Membangun Pribadi yang Lebih Baik - Analisa - www.indonesiana.id
x

Amhelia Yusuf

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 13 April 2020

Rabu, 21 Oktober 2020 16:08 WIB

  • Analisa
  • Berita Utama
  • Membangun Pribadi yang Lebih Baik

    Karena cuman ada dua kunci dalam hidup: Syukuri atau Sabar!!!

    Dibaca : 467 kali

    Membangun pribadi yang lebih baik memang bukan hal yang mudah saudaraku, namun hal ini menjadi tanggung-jawab kita bersama. Semua orang haruslah bangkit dan bersatu padu untuk melakukan sebuah gerakan dan tindakan dalam membangun pribadi yang lebih baik. Semua itu tentu haruslah bermula dari semangat, visi dan keteladanan yang ada pada dirimu saudaraku. 

     Al-Quran telah memberikan serangkain informasi dan petunjuk kepada umat manusia tentang siapa saja dan bagaimana menjadi manusia yang dinamis guna menggapai kesuksesan abadi menuju kemenangan hidup sejati.

    “Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman (yaitu) orang-orang yang khuysuk dalam sholatnya dan orang-orang yang menjauhkan diri dari yang tiada guna”

    Maka pondasi utama sebagai modal dasar dalam membangun pribadi yang lebih baik itu haruslah kamu memiliki ketajaman dalam membangun visi ke depan tentang apa yang kamu akan capai saudaraku.

    Saudariku … Disaat kamu menginginkan masa depan, maka berfikirlah bahwa kamu telah berada di masa depan yang kamu cita-citakan itu, karena semuanya berawal di dalam pikiran kamu. 

    What do you want exactly? Apa yang betul-betul kita inginkan? Bagi air akan senantiasa bergerak selama ada tujuan yang diberikan kepadanya. Apa yang terjadi bila air tidak memiliki tujuan? Ia akan menggenang, menjadi keruh dan berbau busuk. Tujuan yang jelas menciptakan gerakan, karena tujuan adalah daya tarik yang sangat kuat.

    Saudariku … tidak memiliki tujuan yang pasti dalam hidup, sama seperti lari dalam lingkaran yang tak habis.

    Saudaraku …

    Dirimu akan lebih baik manakalah kamu mampu bersikap peka dalam tujuan hidupmu, lalu kemudian kamu mampu bersikap istiqomah dalam menampilkan kebiasaan terbaik yang mampu mengantarkan kamu sebagai pemimpin kehidupan, dan kehidupanmu sebenarnya dapat dilihat pada sejauh mana peran yang kamu mainkan di tengah-tengah kehidupanmu itu sendiri.

    Dalam buku Akh. Muafik saleh telah menyebutkan tujuh kompetensi langkah utama, atau sikap-sikap yang mestinya dimiliki dalam membangun masing-masing kebiasaan yang dapat membuat dirimu lebih baik. in sha Allah.

    1. Ketajaman visi
    • Penetapan visi atau tujuan, optimisme, perencanaan, pencapain misi, motivasi, sukses masa depan
    1. Kompetensi diri
    • Konsep diri, pusat kesadaran, focus dan kualitas diri.
    1. Hidup efektif
    • Berfikir besar dan positif, komunikasi efektif, manajemen waktu, amal yang mengandung prestasi, diam emas.

     

    1. Kepekaan dan kepedulian social
    • Peka dan peduli, bersikap empati kepada orang lain, jeli dan cermat.
    1. Perubahan sosial
    • Semangat amar ma’ruf nahi mungkar, berani mengambil resiko, memberikan teladan terbaik, prinsip inilah saatnya, istiqomah dalam perubahan.
    1. Bertindak professional
    • Disiplin, sikap terpecaya, jujur dan terbuka, penuh tanggung jawab, memiliki keterampilan manajemen.
    1. Puncak kepemimpinan
    • Menjadi pribadi kharismatik, canggih dalam berinteraksi, tepat dalam mengambil keputusan, mampu memotivasi, team work.

     

    Ketahuilah Saudaraku, jika kalian ingin benar-benar menjadi lebih baik plus bahagia,tidak lupa untuk  jadikan pesanan Rasulullah SAW. sebagai dasar keputusanmu, juga pedoman dalam keseharianmu. Jadikanlah setiap pekerjaanmu ibadah. Niatkan dalam setiap langkah karna Allah. Betapa bahagianya hidup ini jika disetiap pekerjaan barokah.

    Dalam hidup ini cuman ada dua kunci agar hidup akan berarti dan bahagia. Yang pertama; Syukur. Sifat syukur ini Allah sangat menyukainya, karena bagi orang-orang yang bersyukur akan Allah cukupkan selalu kehidupannya, begitupun sebaliknya bagi orang-orang yang tidak bersyukur, Allah akan senantiasa membuatnya dalam kekurangan selalu. Nauzubillahminzalik. Dan yang kedua, Sabar. Sifat sabar ini sangat besar ganjarannya disisi Allah SWT yang dimana hanya orang-orang yang bersabar dapat bersabar.

    Dan tidak lupa untuk selalu ikhlas dalam langkah-langkahmu, karena sifat ikhlas juga salah-satu amalan yang sangat dicintai oleh Allah, why not? Karena tidak ada orang yang tidak bahagia apabila seseorang meninggalkan sesuatu karenannya, apatah lagi meninggalkan sesuatu karena Allah. Roobulalamin yang menciptakan seluruh jagat raya. Maka tidak heran para ulama-ulama senantiasa semangat untuk menyembunyikan amal-amalan mereka.

