Kurangnya Kesadaran Masyarakat Terhadap Protokol Kesehatan Selama Pandemi - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

Vina Lukfiana Handayani

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 5 November 2020

Kamis, 12 November 2020 15:46 WIB

  • Peristiwa
  • Berita Utama
  • Kurangnya Kesadaran Masyarakat Terhadap Protokol Kesehatan Selama Pandemi

    Masyarakat masih saja tidak mempedulikan protokol kesehatan yang telat dibuat oleh pemerintah. Padahal protokol dibuat juga untuk kebaikan masyarakat sendiri

    Dibaca : 557 kali

    Semarang, - Covid-19 belum berakhir dan belum tahu kapan virus ini akan berakhir. Melihat prosentase akibat virus ini yang setiap harinya selalu mengalami kenaikan. Kurangnya kesadaran dari masyarakat adalah dampak dari meningkatnya kasus dari Covid-19.

    Usaha yang bisa dilakukan saat ini adalah selalu mematuhi protokol kesehatan yang telah dibuat oleh pemerintah. Karena kita sadar kita sebagai masyarakat yang mempunyai segala macam kesibukan, menerapkan protokol kesehatan adalah hal yang saat ini bisa membantu untuk meringankan risiko tertularnya covid-19. Contoh kecil adalah dalam menggunakan masker. Hal tersebut adalah yang sering sekali masih menjadi hal berat yang dilakukan oleh masyarakat yang berkegiatan di luar rumah. Alih-alih belum terbiasa, lupa dan tidak nyaman menjadi faktor utama masyarakat untuk tidak mematuhi peraturan.

    Ada juga yang menggunakan masker hanya di kalungkan tanpa benar-benar digunakan sesuai kegunaannya dengan alasan hanya untuk berjaga-jaga. Hal ini semakin di perparah ketika adanya asumsi bahwa sistem imun orang dewasa lebih kebal ketimbang sistem imun milik orang tua.

    Selain dalam penggunaan masker, masyarakat masih kurang kesadaran akan pentingnya berjaga jarak. Padahal pemerintah sudah membuat peraturan jaga jarak paling tidak 2 meter untuk meminimalisir tertularnya virus Covid-19. Namun yang terlihat sampai saat ini masih saja masyarakat mengabaikan peraturan untuk tetap berjaga jarak dan masih saja berkerumun tanpa sedikitpun ada rasa takut tertular.

    Masyarakat masih beranggapan bahwa covid-19 adalah virus yang masih dipertanyakan keberadaannya. Bagaimana tidak, virus yang tidak diketahui asal usulnya bisa menyerang sistem imun manusia dengan gejala yang hampir mirip dengan gejala flu atau demam bisa memakan banyak korban. Bahkan masyarakat ada yang menganggap hal ini adalah monopoli antara pemerintah dengan Rumah Sakit. Artinya masyarakat belum sepenuhnya mendukung program pemerintah dalam memutus rantai penyebaran virus Covid-19.

    Jadi, yang perlu dilakukan sekarang adalah tetap dirumah saja jika memang tidak ada keperluan mendesak untuk keluar rumah, tidak lupa mencuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah berkegiatan, tetap menggunakan masker dan berjaga jarak karena kita tidak pernah tahu apakah orang-orang disekitar kita sepenuhnya sehat atau bahkan sudah tertular virus covid-19.

    Bersama-sama saling membantu mengingatkan dan berusaha memutus rantai penyebara virus Covid-19. Menjaga kesehatan kita dengan cara memakan makanan bergizi, tidur dengan waktu yang cukup serta berolahraga ringan tanpa harus keluar rumah, jaga kondisi emosional kita agar tidak mudah stress dan harus sadar untuk tetap menaati protokol kesehatan walaupun kita belum terbiasa akan keadaan ini. Terakhir tetap berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar pandemi ini segera berakhir.

    Vina Lukfiana Handayani (1704016069)
    Mahasiswa UIN Walisongo Semarang Pogram Studi Aqidah Filsafat Islam

    11 November 2020



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.