Diri Bawa Diri - Analisa - www.indonesiana.id
x

Ilustrasi Kepemimpinan. Pixabay.com

Karimah PBK

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 20 September 2020

Selasa, 22 September 2020 09:54 WIB

  • Analisa
  • Berita Utama
  • Diri Bawa Diri

    Berbicara tentang diri.

    Dibaca : 558 kali

    Berbicara tentang diri berbicara tentang hati. Karena diri dan hati satu suhu, satu utama, serta satu melody terbentuk satu kesatuan dalam tubuh ciptaan Sang Illahi. Tanpa hati apalah arti diri tanpa diri tak adalah hati.


    Berbicara tentang diri berbicara tentang identitas juga karakter. Apakah is kokoh berdiri tegap bak pondasi bangunan dalam dasar kedalaman 5m+ atau bak barang antik mahal yang tersimpan dalam kotak berlapis emas dengan ketebalan 2m+. Atau bahkan bak barang eceran dengan harga jual murah-muriah terpajang tanpa pelindung mudah terkena debu lalu lusuh. Oh Rabbanaa,,


    Berbicara tentang diri berbicara tentang diri itu sendiri. Apakah is baik-baik saja atau malah sebaliknya. Bagaimana keadaan jasadiyahnya. Sudahkah terpenuhi kebutuhannya sehingga mampu Untuk beraktifitas maksimal. Bagaimana ruhaniyahnya sudahkah terpenuhi gizinya sehingga mampu menghamba pada TuhanNya atau malah sebaliknya. Oh Rabbanaa,,


    Berbicara tentang diri berbicara tentang pemiliknya. Siapa dia? Kenapa dia ada? Seperti apa dia? Apa tujuannya? Dan lain sebagainya. Berbicara tentang pemilik diri berbicara pun tentang penciptanya. Apakah dia makhluq yang dicipkatakan dari ada menuju ada (muncul dengan sendirinya), atau dari tiada menuju ada, atau bahkan merasa bahwa dialah penciptanya.


    Kenal diri Anda.
    Apapun kebutuhan diri Anda, kemana Tujuannya, bagaimana kondisinya, dimana keberadaanya dan kapan saja membutuhkan orang lain wajib hukumnya anda ketahui. Andalah pengemudinya. Andalah penentu arah mana yang akan dituju. Keselatan kah utara andalah nahkodanya. Bisakah anda melayar bak nahkoda Nabi Allah Nuh ‘Alaihi Salam pembawa kapal besar diatas air dengan ketinggian yang demikian tinggi. Kemantapan ada ditangan anda.


    Pahami diri Anda.
    Pilihan ada ditangan, pikiran dan hati Anda. Kesiapan diri dalam menjalani lembaran-lembaran takdir tuhan serta kemantapan diri dalam menentukan pilihan Andalah yang mengatur (walau memang kita telah tahu jalan garis hidup manusia telah teratur). Apakah ia berakhir dengan selamat atau tamat Andalah penentunya bukanlah orang lain.


    Seorang wanita yang rutin mingguan membawa dirinya jalan masuk mall atau pusat perbelanjaan saat ditanya, “Mba mau mengunjungi toko apa? “ Dengan santai wanita tersebut menjawab, “Gak ada tujuan si pengen jalan aja liat-liat cuci mata dulu baru milih.” Mari kita tebak apa yang akan dilakukan wanita ini. Saya yakin wanita ini hanya akan berputar-putar, naik turun tangga, melihat ratusan orang dari sudut lantai atas. Menghabiskan waktunya 3 jam, 6 bahkan seharian hanya untuk hal yang merugikannya tidak ada tujuan. Berbeda jika wanita tersebut memiliki tujuan apa yang dibutuhkannya. Apakah kita dari sekian ribu orang tanpa tujuan?


