Kata Siapa Memakai Masker Menyebabkan Hipoksia? - Pilihan - www.indonesiana.id
x

Indonesiana

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Jumat, 4 September 2020 09:21 WIB

  • Pilihan
  • Berita Utama
  • Kata Siapa Memakai Masker Menyebabkan Hipoksia?

    Kata siapa memakai masker untuk mencegah penyebaran Covid-19 akan berdampak hipoksia kepada pemakainya? Dokter paru di Rumah Sakit Persahabatan, Andika Chandra Putra, membantah sinyalemen itu. "Tentu ada penurunan (kadar) oksigen, tapi itu masih bisa ditoleransi," kata dia seperti ditulis Tempo.co, Jum'at, 4/09. Kenali pula ciri-ciri orang terkena hipoksia.

    Dibaca : 611 kali

    Kata siapa memakai masker untuk mencegah penyebaran Covid-19 akan berdampak hipoksia kepada pemakainya? Dokter paru di Rumah Sakit Persahabatan, Andika Chandra Putra, membantah sinyalemen itu. "Tentu ada penurunan (kadar) oksigen, tapi itu masih bisa ditoleransi," kata dia seperti ditulis Tempo.co, Jum'at, 4/09.

    Belakangan ini beredar info di media sosial bahwa pemakain masker akan menyebabkan hipoksia, alias kondisi berkurangnya kadar oksigen dalam darah. Gangguan berkurangnya kadar oksigen ini menjadi buah bibir belakangan karena ditemukan sebagai satu di antara gejala unik Covid-19. 

    Andika mengatakan penurunan volume oksigen ke dalam tubuh akibat mengenakan masker itu tidak signifikan. "Sehingga tidak sampai mengurangi kebutuhan oksigen dalam tubuh."

    Bahkan penggunaan masker N95, masker dengan kerapatan tertinggi dibandingkan masker bedah dan kain, secara sering sekalipun, tak dilaporkan mengubah fungsi paru-paru.

    Laman Kominfo.go.id juga menyatakan bahwa informasi di medsos soal masker penyebab hipkoksia itu adalah hoaks. Di sana ditulis hoaks ini telah menyebar di 10 negara, yakni, Meksiko, Venezuela, Colombia, Chili, Argentina, Ekuador, Guatemala, Spanyol, Brazil dan Perancis. Dan, kini masuk ke Indonesia.

    Asosiasi pemeriksaan fakta internasional, melalui situs poynter.org menyatakan setidaknya ada lima artikel yang telah dicek para pemeriksa fakta di dunia pada 30 April hingga 13 Mei 2020. Hasilnya mereka mengonfirmasi tidak ada risiko hipoksia dalam penggunaan masker.

    Salah satu tim pemeriksa fakta menjelaskan hipoksia bukan disebabkan oleh penggunaan pelindung mulut, masker, atau filter. Melainkan, hanya dapat disebabkan oleh merokok, menghirup gas, atau mengekspos diri ke tempat yang tinggi. Adapun penggunaan masker selama masa pandemi Covid-19 justru merupakan anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai upaya untuk melindungi diri sendiri dan orang lain.

    Dalam laman alodokter.com diuraikan bahwa hipoksia adalah kondisi rendahnya kadar oksigen di sel dan jaringan. Akibatnya, sel dan jaringan yang ada di seluruh bagian tubuh tidak dapat berfungsi normal. Hipoksia merupakan kondisi yang perlu diwaspadai karena jika dibiarkan, ini bisa menyebabkan kematian jaringan.

    Nomalnya, oksigen yang diperoleh melalui kegiatan bernapas diangkut darah dari paru-paru menuju ke jantung. Jantung selanjutnya memompa darah yang kaya oksigen ke seluruh sel tubuh melalui pembuluh darah. Hipoksia terjadi saat oksigen tidak sampai ke sel dan jaringan. Akibatnya kadar oksigen di jaringan akan turun yang diikuti dengan kemunculan keluhan dan gejala.

    Hipoxia tidak sama dengan hipoksemia. Hipoksemia adalah kondisi saat kadar oksigen di dalam darah rendah. Kondisi hipoksemia bisa berlanjut menjadi hipoksia.

    Penderita hipoksia mengalami gejala yang berbeda-beda. Gejala hipoksia bisa muncul tiba-tiba dan memburuk dengan cepat (akut) atau berkembang secara perlahan (kronis). Beberapa gejala hipoksia yang umum terjadi itu, antara lain, napas menjadi cepat, sesak napas, detak jantung menjadi cepat atau sebaliknya malah lamban, kuli- kuku-bibir berwarna kebiruan atau justru berwarna merah seperti ceri, lemas, linglung, berkeringat, batuk dan sulit bicara.

     

     



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.