Puisi | Demokrasi Setengah Hati - Analisa - www.indonesiana.id
x

Harits

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 27 September 2020

Selasa, 13 Oktober 2020 09:58 WIB

  • Analisa
  • Berita Utama
  • Puisi | Demokrasi Setengah Hati

    Puisi tentang demokrasi setengah hati di negeri nan gemah ripah loh jinawi.

    Dibaca : 517 kali

    Langit yang mereka tenung dan mayapada
    yang mereka rapal jampi-jampi. Tiada lagi lebah-lebah di jumantara
    Hanya dengung lamat-lamat sepasang sayap
    nan rentan dan berpendar dalam senyap

    Anehnya mereka bertebal muka, walau udara telah berat
    menghimpit dada. Bahkan mereka memalsukan angan
    bak pelawak veteran yang menyambung tekat
    dengan menenggak miras di malam pertunjukan

    Di suatu negeri nan gemah ripah loh jinawi
    adalah lumrah legasi menafikan demokrasi
    tuan dan puan setengah hati memahami
    rakyat setengah mati menjalani

    @HaritsMasduqi



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.









    Oleh: Napitupulu Na07

    4 hari lalu

    Sepuluh Aturan Emas Pengelolaan Risiko Banjir (10 Golden Rules of Flood Risk Management)

    Dibaca : 391 kali

    Dalam Undang Undang No 17 tahun 2017 tentang Sumber Daya Air (SDA), pada Bagian Keempat Pasal 35, pengertian “Pengelolaan Banjir” adalah “Pengendalian Daya Rusak Air”. Pasal 35 ayat (1) Pencegahan Daya Rusak Air dilakukan secara menyeluruh yang mencakup upaya pencegahan, penanggulangan, dan pemulihan; Ayat (3) Pencegahan Daya Rusak Air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditujukan untuk mencegah terjadinya bencana yang diakibatkan Daya Rusak Air. Penjelasan Pasal 35 ayat (3) Yang dimaksud Daya Rusak Air antara lain, berupa: a. banjir (banjir adalah peristiwa meluapnya air melebihi palung sungai atau genangan air yang terjadi pada daerah yang rendah dan tidak bisa terdrainasikan – SNI 2415-2016); b. erosi dan sedimentasi; c. tanah longsor; d. banjir lahar dingin; e. perubahan sifat dan kandungan kimiawi, biologi, dan fisika Air; g. terancam punahnya jenis tumbuhan dan/atau satwa; h. wabah penyakit; i. tanah ambles; j. intrusi, dan/atau; k. perembesan. Beberapa kecenderungan (trend) “Pengelolaan Risiko Banjir” yang berkembang di Eropa, China dan Australia ditulis oleh Sayer et.al 2012 sebagai 10 Golden Rules of Flood Risk Management. Saudara Ir. Slamet Budi Santoso Dipl. HE (Pengamat: persungaian terkait banjir, kekeringan dan pencemaran) telah menyadur tulisan Sayer et.al 2012 tersebut, dan sekaligus mengaitkannya dengan kondisi dan praktek penanganan Banjir di Indonesia. Melihat tantangan permasalahan Banjir ke depan yang semakin berat dan meluas akibat masifnya alih fungsi tutupan lahan dan hutan DAS hulu, ditambah perubahan iklim; Penulis menilai pemahaman Aturan Emas terkait Risiko Banjir ini penting sebagai referensi bagi para akademisi, tenaga ahli dan pengamat banjir di Indonesiana.