuaikan diri dengan protokol kesehatan Covid-19, namun tidak mengurangi rasa bangga dan rasa memiliki serta mencintai NKRI. Merdeka!



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.