Lompatan Jauh SKK Migas - Analisa - www.indonesiana.id
x

Dara Safira

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 23 Januari 2020

4 hari lalu

  • Analisa
  • Berita Utama
  • Lompatan Jauh SKK Migas


    Dibaca : 150 kali

     

    SKK Migas mempercepat realisasi pengadaan barang dan jasa untuk tahun 2021? Efektifkah?

    Sangat efektif. Amat jelas, memberikan dampak saling imbal balik yang positif. Apa itu? Ada beberapa hal yang dapat dicermati --yang mungkin saja masih ada tambahan positif lainnya, namun tidak terangkum.

    Pertama, percepatan pengadaan barang dan jasa untuk tahun 2021 akan mendongkrak kinerja KKKS dan industri hulu migas. KKKS akan optimal dalam kebutuhan alat penunjang kinerjanya dalam mengebor 'emas hitam'. Tidak lagi menunggu lama agar dapat memenuhi apa barang maupun jasa sebagai pendukung kerja.

    KKKS tinggal fokus pada target produksi migas yang ingin dicapai sesuai Plan of Development (PoD) tahun 2021. Sebab, barang maupun jasa yang diperlukannya sudah tidak tersendat lagi. Tak perlu menunggu waktu lama gara-gara tender barang dan jasa baru berlangsung pada tahun 2021. Yang mungkin saja memerlukan waktu berbulan-bulan.

    Kalau tendernya saja sudah berbulan-bulan, maka efeknya bakal ke pekerjaan KKKS. Sebab harus menunggu selesai dulu proses pengadaan barang serta jasa dibutuhkannya. Jadi dengan mempercepat pengadaan barang dan jasa untuk tahun 2021 --yang tidak perlu menunggu berlangsung tahun 2021-- memberikan imbal balik kepada sasaran kerja produksi.

    Barang dan jasa cepat terpenuhi karena proses pengadaannya lebih awal dilakukan, maka upaya menggeber produksi migas juga dapat lebih banyak waktu dilakukan. Di situ harus diakui SKK Migas punya perhitungan cermat. Agar misi menuju produksi migas 1 juta barel makin optimal dikerjakan.

    Kedua, dengan dipercepatnya pengadaan barang dan jasa tahun 2021, maka bakal mendukung penyerapan tenaga kerja. Banyaknya tenaga kerja terserap untuk mengelola barang dan jasa kebutuhan KKKS, akan membantu perekonomian Indonesia.

    Pengangguran menurun dan terbukanya lapangan kerja. Artinya, percepatan pengadaan barang dan jasa oleh SKK Migas untuk tahun 2021 tidak sembarangan dilaksanakan. Tujuannya juga jelas, mendorong produktivitas ekonomi nasional.

    Apalagi sama-sama diketahui bahwa kondisi pandemi virus Covid-19 sangat 'memukul' kesehatan masyarakat dan ekonomi negara. Tentu dari percepatan pengadaan barang dan jasa bisa menumbuhkan lagi perbaikan ekonomi nasional. Mendorong stabilisasi lapangan kerja lagi.

    Sekali lagi: SKK Migas menghitung dengan taktis program kerjanya. Tidak sekadar asal menyiapkan langkah kerja ke depan. Asal terpenuhi saja. Dan semua itu sangat wajar mengapresiasi SKK Migas yang punya siasat jitu dalam pelaksanaan tanggung jawab kerjanya.*



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.









    Oleh: Napitupulu Na07

    4 hari lalu

    Sepuluh Aturan Emas Pengelolaan Risiko Banjir (10 Golden Rules of Flood Risk Management)

    Dibaca : 401 kali

    Dalam Undang Undang No 17 tahun 2017 tentang Sumber Daya Air (SDA), pada Bagian Keempat Pasal 35, pengertian “Pengelolaan Banjir” adalah “Pengendalian Daya Rusak Air”. Pasal 35 ayat (1) Pencegahan Daya Rusak Air dilakukan secara menyeluruh yang mencakup upaya pencegahan, penanggulangan, dan pemulihan; Ayat (3) Pencegahan Daya Rusak Air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditujukan untuk mencegah terjadinya bencana yang diakibatkan Daya Rusak Air. Penjelasan Pasal 35 ayat (3) Yang dimaksud Daya Rusak Air antara lain, berupa: a. banjir (banjir adalah peristiwa meluapnya air melebihi palung sungai atau genangan air yang terjadi pada daerah yang rendah dan tidak bisa terdrainasikan – SNI 2415-2016); b. erosi dan sedimentasi; c. tanah longsor; d. banjir lahar dingin; e. perubahan sifat dan kandungan kimiawi, biologi, dan fisika Air; g. terancam punahnya jenis tumbuhan dan/atau satwa; h. wabah penyakit; i. tanah ambles; j. intrusi, dan/atau; k. perembesan. Beberapa kecenderungan (trend) “Pengelolaan Risiko Banjir” yang berkembang di Eropa, China dan Australia ditulis oleh Sayer et.al 2012 sebagai 10 Golden Rules of Flood Risk Management. Saudara Ir. Slamet Budi Santoso Dipl. HE (Pengamat: persungaian terkait banjir, kekeringan dan pencemaran) telah menyadur tulisan Sayer et.al 2012 tersebut, dan sekaligus mengaitkannya dengan kondisi dan praktek penanganan Banjir di Indonesia. Melihat tantangan permasalahan Banjir ke depan yang semakin berat dan meluas akibat masifnya alih fungsi tutupan lahan dan hutan DAS hulu, ditambah perubahan iklim; Penulis menilai pemahaman Aturan Emas terkait Risiko Banjir ini penting sebagai referensi bagi para akademisi, tenaga ahli dan pengamat banjir di Indonesiana.