Era Internet yang ‘Keblinger’: Mengangkat Isu yang Kurang Mengedukasi Pembaca

Minggu, 4 Oktober 2020 06:06 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
img-content
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Semenjak media sosial hadir di kehidupan kita, muncul julukan baru bagi pengguna yakni netizen. Segerombolan manusia yang hobi mengangkat isu sesuatu hingga viral. Mereka berlomba-lomba untuk viral agar terkenal, seakan-akan mereka adalah fotografer sekaligus wartawan instan dengan gadget miliknya. Yang lebih parah lagi, mereka membuat judul yang asal-asalan sehingga mengakibatkan pembaca menelan mentah-mentah dengan judul yang ditulis pula.

Viral foto sekumpulan pria sedang mengantre dan menggunakan baju tentara warna krem di Bandara Soekarno-Hatta. Banyak komentar berujar, bahwa segerombolan pria di dalam foto tersebut adalah tentara yang menyamar.

Bahkan dari foto tersebut, isu semakin melebar ke pembahasan pengangguran. Narasi isu tersebut menyatakan bahwa banyak rakyat yang sedang mengalami pengangguran namun mengapa ada pihak asing yang datang ke Indonesia. Terlebih, ada ucapan iseng yang mengatakan “selamat datang saudara-saudaraku dari China”.

Semenjak media sosial hadir di kehidupan kita, muncul julukan baru bagi pengguna yakni netizen. Segerombolan manusia yang hobi mengangkat isu sesuatu hingga viral. Mereka berlomba-lomba untuk viral agar terkenal, seakan-akan mereka adalah fotografer sekaligus wartawan instan dengan gadget miliknya. Yang lebih parah lagi, mereka membuat judul yang asal-asalan sehingga mengakibatkan pembaca menelan mentah-mentah dengan judul yang ditulis pula. 

Sangat disayangkan, generasi instan muncul setelah kehadiran internet. Padahal, dengan hadirnya internet, kita harus mampu menjadi manusia yang kritis dalam menerima informasi. 

Salah satunya adalah viralnya foto sekumpulan tentara di Bandara Soekarno-Hatta pada Kamis, 1 Oktober 2020. Foto tersebut seakan-akan membuat narasi bahwa tentara dari luar negeri datang besar-besaran di Indonesia. 

Kasat Reskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta, AKP Alexander Yurikho, meragukan kebenaran informasi yang tersebar viral tersebut. Sebab, ketika diteliti lebih lanjut, lokasinya berada di terminal keberangkatan. Bisa jadi, para “tentara” ini akan pergi entah kemana tujuannya. 

“Dilihat dari fotonya, itu bukan dari area kedatangan internasional. Itu area keberangkatan internasional Terminal 3 Bandara Soetta,” jelas Alexander. Dirinya juga menambahkan, menurut analisa lebih lanjut bahwa, “fotonya benar, namun narasinya tidak,” jelasnya. 

Sayangnya, media besar yang mengangkat mengenai isu tersebut bagaikan penyebar hoax. Mengapa mereka harus mengangkat isu tersebut? Untuk apa tujuan jangka panjangnya? Apakah media saat ini adalah penyembang traffic untuk cuan semata? Mengapa media yang (katanya) berkompeten, masih percaya dengan isu tersebut? Isu yang membuat masyarakat kita menangkap mentah-mentah. Sangat disayangkan, padahal ada tugas penting dari sebuah media: mengedukasi masyarakat, bukan malah membuat masyarakat keblinger dan tidak kritis.

Bagikan Artikel Ini

Baca Juga











Artikel Terpopuler











Terpopuler di Peristiwa

img-content
img-content
img-content
img-content
Lihat semua