Natuna Smart Island, Ide Gila Hasil Nyata - Analisa - www.indonesiana.id
x

Dengan menggunakan fasilitas BTS Telkomsel yang ada di Sedanau, dapat disambungkan jaringan Dinas Kominfo yang terpusat dari Bukit Arai, Natuna.

Nyata Official

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 29 September 2020

Sabtu, 10 Oktober 2020 18:24 WIB

  • Analisa
  • Berita Utama
  • Natuna Smart Island, Ide Gila Hasil Nyata

    12 Oktober 2020 genap 21 tahun umur Natuna. Sudah banyak kemajuan di Kepulauan terluar Indonesia bagian Provinsi Kepulauan Riau ini. jaringan internet berkembang dna mendorong digitalisasi masyarakat. Natuna menuju perubahan positif. Setelah memiliki smart city, smart office, kini Natuna segera mewujudkan smart island

    Dibaca : 517 kali

    SUDAH tiga jargon yang disematkan Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Natuna dalam program kerjanya selama 3 tahun terakhir, pertama bertema Internet Lancar Masyarakat Pintar, kedua Internet Satukan Pulau, dan terakhir Natuna Smart Island. Sungguh ide yang gemilang dan brillian, jika melihat status Natuna sebuah kabupaten kecil di ujung Utara Indonesia, kabupaten kepulauan pemukiman penduduk terpisah dari pulau-pulau.

    Hampir tidak bisa di percaya jika beberapa pulau terluar dengan jarak yang jauh bisa disatukan dalam 1 koneksi jaringan. Apabila merujuk pada beberapa Provinsi dan Kabupaten dengan programyang sama, menyatukan pulau 1 jaringan internet banyak gagal dan butuh proses yang panjang. Tetapi di Natuna, nyata dan hasilnya tercapai dirasakan langsung oleh masyarakat. Bila sebelumnya banyak pihak yang mempersoalkan jaringan internet yang lelet di beberapa pulau dan sekarang banyak yang bersyukur.

    Natuna menuju perubahan yang merupakan salasatu pencapaian gagasan Pulau Pintar Indonesia, telah memiliki smart city, smart office dan segera mewujudkan smart island. Fokus program kerja untuk menjadikan Natuna sebagai pulau pintar sudah dirancang sejak tahun 2017, terealisasi secara bertahap sejak tahun 2018, 2019 hingga sekarang, dalam pilot projeck Natuna Smart Island (NSI).

    Tim Kreatif dan Teknisi Dinas Kominfo Natuna

    Targetnya tercapai semua pulau terluar dengan jaringan internet yang maksimal, proyek yang awali dengan kucuran APBD Rp 2,5 miliar realisasi tahun 2019, dengan total target anggaran Rp 14 miliar. Bagaimana 2019?, terlaksana dengan maksimal dan hasilnya sangat memuaskan. Penerapan Smart City dan smart office. "OPD di Natuna sudah menyambung menyambungkan sinyal internet dari dinas Kominfo, terutama areal perkantoran Bupati Bukit Arai, perpustakaan dan dibeberapa dinas di sekitar Natuna Gerbang Utara (NGU)," tutur Kepala Dinas Kominfo Natuna, Raja Darmika.

    Terus tahun 2020 kembali diusulkan Rp 2,5 miliar untuk kelanjutan tahapan pilot projeck tahap II. Tak sesuai dengan harapan, pelaksanaanya terkendala dampak Covid-19. Anggaran tersebut ditiadakan dan dialihkan ke penggunaan Covid. Lagi-lagi Kepala Dinas Kominfo membuat gebrakan, menjadikan Pulau Sedanau icon Kabupaten Natuna sebagai sasaran, dengan Bandwidth (data transfer atau site traffic) 50 mbps dari jaringan Dinas Kominfo.

    "Sedanau adalah pusat kecamatan Bunguran Barat. Saat ini masyarakat di sana masih mengandalkan jaringan seluler yang sering lemot akibat traffic penuh. Kalau malam akan alami jaringan lemot. Sedanau ini pulau kecil yang terpadu, unsur perkantorannya lengkap. Kantor Kecamatan, Koramil, Puskesmas, Polsek, sekolah semua jenjang ada. Memang perlu dengan jaringan yang lancar dan menjadikan Sedanau sebagai pulau pintar di Natuna," kata Raja.

    Kepala Dinas yang aktif di sosmed dan gaul ini mengaku dalam melaksanakan pilot project Smart Island ini penuh dengan tantangan. "Kami pakai perangkat cadangan. Uji coba dilaksanakan hari Sabtu (2/10). Berjalan dengan baik dengan jarak 38 kilometer, di  Sedanau kita manfaatkan tower milik telkomsel 72 meter tingginya. Kita sudah punya ijin dari telkomsel untuk meletakkan alat," ujar Raja.

    Natuna Smart island adalah gagasan dari dinas Kominfo untuk menjadikan sebuah pulau menjadi pintar dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam kehidupan masyarakat. Sebagaimana sudah terealisasi di Natuna seperti Kecamatan Bunguran Timur, Bunguran Tengah dan sasaran baru di Sedanau. "Jika selama ini Sedanau miliki wifi publik dengan penggunaan yang terbatas. Jika jaringan Kominfo sudah masuk melalui project ini, masyarakat akan lebih maksimal lagi dalam jaringan untuk kebutuhan internetan dan sebagainya," kata Raja.(harmoko)



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.