Mengenal Aspal Buton Sumber Daya Alam Yang Tidak Dikenal - Analisis - www.indonesiana.id
x

Indonesia pasti jaya.

Indŕato Sumantoro

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 12 Juli 2020

Minggu, 6 September 2020 05:39 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Mengenal Aspal Buton Sumber Daya Alam Yang Tidak Dikenal

    Cara memperjuangkan aspal Buton adalah dengan mengenal aspal Buton dengan lebih baik lagi. Dan apabila sudah mengenal aspal Buton dengan lebih baik, maka akan timbul rasa kasih sayang. Dan apabila sudah timbul rasa kasih sayang, maka akan tumbuh rasa cinta. Perasaan cinta ini sejatinya adalah sebagai manifestasi rasa syukur kita kepada Allah SWT atas karunia aspal Buton yang sangat melimpah untuk Bangsa dan Negara Indonesia. Dan apabila semua rakyat Indonesia, khususnya para pejabat dan pemimpin negara sudah mencintai aspal Buton, maka aspal Buton untuk menggantikan aspal impor akan dapat segera terlaksana semudah bagaikan membalikkan telapak tangan. Insya Allah ...

    Dibaca : 1.023 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Adalah sebuah ironi bahwa ada seorang mahasiswa jurusan Teknik Pertambangan yang ketika ditanya apakah dia tahu apa itu aspal Buton, dia hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya sebagai tanda bahwa dia tidak tahu. Padahal aspal Buton itu adalah tambang aspal alam yang terbesar di dunia, yang terdapat di Pulau Buton, Sulawesi Tenggara, Indonesia. Kejadian ini merupakan suatu kejutan, atau bahkan dapat disebut juga sebagai suatu kekecewaan yang sangat mendalam. Karena ternyata di dalam negeri sendiri aspal Buton itu tidak dikenal oleh anak bangsa, khususnya oleh generasi Milenial. Bisa dibayangkan kalau para mahasiswanya saja sudah tidak mengenal aspal Buton, maka apalagi para pelajar dan anak-anak muda lainnya yang putus sekolah?. Mudah-mudahan saja para mahasiswa dan para pelajar yang berada di Pulau Buton semuanya sudah mengenal apa itu aspal Buton. Dan kalau masih ada yang belum tahu, siapa yang harus disalahkan?

    Aspal Buton pertama kali ditemukan oleh seorang Geolog Belanda yang bernama W.H. Hetzel pada tahun 1924. Aspal Buton itu adalah aspal alam yang terdapat di Pulau Buton. Aspal alam ini berasal dari minyak mentah yang setelah ribuan tahun merembes naik ke permukaan bumi, sehingga fase ringannya menguap. Dan yang tertinggal di dalam pori-pori batu-batuan yang dilewatinya hanyalah fase beratnya saja. Jumlah deposit aspal alam ini diperkirakan sebesar 650 juta ton. Dan ini merupakan cadangan bitumen yang terbesar di dunia. Pada saat ini aspal Buton diproduksi dalam bentuk butiran, dan jumlahnya tidak lebih dari 100 ribu ton per tahun. Sedangkan kebutuhan aspal nasional adalah sekitar 1,5 juta ton per tahun, dimana 1 juta ton per tahun masih harus diimpor. Jadi pengunaan aspal Buton ini tidak lebih 7% dari kebutuhan aspal nasional. Hal ini merupakan peristiwa yang sungguh sangat memprihatinkan. Karena seharusnya sudah sejak dari dulu aspal Buton dapat dimanfaatkan untuk memenuhi seluruh kebutuhan aspal nasional.

    Dengan adanya fenomena kejadian seorang mahasiswa Teknik Pertambangan yang tidak tahu apa itu aspal Buton menimbulkan suatu prasangka dan kecurigaan, apakah mungkin ada pejabat-pejabat negara yang juga tidak mengenal apa itu aspal Buton?. Karena apabila mereka sudah tahu, mengapa Indonesia sudah merdeka selama 75 tahun, tetapi aspal Buton masih belum juga mampu untuk menggantikan aspal impor? Mungkin jawaban yang dianggap paling masuk akal adalah karena Indonesia selama ini sudah berada di dalam zona nyaman. Dimana Indonesia sudah 40 tahun lamanya terus menerus mengimpor aspal tanpa ada pihak yang mempermasalahkannya. Meskipun ada juga satu dua orang yang mempertanyakannya, tetapi impor aspal masih melenggang terus bagaikan anjing menggonggong kafilah berlalu. Dan mirisnya lagi, aspal Buton dibiarkan gigit jari menjadi penonton menyaksikan jalan-jalan Tol dibangun terus dengan menggunakan aspal impor. Maka tidaklah heran kalau hal ini adalah sebagai penyebab mengapa generasi Milenial sekarang ini memang sudah tidak mengenal aspal Buton lagi.

