Investasi Hulu Migas untuk Negeri - Analisis - www.indonesiana.id
x

Citra Cita

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 23 Januari 2020

Jumat, 16 Oktober 2020 06:27 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Investasi Hulu Migas untuk Negeri


    Dibaca : 501 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

     

    Tetap lajunya sektor bisnis, salah satunya bergantung pada investasi. Begitulah skema hukum alam' bisnis. Makin banyak investasi yang masuk, maka makin meningkat wilayah bisnis bakal dikelola. Dan target kerja pun akhirnya tidak mangkrak.

    Jika pekerjaan tidak mangkrak sebab investasi bergulir, potensi keuntungan dari bisnis dikelola akan ada. Kalau bisnis untung, ada kesejahteraan. Jadi begitulah alurnya. Skema bisnisnya. Yang telah jadi hukum alam tadi. Dalam sub-sektor hulu migas juga berlaku hukum alam tadi. Apalagi, bisnis hulu migas adalah primadona di Tanah Air.

    Primadona karena pasti sebagai andalan utama pendapatan negara --yang ditetapkan dalam APBN setiap tahunnya. Ditambah lagi: Indonesia dikenal sebagai negeri yang kaya emas hitam. Sejak dulu. Banyak KKKS asing sangat berminat mengelola hulu migas nasional. Sejak dulu.

    Kendati begitu, untuk saat ini bukanlah kerja yang mudah mengajak investor berinvestasi di Indonesia. Khususnya di industri hulu migas. Dengan kondisi saat ini, penyebaran wabah virus Covid-19 yang belum juga usai. Bukan hanya melanda Indonesia. Berdampak pada krisis kesehatan dan ekonomi setiap negara. Termasuk Indonesia.

    Faktor lainnya, harga minyak mentah sedang rendah. Sebab kaitannya dengan situasi pagebluk virus Covid-19 tadi. Namun SKK Migas --sebagai penanggungjawab kegiatan industri hulu migas-- kiranya tidak patah arang. Harus diakui.

    SKK Migas tidak menyerah terhadap situasi. Buktinya: investasi hulu migas hingga September 2020 telah sebanyak 63,33 persen dari target yang ditetapkan.

    Setara dengan nilai materi USD 7,03 miliar. Target investasi dipatok SKK Migas yakni USD 11,1 miliar pada tahun 2020. Jadi sekitar 37 persen lagi target investasi yang perlu dikejar SKK Migas. Atau sekitar USD 4 miliar lagi.

    Harus diakui, itu capaian kerja luar biasa dilakukan SKK Migas. Dengan situasi pagebluk telah 7 bulan terjadi di Indonesia --khususnya terhadap krisis ekonomi yang terjadi.

    Artinya, ada keseriusan kerja dilaksanakan SKK Migas. Meski ada tantangan yang tidak mudah harus dilalui. Tapi SKK Migas tak menjadikannya alasan untuk merealisasikan tanggung jawabnya --setidaknya mendekati. Bila SKK Migas diapresiasi, wajar. Malah memang seharusnya.

    Dengan melihat pada situasi capaian investasi hulu migas hingga akhir September 2020. Dengan situasi kini yang sedang tidak menentu. Bisa saja target investasi hulu migas seluruhnya terwujud seperti ditetapkan SKK Migas. Jika mencermati semangat kerja SKK Migas untuk Indonesia.*

    Ikuti tulisan menarik Citra Cita lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.