Jubir Satgas Covid-19 Kabupaten Tasikmalaya: Klaster Keluarga Sangat Berbahaya - Analisa - www.indonesiana.id
x

gringo honasan

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 8 Maret 2020

Selasa, 8 September 2020 05:31 WIB

  • Analisa
  • Berita Utama
  • Jubir Satgas Covid-19 Kabupaten Tasikmalaya: Klaster Keluarga Sangat Berbahaya

    Satgas COVID-19 akan terus melakukan himbauan terus-menerus melalui razia pemakaian masker pada warga masyarakat yang tidak menggunakannya

    Dibaca : 663 kali

    Juru bicara satuan gugus tugas (satgas) Covid-19, yang juga Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya dr. Heru Suharto dalam konprensi pers pada hari ini Senin, 6/9/, bertempat di Media Center kantor Sekretariat Daerah, mengatakan bahwa transmisi Covid-19 mulai ancam unit sosial terkecil, yakni klaster keluarga.

    Menurut dr. Heru, klaster keluarga sangat berbahaya. sebab: 

    1. Artinya Segala kebijakan protokol kesehatan dan sistem monitoring oleh pemerintah, tempat publik dan perusahaan tidak bisa menahan transmisi virus ke lingkungan terkecil, yaitu keluarga.

    2. Dalam lingkup dan kultur sosial bangsa Indonesia yang mengutamakan silaturahmi, transmisi satu keluarga ke keluarga lainnya akan mempercepat penularan semakin masif, kasus ini pernah terjadi di kecamatan Cipatujah.

    3. Hal ini akan diperburuk jika keluarga/warga yang bergejala enggan melakukan test swab karena takut stigma dan dikucilkan oleh masyarakat, namun akhirnya berperan sebagai spreader (yang mampu menularkan corona dengan cepat).

    Aktivitas warga yang menyebabkan klaster keluarga semakin masif.

    a. Membiarkan anak-anak bermain bersama dilingkungan komplek/perumahan tanpa Protokol kesehatan dan protokol VDJ ( ventilasi jarak jauh ) yang kuat.

    b. Kegiatan berkumpul warga.

    c. Melakukan aktivitas liburan, piknik, arisan, acara silaturahmi warga, kegiatan olahraga bersama, dll.

    Bagaimana mencegah transmisi klaster keluarga tidak semakin masif ?

    - Patuhi protokol kesehatan dimanapun dan kapanpun.
    - Analisa resiko dan jalankan VDJ (ventilasi durasi jarak)
    - Selektif dan tidak menerima kunjungan orang lain kerumah untuk sementara.
    - Lakukan silahturahmi secara digital atau online, kurangi kegiatan sosial warga.
    - Sebisa mungkin dirumah saja (Stay at home).
    - Jangan jalan-jalan, piknik dan liburan terlebih dahulu.

    Protokol VDJ

    a. Ventilasi : buka jendela dan pintu agar udara segar mengalir, hindari ruangan tertutup.
    b. Durasi : sediakan kamar terpisah jika ada anggota keluarga yang bekerja diluar rumah dan kurangi interaksinya dengan keluarga yang rentan.
    c. Jarak : jika memungkinkan anggota keluarga yang berkeluarga yang bekerja diluar rumah diterapkan social distancing dan gunakan masker disekitar keluarga lain.

    dr. Heru juga menambahkan bahwa satgas COVID-19 akan terus melakukan himbauan terus-menerus melalui razia pemakaian masker pada warga masyarakat yang tidak menggunakannya, kata Heru.

    Singaparna.(6/9/2020)

    Gringohonasan

     



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.