Pengambilan Dana PMM di Kampus, Mahasiswa UMM Terapkan Protokol Kesehatan - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

pmm umm selorejo

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 19 September 2020

Senin, 21 September 2020 16:47 WIB

  • Peristiwa
  • Berita Utama
  • Pengambilan Dana PMM di Kampus, Mahasiswa UMM Terapkan Protokol Kesehatan

    PENGAMBILAN DANA PMM DI KAMPUS, MAHASISWA UMM TETAP MENERAPKAN PROTOKOL KESEHATAN DEMI PENCEGAHAN VIRUS COVID-19

    Dibaca : 137 kali

    Di Era New Normal ini jas merah kampus putih atau yang biasa disebut dengan Universitas Muhammadiyah Malang, tetap menyelenggarakan program Pengabdian Masyarakat Mahasiswa (PMM) atau yang biasa disebut dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Tentu hal ini juga dibarengi dengan menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan anjuran pemerintah.

    Dalam program PMM ini, setiap kelompok akan mendapatkan bantuan dana dari kampus sebesar Rp. 75.000/mahasiswa. Jadi, jika anggota kelompok ada 5 orang, maka Rp. 75.000 x 5 = Rp. 375.000/kelompok. Dana ini akan dibagikan sesuai dengan urutan masing-masing kelompok saat mendaftar.

    Pihak kampus juga tidak membatasi kita dalam melakukan pengambilan dana. Pertama, mahasiswa dapat melakukan pengambilan dana dengan datang langsung ke kampus, dan kedua mahasiswa dapat menyerahkan nomor rekening ke pihak DPMM yang selanjutnya dana akan ditransfer di rekening salah satu anggota kelompok. Berhubung letak tempat pengabdian PMM 72-UMM berada di kabupaten Malang, oleh karena itu PMM 72 memilih untuk melakukan pengambilan dana secara langsung ke kampus.

    Universitas Muhammadiyah Malang menerapkan sistem SIMK untuk mahasiswa yang akan berkunjung ke kampus. Apa itu SIMK ? SIMK merupakan kepanjangan dari Surat Izin Masuk Kampus yang mana surat izin tersebut dapat di akses melalui infokhs.umm.ac.id dengan melakukan aktivasi pada SIMK tersebut masa berlaku SIMK hanya 14 hari dihitung mulai dari tanggal pengaktifan SIMK yang selanjutnya dapat diperpanjang setelah masa berlaku habis.

    Pengaktifan SIMK dilakukan dengan mengunjungi poliklinik UMM yang berada di bawah masjid kampus 3 untuk diperiksa kesehatan mahasiswa. Tentu, pemeriksaan ini diberikan secara gratis kepada mahasiswa/i UMM. Selanjutnya, apabila dinyatakan sehat, maka mahasiswa/i bisa mengisi data yang berada di web kampus infokhs.umm.ac.id yang mana dalam pengisian data tersebut wajib mencantumkan bukti surat keterangan sehat dari poliklinik.

    Setelah itu, mahasiswa dapat melakukan aktivasi dengan melakukan scan barcode di ruang sebelah poliklinik dan SIMK tersebut dinyatakan sudah aktif. Ada beberapa titik yang digunakan untuk cek SIMK, antara lain, parkiran masjid kampus 3, student centre dan parkiran utama kampus 3. Namun, untuk saat ini cek SIMK hanya dilakukan di jembatan sebelah dome.

    Berikut alur mahasiswa masuk kampus, yang pertama saat memasuki parkiran mahasiswa/i akan dilakukan cek suhu tubuh, selanjutnya apabila dinyatakan suhu tubuh normal maka mahasiswa/i dapat memparkirkan kendaraan nya. Setelah itu mahasiswa/i melakukan melakukan cek simk dengan menunjukan KTM yang akan discan oleh pihak kampus.

    Apabila mahasiswa/i belum melakukan aktivasi SIMK maka mahasiswa/I tidak diperkenankan untuk memasuki area kampus. Setelah itu, apabila dinyatakan lolos, maka mahasiswa/i dilakukan pengecekan suhu tubuh lagi dan selanjutnya apabila dinyatakan normal maka mahasiswa/i dapat melakukan aktivitas di kampus.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.