    Ada pepatah yang mengatakan bahwa:”Kalau tak kenal, maka tak sayang. Dan kalau tak sayang, maka tak cinta”. Oleh karena itu supaya aspal Buton dapat mensubstitusi aspal impor, maka hal yang paling utama dan pertama dilakukan adalah kita harus dapat mencintai aspal Buton. Bagaimana cara kita mencintai aspal Buton? Caranya adalah dengan mengenal aspal Buton dengan lebih baik lagi. Seharusnya di sekolah-sekolah sudah diajarkan bahwa Indonesia dikaruniai oleh Allah SWT sumber daya alam yang sangat melimpah, antara lain adalah aspal alam yang terdapat di Pulau Buton. Tetapi sumber daya alam yang melimpah ini harus diolah terlebih dahulu agar dapat dimanfaatkan untuk menyejahterakan seluruh rakyat Indonesia. Dan untuk mengolah aspal Buton ini diperlukan Teknologi. Pada saat ini aspal Buton diproduksi masih dalam bentuk butiran. Tetapi agar aspal Buton dapat mensubstitusi aspal impor, maka aspal Buton harus diolah terlebih dahulu secara ekstraksi untuk menjadi aspal Buton murni. Dengan demikian anak-anak akan lebih memahami bahwa kekayaan sumber daya alam Indonesia yang sangat melimpah ini tidak akan mungkin bisa menyejahterakan seluruh rakyat Indonesia tanpa adanya Teknologi. Oleh karena itu anak-anak harus belajar lebih giat dan tekun lagi agar dapat menguasai Teknologi untuk mengolah kekayaan sumber daya alam Indonesia yang sangat melimpah.

    Untuk mengembangkan sumber daya alam Indonesia yang sangat melimpah agar dapat bermanfaat bagi seluruh rakyat Indonesia, selain diperlukannya Teknologi tentunya diperlukan juga Undang-undang yang sesuai dengan UUD 45 Pasal 33. Indonesia sudah merdeka selama 75 tahun, dan sebagian besar Perusahaan-perusahaan yang mengolah sumber daya alam Indonesia yang sangat melimpah ini adalah Perusahaan-perusahaan asing. Oleh karena itu khusus untuk aspal Buton ini diharapkan akan ada Perusahaan-perusahaan nasional yang gagah berani untuk tampil berjuang menjadi Tuan Rumah di Negeri sendiri. Berani keluar dari zona nyaman demi untuk menyejahterakan seluruh rakyat Indonesia.

    Aspal Buton bukan hanya sekedar sumber daya alam yang tersisihkan oleh aspal impor, tetapi juga merupakan sumber harapan untuk menyejahterakan seluruh rakyat Indonesia. Khususnya pada saat Indonesia sedang berada di jurang krisis ekonomi yang parah akibat pandemi Covid-19 ini. Oleh karena itu Pemerintah Daerah Sulawesi Tenggara harus lebih kreatif untuk membuat terobosan baru dan berinovasi dengan memperkenalkan potensi aspal Buton yang sangat besar ini kepada seluruh rakyat Indonesia, termasuk kepada para pejabat negara dan mahasiswa Teknik Pertambangan. Dan para mahasiswa Teknik Pertambangan ini nantinya harus aktif juga memperkenalkan aspal Buton ini kepada masyarakat luas dan adik-adik para pelajar. Aspal Buton adalah contoh kasus yang unik dimana sumber daya alam Indonesia yang melimpah ini masih harus tetap terus diperjuangkan meskipun Indonesia sudah merdeka selama 75 tahun. Bagaimana cara memperjuangkannya?

    Cara memperjuangkan aspal Buton adalah dengan mengenal aspal Buton lebih baik lagi. Dan apabila sudah mengenal aspal Buton dengan lebih baik, maka akan timbul rasa kasih sayang. Dan apabila sudah timbul rasa kasih sayang, maka akan tumbuh rasa cinta. Perasaan cinta ini sejatinya adalah sebagai manifestasi rasa syukur kita kepada Allah SWT atas karunia aspal Buton yang sangat melimpah untuk Bangsa dan Negara Indonesia. Dan apabila semua rakyat Indonesia, khususnya para pejabat dan pemimpin negara sudah mencintai aspal Buton, maka aspal Buton untuk menggantikan aspal impor akan dapat segera terlaksana semudah bagaikan membalikkan telapak tangan. Insya Allah ...

     

    Ikuti tulisan menarik Indŕato Sumantoro lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.