Demi Mencegah Penularan dan Menularkan Virus Corona, SSB Sukmajaya Terus Diliburkan - Gaya Hidup - www.indonesiana.id
x

SSB Sukmajaya

Supartono JW

Pengamat
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Jumat, 11 September 2020 16:16 WIB

  • Gaya Hidup
  • Berita Utama
  • Demi Mencegah Penularan dan Menularkan Virus Corona, SSB Sukmajaya Terus Diliburkan

    Demi mendukung pencegahan penularan dan menularkan vurus corona dari klaster sepak bola, Sekolah Sepak Bola (SSB) Sukmajaya Depok tetap meliburkan semua program pembinaan, pelatihan, festival/turnamen/kompetisi sejak awal Maret 2020 hingga sekarang.

    Dibaca : 470 kali


    Demi mendukung pencegahan penularan dan menularkan vurus corona dari klaster sepak bola, Sekolah Sepak Bola (SSB) Sukmajaya Depok tetap meliburkan semua program pembinaan, pelatihan, festival/turnamen/kompetisi sejak awal Maret 2020 hingga sekarang.

    Kendati hingga saat ini belum ada laporan dan berita tentang klaster corona khususnya dari sepak bola akar rumput baik di SSB/Akdemi/Diklat di Indonesia, dan sebagian besar SSB/Akademi/Diklat sepak bola di berbagai sudut kota dan daerah Indonesia terus aktif mengadakan pembinaan dan pelatihan, termasuk mengikuti ajang festival/turnamen/kompetisi, maka sejatinya geliat sepak bola yang seolah terus berani melawan corona, sungguh mengkawatirkan munculnya klaster baru corona dari sepak bola.

    Dengan corona yang terus mengganas khususnya di Indonesia, dan Indonesia dianggap gagal menangani, maka 59/61 negara lain pun melockdown Indonesia, lalu AFC pun tegas menunda pelaksanaan Piala Asia U-16 dan U-19, seharusnya memang sepak bola akar rumput dan lainnya di Idonesia turut serta peduli akan pencegahan penularan dan menularkan virus corona ini.

    Presiden Jokowi pun telah mengungkapkan bahwa kesehatan adalah kunci memutus mata rantai penyebaran corona dibanding ekonomi.

    Namun perlu dipahami juga bahwa saat kita merasa sehat pun, masih rentan terpapar virus corona, dan kemudian malah menjadi penular kepada keluarga dan masyarakat. Mengapa?

    Waspada pada OTG

    Ada istilah orang tanpa gejala (OTG), dan OTG ini bisa saja sayan kamu, keluarga kita, teman kita, teman main bola kita, teman main basket kita, teman olah raga kita, teman bersepeda kita, teman nongkrong kita, teman ibadah kita, orang yang baru kita temui, dll.

    Lalu, di mana OTG itu? Bisa di lapangan bola, lapangan basket, lapangan olah raga, ruang pertemuan, mall, kafe, tempat ibadah, sekolah, kampus, kereta, bus, pesawat, angkot, pasar, kantor dll.

    Apakah OTG berbahaya? Ya, OTG sangat berbahaya karena dia tanpa gejala dan nampak sehat, namun membawa virus. Bisa jadi si OTG imunnya kuat, sementara si OTG berinteraksi dengan saya, dia, kamu, atau mereka yang imunnya tidak kuat.

    Karenanya, tanpa disadari, virus corona memang sangat susah terdeteksi keberadaannya, dan tahu-tahu sudah ada dalam tubuh korban yang terpapar karena seranganya, terutama karena lewat perantara si OTG.

    Untuk itu, atas kesadaran diri manajemen, pengurus, pelatih, orang tua dan siswa, maka SSB Sukmajaya tetap konsisten meliburkan seluruh program SSB dan program kegiatan baru akan kembali diaktifkan bila kondisi corona sudah terkendali di Indonesia dan dunia.

    Demi menjaga imun, kebugaran, dan skill sepak bola siswa, maka program pembinaan dan pelatihannya adalah melakukan sendiri di rumah masing-masing dengan panduan minimal yang standar.

    Semoga virus corona segera dapat dikendalikan baik di Indonesia maupun dunia. Segera ditemukan vaksin yang valid.

    Sepanjang hal itu belum tergaransi, maka SSB Sukmajaya akan terus mendukung pencegahan penularan dan menularkan dengan libur dari program pembinaan, pelatihan, uji tanding, festival, turnamen, dan kompetisi.

    Bila ada program kompetisi yang pelaksanaannya sudah mendapat izin dan rekomendasi dari pihak dan stakeholder terkait, dan SSB Sukmajaya sudah terdaftar sebagai peserta, maka hanya tim (kelompok umur) bersangkutan yang akan diberikan penanganan.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.