Puisi | Selanjutnya Terserah Engkau - Gaya Hidup - www.indonesiana.id
x

painting by Atul Bharmoria

Suko Waspodo

... an ordinary man ...
Bergabung Sejak: 26 April 2019

5 hari lalu

  • Gaya Hidup
  • Berita Utama
  • Puisi | Selanjutnya Terserah Engkau

    Fiksi Puisi

    Dibaca : 421 kali

    aku tidak tahu bagaimana menjelaskan tanpa menulis
    maka, di sinilah aku dengan semua kata yang tertata

    aku biasanya lari dari apa yang aku rasakan
    tetapi tidak pernah terasa senyata ini
    kita memulai dengan kuat
    tetapi aku merasa kita salah

    lihatlah mengapa aku takut komitmen
    aku memberikan semuanya, sebatas mampuku
    aku memberikan hatiku untuk engkau pegang
    dulunya hangat tetapi sekarang menjadi dingin

    andai saja engkau bisa mencari jiwaku
    dan untuk sekali ini dengarkan cerita yang diceritakan
    kita tidak berbicara selama berhari-hari
    dan saat kita akhirnya bertemu
    engkau bahkan tidak bertingkah seperti temanku
    sudahlah, kekasihku

    jika engkau tidak ingin bersamaku
    katakan saja padaku dan biarkan aku
    ini penyiksaan emosional
    jika engkau tidak mencintaiku, akhiri saja
    jangan sakiti aku lagi, katakan itu saja

    aku bersungguh-sungguh saat aku berkata aku mencintaimu
    sejujurnya aku pikir engkau pun demikian
    apa yang terjadi dengan percikan kita?
    api semakin tinggi, itu menerangi jalanku
    tetapi sekarang aku merasa ditinggalkan sendirian dalam kegelapan

    setiap malam aku terbangun
    memikirkan langkah-langkah yang pernah kita ambil
    beranjak ke setiap gerakanku
    ingin tahu apa yang aku lakukan salah
    apa yang bisa aku perbaiki
    air mata mengalir di pipiku
    untuk setiap gerakanku, aku merasa dikritik

    aku masih mencintaimu, jangan salah paham
    tetapi perasaan ini membuatku lemah, tidak kuat lagi
    aku berlutut memohon dan terus memohon
    hatiku tidak bisa menahan pendarahan lagi
    beri tahu aku bagaimana perasaanmu
    apakah cintamu itu nyata atau tidak

    aku hanya tidak mengerti
    suatu hari engkau berdiri tegak dan memegang tanganku
    tetapi selanjutnya aku pergi dengan perasaan sedih
    tanpa arah atau bahkan petunjuk
    ini seperti aku berada di roller coaster emosional
    dengan semua pasang surut ini
    dan berbalik

    aku mencintaimu hanyalah dua kata kecil
    tetapi aku bahkan tidak bisa menjelaskan arti yang dipegang
    engkau telah membuka mataku
    dan menunjukkan padaku hidup baru
    meskipun aku masih muda, aku mulai mempertanyakan keberadaanku
    tetapi saat aku bertemu denganmu, aku sekali lagi mulai percaya
    engkau telah membantu aku lebih dari yang engkau tahu
    dan suatu hari cerita itu akan diceritakan

    aku bukan gadis yang menginginkan materi
    aku tidak ingin bunga atau cincin mewah
    aku seorang pemberi, bukan pengambil
    sama seperti aku seorang pendengar, bukan pembicara
    ada beberapa hal yang aku harapkan
    teruskan membaca jika engkau ingin tahu lebih banyak

    aku ingin menjadi orang yang engkau percayai
    orang yang menyeka air mata dan tersenyum
    aku ingin menjadi orang yang engkau hubungi
    ketika engkau tidak yakin apakah engkau bisa berdiri tegak
    aku ingin berada di sana untukmu apa pun yang terjadi
    untukmu, aku selalu hadir di setiap kesulitanmu
    aku mungkin tidak bisa memberi nasehat
    tetapi aku berjanji kepadamu, aku akan berusaha untuk tegas
    tetapi yang terpenting, aku ingin engkau bahagia
    apalagi bersamaku

    aku minta maaf jika ini membuatmu kesal
    tetapi aku harus melepaskannya dari dadaku
    sekarang engkau tahu persis bagaimana perasaanku
    engkau memegang kartunya, dan inilah waktunya untuk bicara
    setiap kata yang aku ucapkan itu benar
    maka, selanjutnya terserah engkau

    ***
    Solo, Kamis, 24 September 2020. 12:59 pm
    'salam hangat penuh cinta'
    Suko Waspodo



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.