    Salah seorang shalih berkata:

    "Demi Allah aku mendapati orang-orang, mereka tidak mampu jika beramal dikesendiriian kemudian menampakkannya, bahkan semangat menyumbunyikan amalan dan tidak ada yang ketahui."

    Percayalah wahai Saudaraku, jika disetiap amal atau aktivitas yang akan kamu lakukan namun rasanya berat untuk melakukannya, disitulah titik pahala besar yang akan kamu gapai. Mulailah dan teruslahlah melangkah.

    Saudaraku …

                    Tidak ada yang mustahil di dunia ini jika Allah menghendaki. Rendah hati boleh, namun jangan sampai menurunkan martabat diri. Tanamkan dalam hati kecilmu bahwasannya kamu bisa menjadi lebih baik dari sebelumnya.

    "إن الله لا يغير ما بقوم حتى يغيرما بأنفسهم"

    “Sesungguhnya Allah tidak mengubah suatu kaum, sampai hambanya itu berusaha mengubahnya”

    Seoang pepatah mengatakan:

    ‘’Orang yang sudah terlanjur "kaya" susah menjadi "miskin" orang yang sudah terlanjur "miskin" susah untunk jadi "kaya".’’

    Begitupun orang yang sudah terlanjur jadi baik, susah menjadi orang yang tidak baik, dan orang yang sudah terlanjur tidak baik susah untuk jadi baik. Betapa indahnya dan beruntungnnya jika dirimu adalah orang baik, karena orang yang baik itu akan menjadi sosok pribadi yang sangat dirindukan. Dan betapa beruntungnya jika dirimu memiliki kebiasaan yang baik, karena orang yang memiliki kebiasaan baik akan selalu melahirkan suasana positif.

    Semua orang akan mendekatimu, menyukaimu bahkan tidak sungkan untuk meminta bantuanmu. Ingatlah saudaraku, mengalah itu bukan berarti kalah, namun itu adalah sebuah kemenangan terbesar, mengapa demikian? Karena tidak semua orang bisa melakukannya.

    Namun jangan khawatir dan sedih jika dirimu sudah terlnjur menjadi tidak baik, karena sesungguhnya rahmat Allah sangat luas, masih banyak kesempatan buat berubah sebelum ajal itu datang. Dan ketahuilah, Allah sangat-sangat menyukai hamba-hambanya yang bertoba, Allah senantiasa menunggu hamba-hambanya yang ingin berubah. Jangan siasiakan kesempatan, karena rencana Allah itu spektakuler.

    Sayangnya saat ini kita lihat banyak orang-orang yang meninggalkan kondisi awal dibandingkan perubahan. Mereka mengeluh bahwa mereka adalah korban system yang tidak islami, terlahir yatim piatu dan hanya berharap dari luar saja. Jarang sekali yang menyadari bahwa kebiasaan buruk merekalah yang membuat mereka selalu gagal. Kebiasaan buruklah yang memosikan diri sebagai korban, selalu mengeluh an bermental pengemis.

    Keberuntungan seseorang adalah hasil pembiasaan diri. Ciptakan keberuntunagn dengan kebiasaan yang baik, dan jangan pernah menunggu keberuntungan. Jangan berharap beruntung mendapatkan istri solehah bila kita tidak menciptakan kesempatan itu dan hanya menunggu takdir itu datang. Sayangnya, kebanyakan diantara kita berhenti hanya pada rasa ‘kagum’ dan ‘takjub’ saja. Dan rasa ‘kagum’ dan ‘takjub’ itu akhirnya berubah menjadi pembenaran bahwa kita tidak akan bisa menjadi seperti itu, mustahil untuk kita lakukan.

    Tinggalkan masa lalu saudaraku, jangan habiskan waktumu karena hanya sesali apa yang telah terjadi. Bangkitlah sekarang, dan jangan habiskan waktumu karena hanya memikirkan apa yang akan kamu lakukan besok. Namun pikir dan habiskanlah pekerjaanmu yang sekarang. Karena kamu yang dimasa akan datang, kamu yang sekarang ini, dan kamu yang sekarang ini adalah kamu yang kemarin. So … Life is choise saudaraku. Hidupmu adalah amanat dari sang pencipta, maka pergunakanlah ia dengan sebaik mungkin, karena dirimulah juga yang akan menolongmu di akhirat kelak jika dirimu adalah orang baik.

    Salah satu Guru Indonesia kita mengatakan yaitu Ustadz felix Siauw;

    "Bagaimana bila semua hal yang selama ini kita kerjakan ternyata bisa dijalankan secara otomatis? Asyik tentunya!

    Bagaimana bila pekerjaan yang paling sulit pun ternyata bisa diotomatisasi? Lebih asyik tentunya?

    Bagaimana bila mendakwahkan Islam, beribadah pada Allah dan melakukan semua kebaikan juga terjadi secara otomatis? Nah. Itu yang paling asyik!"

    Maka dengan hal ini wahai saudaraku, tentu akan menjadi sumber motivasi tersendiri dalam diri kita untuk mengerjakan tugas dengan lebih baik dan muncul semangat sense of belonging, in sha Allah dengan izinnya.

    So … jadilah pribadi yang baik! Baik kamu maupun aku.

    Huallahua’lam

     

    Penyusun: Amheliya Bintu Yusuf
      (Mahasiswi Arrayah)



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.