Tidak-isasi bukan Kriminal? - Gaya Hidup - www.indonesiana.id
x

jangan bersedih, kamu gak sendiri kok. ada yang lain yang siap membantumu.

Arifa Lailla

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 12 November 2020

Jumat, 13 November 2020 09:30 WIB

  • Gaya Hidup
  • Berita Utama
  • Tidak-isasi bukan Kriminal?

    artikel yang membahas sedikit mengenai mengapa banyak orang sulit mengatakan 'tidak'. Dan memberikan semangat untuk orang-orang yang dicap sebagai 'people pleaser'. dari Arifa untuk para pembaca.

    Dibaca : 941 kali

    Apakah mengatakan tidak termasuk salah satu bentuk kejahatan?

    Banyak orang berspekulasi jika mengatakan tidak termasuk suatu perbuatan yang salah. Hmm..saya rasa tidak seperti itu konsepnya. Kebanyakan orang menjadi sungkan berkata tidak ke orang lain karena banyak dari mereka tidak tega menolak bantuan/ajakan dari orang lain, sehingga sebisa mungkin mereka berusaha untuk meng-iyakannya. Orang jadi sungkan berkata tidak karena terlalu banyak berdebat dengan pikiran sendiri. “nanti kalo aku ngomong ‘engga’ dia bakal gimana ya?” “kalo aku nolak dia, dianya gimana ya?”. Terlalu banyak mikir untuk mengatakan satu kata saja. Padahal mah berkata tidak merupakan suatu bentuk opini yang bertolak belakang. Kita bebas ber opini apapun asalkan masih bias di pertanggungjawabkan. Gak ada salahnya kok berkata tidak

                “Apa gak boleh ngomong tidak?” Tidak menjadi suatu kewajiban untuk meng-iyakan, setuju, ataupun sejalan dengan berbagai pendapat orang. Sebagai individu yang bisa memilih, maka hak harus dibentuk penuh agar saling bisa menghargai. Mungkin terlihat sekarang ini banyak orang yang sungkan untuk say no kepada orang yang berpendapat, alangkah baiknya jika tidak mengutamakan segala perasaan, tapi lebih baik berfikir kita memang benar mampu menerima atau tidak jika menyetujui itu.

    Untuk mencapai sebuah hasil yang baik, akan benar baik jika tidak ada keterpaksaan, jadi tidak perlu segala hal setuju, utarakan opini dan pendapatmu pula, bukan tentang dia siapa, namun suara yang benar dan pikiran-pikiran yang baik harus lebih bisa diutamakan, menjadi orang yang berani untuk speak up akan bisa membangun keputusan yang baik pula diantara pendapat-pendapat. Jadi, sekali lagi, jangan sampai terhenti karena tidak enakan, jangan sampai terhenti karena “iya” namun nyatanya tidak, suarakan suara, bukan perasaan kasihan belaka.

                Apa susahnya ngomong tidak? Bagi beberapa orang, mengatakan tidak itu mudah. Tetapi untuk seseorang yang terbiasa tidak menggunakan ‘kata ajaib’ itu mustahil dilakukan. Terbayang rasa bersalah, dikejar penyesalan. Mungkin itu yang dirasakan para people pleaser. Yap benar, mereka yang berusaha selalu menyenangkan orang lain tanpa memikirkan diri sendiri. Mereka yang kesulitan mengatakan tidak. Menjadi manusia yang merupakan makhluk sempurna tak serta merta membuat kita juga harus menjadi orang yang sempurna. Jangan takut disalahkan dalam mengutarakan pendapat. Jangan takut dikucilkan setelah menyampaikan pendapat. Mereka yang merasa mendapat ‘kata ajaib’ harus mengerti mengapa kita mengatakan kata ‘itu’. Tidak selamanya kita yang harus selalu mengerti dan memahami mereka. Hidup bagaikan roda yang berputar. Hidup harus ada timbal-balik.

                Teruntuk kalian para people pleaser, jangan takut untuk menolak. Kamu gak salah kok! Langkah yang kamu ambil benar. Tidak semua hal bisa diwajarkan, bisa diterima. Ayok berani mengatakan TIDAK sesuai konteksnya. Tetapi, gak semuanya juga ya yang ditolak.

     

    Salamku untukmu yang sedang membaca tulisanku.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.