    Apabila hingga hari ini Anda masih dalam pencarian diri, percepatlah gerakan dan temukan dimana diri Anda. Dan jika sudah Anda temukan maka berfikirlah untuk mempercepat menebar biji kebaikan. Karena seorang manusia yang berfikir dan mengetahui cara berpikir selalu dapat mengalahkan 10 orang yang tidak berfikir dan tidak mengetahui cara berpikir.


    Berfikirlah karena kecerdasan tidaklah tetap. Bagaimana iman tak dapat diwarisi begitupun kecerdasan. Banyak sekali fakta mengatakan seorang anak berbeda dengan bapaknya. Seorang bapak dengan profesi tinggi serta jabatan terakui berbanding anak yang tak selesai kuliah bahkan belum bekerja.


    Berfikirlah karena kecerdasan tidaklah tetap. Semakin banyak pikiran digunakan semakin banyak pula koneksi antara sel-sel otak terpakai. Semakin besar pula potensi untuk berfikir secara cerdas. Mari mulai mengasah pikiran kita.


    Tahukah kawan,
    Kapasitas dasar otak manusia hampir tak terbatas. Dapat digunakan untuk segala maksud dan tujuan. Namun, kebanyakan orang belum menemukan potensi itu dalam diri mereka. Ketajamannya tergantung seberapa sering kah pikiran itu diasah dan digunakan.


    Berfikirlah positif maka ia akan memberikan apa yang Anda inginkan. Bagaimana Anda sekarang itu perwujudan dari impian Anda yang lalu. Bagaimana Anda dimasa depan 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun, itu aplikasi dari diri Anda sekarang. Bersantai rialah maka kegagalan yang menentukan masa depan. Bersungguh-sungguhlah maka keberhasilan yang menentukan Anda. Pilihan ada ditangan Anda.


    “Sangatlah benar bahwasannya kekuatan otak menjadi aset paling berharga dalam diri manusia”
    Allah berfirman (Ar-Ra’d[13]11): “..Allah tidak akan merubah suatu kaum sebelum kaum itu merubah dirinya sendiri.. “


    Sangatlah luar biasa pengaruh potongan ayat familiar ditelinga serta lisan kita ini. Masya Allah. Sang Kholik mengabarkan kepada kita bahwa pergerakan bermula dari diri sendiri. Pilihan ada ditangan masing-masing. Diam tak bergerak atau berpikir dan bergerak. Dirilah yang menentukan pilihan.


    Kawan,
    Adillah sejak dalam pikiran. Konsentrasi fokus pada tujuan Anda, pilihan Anda. Pusatkan perhatian penuh pada hal-hal yang Anda inginkan. Semakin banyak perhatian yang Anda arahkan semakin kuat pula jejak keyakinan Anda dalam menjalaninya.


    Tentu saja harus ada gerakan. Dalam teori fisika newton 3 “Ada aksi Ada reaski”. Bergeraklah bukan untuk menebar kesombongan. Percaya pada diri sendiri. Jangan biarkan orang lain merebut kesempatan Anda. Hukumnya siapa cepat dia dapat.


    Mari kita mengingat kembali kisah Rasulullah Muhammad Sallallahu ‘Alaihi Wassalam dan para sahabat dalam perang khandaq dengan jumlah 3+ ribu muslimin. Bagaimana tangan mereka memecahkan batu besar.? Bagaimana tangan mereka dengan alat sederhana menggali parit yang begitu dalam dan lebar.? Sangat-sangat Jauh dari amal pikiran manusia zaman era teknologi sekarang.


    Namun, apa bukti dari hasil gerakan mereka? Rasulullah Muhammad Sallallahu ‘Alaihi Wassalam dan para sahabat berhasil menggeretakkan sejarah Islam dunia. Meninggalkan cahaya perjuangan dalam membela agama yang benar “Al-Islam”. Membakar api semangat dalam hati nurani setiap jiwa yang lemah.


