Suntukan Dana Rp37,38 Triliun untuk 8 Perusahaan BUMN - Analisa - www.indonesiana.id
x

suhada ada

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 18 Agustus 2020

Rabu, 16 September 2020 21:14 WIB

  • Analisa
  • Berita Utama
  • Suntukan Dana Rp37,38 Triliun untuk 8 Perusahaan BUMN


    Dibaca : 498 kali

    Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan memberikan anggaran kepada delapan perusahaan pelat merah melalui penyertaan modal negara (PMN) senilai Rp 37,38 triliun. Suntikan ini merupakan bagian dari rencana pembiayaan investasi pemerintah sebesar Rp 169 triliun tahun anggaran 2021.

    Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, suntikan tahun depan itu lebih rendah dibandingkan PMN tahun ini yang sebesar Rp 51 triliun. “Yang disalurkan ke PMN BUMN adalah sebesar Rp 37,38 triliun, turun dari Rp 51,13 triliun yang merupakan total 2020,” ujarnya dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR, Selasa (15/9).

    Sri Mulyani memaparkan, setidaknya terdapat delapan BUMN yang akan mendapatkan suntikan dana dari pemerintah. Salah satunya adalah PT Hutama Karya yang akan menerima kucuran sebesar Rp 6,2 triliun.

    Anggaran tersebut akan difokuskan untuk membiayai pembangunan jalan tol di Sumatera. “Tahun ini sendiri sudah dapat Rp 11 triliun. Nanti digunakan untuk pembangunan di Sumatera, untuk highway utara selatan,” ucapnya.

    Kemudian, lanjutnya, PT PLN (Persero) akan mendapatkan Rp 5 triliun, setelah sebelumnya tahun ini juga mendapatkan PMN Rp 5 triliun. Lalu, ada PT Sarana Multigriya Finance (SMF) yang akan mendapatkan RP 2,25 triliun setelah tahun ini mendapatkan Rp 1,75 triliun.

    Penyaluran anggaran PMN terbesar, kata Sri Mulyani, akan diberikan kepada PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) sebanyak Rp 20 triliun, setelah tahun ini mendapatkan Rp 6,2 triliun. Fokus anggarannya untuk menyelesaikan masalah Jiwasraya.

    Selain itu, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia akan mendapatkan PMN Rp 470 miliar, setelah tahun ini mendapatkan Rp 500 miliar. Selanjutnya, PT Pelindo III dan PT PAL akan mendapatkan masing-masing RP 1,2 triliun.

    Terakhir PT Kawasan Industri Wijayakusuma akan mendapatkan PMN Rp 977 miliar. Anggaran tersebut rencananya akan digunakan untuk membangun kawasan industri terpadu Batang (KIT Batang).

    “Ini berhubungan dengan pembukaan kawasan industri Batang,” tuturnya.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.