Sudah Khatam Teknikal, Fundamental dan Bandarmologi, Tapi kok Tetap Rugi Juga Investasinya - Gaya Hidup - www.indonesiana.id
x

Dhea

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Minggu, 25 Oktober 2020 14:11 WIB

  • Gaya Hidup
  • Berita Utama
  • Sudah Khatam Teknikal, Fundamental dan Bandarmologi, Tapi kok Tetap Rugi Juga Investasinya

    Banyak investor gagal dalam investasi atau trading sahamnya karena faktor psikologi, meski bekal pengetahuan analisisnya sangat memadai atau bahkan mumpuni.

    Dibaca : 562 kali

    Dewasa ini tidak sedikit investor saham yang sudah khatam dengan yang namanya analisis teknikal, fundamental hingga bandarmologi, tapi kok tetap rugi juga? Analisis teknikal dan fundamental ternyata tak memberi kepastian cuan? Ilmu-ilmu tadi bukan jaminan mencapatkan cuan?

    Lantas apa yang sebenarnya terjadi? Sudah memiliki pisau tajam dalam memilih saham-saham yang terbaik kok tetep saja mengalami kerugian dan kegagalam dalam investasi saham?

    Investasi saham yang mendatangkan cuan memang bukan sebuah kepastian, tetapi senyatanya bisa diusahakan di tengah kemudahan menikmatinya, semisal dengan aplikasi IPOT yang sudah berbasis aplikasi keluaran Indo Premier Sekuritas.

    Nah, selidik punya selidik, keberhasilan dalam investasi saham bukan melulu soal kemampuan dalam analisis, tetapi juga terkait dengan yang namanya faktor psikologi.

    Banyak investor gagal dalam investasi atau trading sahamnya karena faktor psikologi, meski bekal pengetahuan analisisnya sangat memadai atau bahkan mumpuni.

    Faktor psikologi yang dimaksud tentu saja erat berkaitan dengan kesiapan investor dalam menyikapi laju pergerakan saham yang fluktuatif. Bukan rahasia lagi, harga saham itu sangat fluktuatif. Harga saham itu naik turun.

    Nah, bagi yang tidak siap dengan fakta ini bisa saja menjadi kacau investasinya. Ketidaksiapan mental dalam menghadapi ini semua tentu saja akan memengaruhi seseorang dalam membuat keputusan yang tepat, karena lagi-lagi soal mental bukan soal kemampuan analisis.

    Kondisi psikologi, entah karena grogi atau sifat rakus, kerap memengaruhi keputusan investasi yang tidak tepat kendati sudah dibekali banyak analisis atau memiliki kemampuan analisis yang tajam.

    Mereka yang memiliki pengetahuan yang bagus, entah fundamental, teknikal maupun bandarmologi tetap saja bisa mengalami kegagalan dalam investasi saham karena faktor psikologi.

    Di pasar saham selalu ada banyak kemungkinan, sehingga pengetahuan analisis saja tidak cukup. Oleh sebab itu, investor yang memiliki pengetahuan pasar saham yang bagus perlu memiliki kesiapan mental atau psikologi investasi yang bagus atau kalau akhirnya menjadi trader maka alangkah eloknya kalau memiliki psikologi trading yang bagus juga.

    Psikologi yang dimaksud di sini terkait kondisi psikis seseorang saat mengambil keputusan. Ketidaksiapan dan pikiran yang kalut bisa membuat keputusan yang diambil menjadi salah (loss) sehingga yang dialami adalah gagal investasi.

    Nah, kondisi psikologi yang penting dimiliki seseorang dalam investasi sahamnya adalah pikiran positif dan tenang yang akan mendukung keputusan yang bakal mendatangkan keuntungan (gain). Kondisi mental seperti ini juga mengindikasikan kesiapan mental menanggung berbagai kemungkinan risiko kerugian hingga tidak gampang euforia manakala mendapatkan hasil yang bagus.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.