    Yang mana di zaman itu Queasy dan Yahudi dengan segala persiapan matang, ribuan kuda terlatih alat perang canggih militer (di zaman itu) serta pasukan dengan jumlah yang begitu besar dapat dikalahkan Oleg pikiran cerdas serta gerakan cepat Rasulullah Muhammad Sallallahu ‘Alaihi Wassalam dan para sahabat. Dengan kecanggihan yang tersedia mereka para sahabat dan Rasulullah Muhammad Sallallahu ‘Alaihi Wassalam tunjukkan kebesaran Allah dihadapan Romawi Persia di zaman modern ini. Mereka buktikan ayat Allah yang artinya “ Jika kamu menolong (Agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. “


    Berbanggalah kawan, Allah telah mengabarkan berita gembira dengan mengirimkan suri tauladan Rasulullah Al-adzim Muhammad Sallallahu ‘Alaihi Wassalam kepada kita.


    Bahwa keberhasilan Anda Andalah yang membawa. Bekerja keraslah sebagaimana kisah diatas mengajarkan kita untuk berfikir cerdas dan cepat. Bayangkan, sangatlah tidak mungkin pecinta gunung ingin mendaki akan tetapi dia duduk diatas kursi depan televisi nonton siaran para pendaki sambil goyang kaki sambil tersenyum dengan sekejap sampailah ia diatas. Mustahil bukan?


    Kawan, ingatlah sekarang bukanlah zaman sulap. Pintu kemana saja, kantong ajaib, baling-baling bambu, lorong waktu milik doraemon itu semua hanyalah khayalan belaka. Kawan, sadarlah dunia yang kita didalamnya nyata. Butuh motivasi tinggi visi misi dan prinsip untuk menjalaninya.


    Sangatlah benar setiap manusia akan datang padanya dimana dia akan merasa begitu patah. Jika Anda dalam situasi tersebut tersenyumlah dan katakanlah: “Tuhan, terimakasih telah menyelamatkan dan menjagaku dengan sebaik ini”.


    Bersyukurlah, sebab seperti itulah Allah mencintai hambaNya. Allah mencintai kita dengan mendatangkan ujian kepada kita adalah bentuk cinta-Nya pada hamba-Nya. Alangkah indahnya cinta Allah pada hamba-Nya. Seberapa kecil maupun besar cinta kita pada-Nya tak akan pernah patah dan tak akan pernah kecewa. Tidakkah Kita ingin membalas cinta-Nya dengan selalu mengingat-Nya.


    Apapun yang pergi akan terganti. Apapun yang patah akan tumbuh kembali. Boleh saja hari ini kita terluka, tapi lain hari yakinlah kita pasti berbahagia. Hingga membuat kita lupa jika hari ini kita pernah begitu terluka.


    Jika kita berani memperjuangkan untuk sesuatu yang memang harus diperjuangkan, jika kita berani tegas untuk sesuatu yang harus dipertegas, maka semakin beranilah kita untuk meninggalkan seseuatu yang tertinggal. Rasa sakit, patah dan lainnya adalah hal tertinggal yang sudah harus tertinggal. Semakin hari kita harus mengerti bahwa hidup adalah tentang mengambil pilihan demi pilihan.


    Luruskan niat juga hati Anda. Cari dimana ia berada. Tersimpan dalam cahayakah ia atau tergeletak begitu saja tak berdaya. Jika demikian mohonlah pada-Nya agar memberikan ya pada Anda. Suatu waktu anda pasti akan menemukan dimana Anda akan meminta dengan sungguh-sungguh pada-Nya. Pilihan Allah lah yang terbaik. Kembalikan urusan Anda pada-Nya. Karena Dia lebih tau apa yang terbaik buat hamba-Nya. Janganlah putus asa. Allah berfirman yang artinya: “Dimana ada kesusahan disitu ada kemudahan”.
    Kenali diri Anda, pahami ia dalam kesederhanaan Anda. Wallaahu A'lam

     



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.