Pentingnya Publikasi Ilmiah bagi Mahasiswa - Analisa - www.indonesiana.id
x

Ilustrasi Aksi Mahasiswa. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

husnul khatimah

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 27 Oktober 2020

Rabu, 28 Oktober 2020 06:57 WIB

  • Analisa
  • Berita Utama
  • Pentingnya Publikasi Ilmiah bagi Mahasiswa

    Tulisan ini keluar sebagai pemenang ketiga pada lomba yang diadakan rampung Indonesia dengan tema Mengapa Mahasiswa Harus Publikasi Ilmiah (meski tidak diterbitkan), sebagai syarat gratis mengikuti webinar yang berjudul Pentingnya Publikasi Ilmiah untuk Mendaftar Beasiswa Penelitian di Luar Negeri yang diselenggarakan pada 12 September 2020 Pukul 16.00 WIB,

    Dibaca : 658 kali

    Publikasi ilmiah saat ini sedang gencar digalakkan di institusi pendidikan tinggi untuk mengejar ketertinggalan publikasi jurnal dari negara lain. Kita cukup jauh tertinggal dibanding negara tetangga, seperti Malaysia bahkan di bawah Vietnam. Hal itu dikemukakan (Abdullah, 2020) dalam webinar yang saya ikuti selama pandemi Covid-19.

    Bahkan tidak sedikit seminar yang diselenggarakan secara daring atau akrab disebut webinar selama pandemi ini yang concern membahas urgentnya menulis dan mempublikasikan karya ilmiah para akademisi yang sering dikenal dengan istilah artikel jurnal. Istilah publikasi ilmiah bahkan tak jarang masih terdengar asing di kalangan akademisi baik itu dosen termasuk juga para mahasiswa dan masih menjadi momok bagi para mahasiswa khususnya tingkat akhir yang harus mempublikasikan skripsi, tesis, dan atau disertasinya dalam benmtuk jurnal.

    Sebelum jauh melangkah mengenai seberapa penting hal ini dalam dunia akademisi perlu diperjelas lagi sebenarnya apa itu publikasi ilmiah. Secara sederhana dapat dijelaskan bahwa ia merupakan sebuah tulisan yang telah melalui proses penelitian dan pengkajian data yang telah melalui proses review para ahli di bidangnya atau biasa disebut reviewer sampai artikel tersebut layak untuk terbit di jurnal nasional maupun internasional. 

    Berbicara soal mahasiswa dan publikasi ilmiah membuat saya tertarik untuk ikut memberikan sumbangsih pemikiran di dalamnya, mengingat mahasiswa juga memiliki peran penting melanjutkan amanah ilmiah ini. Tentunya dengan melalui proses pembinaan, pelatihan yang kemudian dilanjutkan dengan melakukan kolaborasi penelitian dengan dosen pembimbingnya.

    Meski kalangan mahasiswa juga mempunyai andil, namun tak jarang mereka masih menganggap ini beban berat dan cenderung menghindar. Mereka tak ingin terlibat dalam project penelitian kampus baik di bawah langsung institusi seperti Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) maupun dalam bentuk organisasi kemahasiswaan seperti Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) forum menulis karya ilmiah. Masalah ini berangkat dari rendahnya literasi di negeri ini, budaya membaca yang rendah, seperti yang diuraikan (Gumilar, 2020), pada kahirnya melahirkan generasi yang malas untuk melahirkan ide kreativitas dan inovasi kemudian menuangkannya dalam sebuah tulisan yang ilmiah.

    Publikasi ilmiah layaknya sebuah album yang diluncurkan para musisi, seperti yang diungkapkan (Rahmayanti, 2020). Seseorang dikatakan telah menghasilkan sebuah karya apabila telah dikenal khalayak ramai. Begitu pula halnya dengan skripsi, tesis, dan atau disertasi, jika hanya menjadi koleksi perpusatakaan kampus, maka tidak akan banyak yang mengetahui hasil dari penelitian bahkan kontribusi apa saja yang dapat diterapkan dari temuan tersebut.

    Proses menulis, meneliti dan mengkaji data sampai kepada mempublikasikan artikel ilmiah membentuk mahasiswa yang bermental baja. Betapa tidak proses review yang berulang-ulang bahkan ditolak harus mereka hadapi.

    Kemudian kegiatan ini mengasah para mahasiswa untuk berpikir logis dan analitis dalam menelurkan gagasannya. Dan paling utama melatih mahasiswa sebelum melangkah ke jenjang selanjutnya seperti S2 dan S3, menjadi seorang dosen bahkan seorang guru besar yang tentunya harus berhadapan dengan berbagai riset dan publikasi. Maka jangan berpikir bahwa menjadi guru besar adalah akhir dari perjuangan melainkan awal dari perjuangan sesungguhnya, seperti yang dijabarkan (Arif, 2020) dalam sebuah webinar. 

    Tongkat estafet kelangsungan budaya akdemik seperti menulis dan publikasi ada di tangan generasi saat ini khususnya mahasiswa. Usia yang masih produktif ditunjang kondisi tubuh yang masih prima ditambah lagi semangat yang masih membara adalah paket komplit dengan jiwa idealisme.  Alangkah baiknya jika dituangkan dalam sebuah tulisan yang diharapkan dapat melahirkan banyak perubahan di seluruh sektor kehidupan negeri ini.

    Terlebih lagi sumber informasi sebagai bahan referensi sudah sangat mudah diakses. Ditunjang fasilitas lab yang sudah cukup canggih terkhusus mahasiswa di bidang eksak dan begitu banyak fenomena sosial yang terjadi saat ini yang dapat dikaji bagi mahasiswa di bidang sosial.

    Alangkah bijaknya jika ide dan sikap kritis mahasiswa terhadap berbagai kondisi di negeri ini disalurkan melalui tulisan yang diawali dengan riset mendalam dan diskusi dengan sesama rekan mahasiswa dan dosen pembimbimbing kemudian dipublikasikan baik di jurnal nasional maupun internasional. Itu bisa bdilakukan daripada sekedar mengkritisi kebijakan pemerintah dengan turun ke jalan dan merusak fasilitas umum.

    Publikasi ilmiah cukup efektif dan lebih memberikan solusi nyata dan lebih mengangkat martabat mahasswa sebagi agen perubahan dari segi akademik. Mahasiswa merupakan insan intelektual yang hasil temuannya dapat diaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat. Bahkan bila mungkin dijadikan acuan kebijakan baru di negeri ini.

     

    Sukabumi, 27 Agustus 2020

     

    Referensi:

    Abdullah, AG. (2020). Webinar Trik Mengkonversi Skripsi, Tesis dan Disertasi menjadi Artikel Jurnal Internasional, 22 Agustsu 2020 Pukul 09.00 WIB. LPPM Universitas Wiralodra.

    Arif, MNRA. (2020). Webinar Kinerja dan Publikasi Ilmiah Dosen Menuju Puncak Jabatan Akademik, Peta jalan Karir Dosen, 03 Juni 2020 Pukul 10.00 WIB. RJI DKI Jakarta.

    Gumilar, G. (2020). Webinar Indonesia Bangkit, Pendidikan Bangkit, Indonesia Bangkit, Memperingati Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2020 Pukul 09.00 WIB. Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

    Rahmayanti, HD. (2020). Webinar Tips dan Trik Menulis Karya Ilmiah di Jurnal Ilmiah Internasional bereputasi, 30 Juli 2020 Pukul 13.00 WIB. Drim.id.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.