Dampak Covid-19 Bagi Pendidikan Anak - Analisa - www.indonesiana.id
x

Vina Lukfiana Handayani

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 5 November 2020

Jumat, 13 November 2020 14:54 WIB

  • Analisa
  • Berita Utama
  • Dampak Covid-19 Bagi Pendidikan Anak

    Banyak orang tua mengeluh akibat belajar online dari rumah. Selain itu, dampak bagi murid cukup mempengaruhi bagi prestasinya. Karena kurangnya fasilitas di beberapa daerah, membuat banyak para murid harus putus sekolah.

    Dibaca : 1.104 kali

    Belajar adalah jalan menuju gerbang kesuksesan. Banyak diantara kita saling berlomba-lomba dalam belajar dengan harapan dapat diterima di sekolah atau universitas impian dan bisa mewujudkan cita-cita yang mulia. Namun, tidak dengan beberapa bulan kebelakang karena adanya faktor virus corona yang mewajibkan semua lembaga pendidikan tutup dan mengalihkan sistem belajar daring atau belajar jarak jauh, online dari rumah.
    Pendidikan menurut Ibnu Sina adalah berkaiatan dengan sekuruh aspek yang ada pada diri manusian mulai dari fisik, mental dan moral. Sedangkan pendidikan menurut Plato adalah sesuatu yang dapat membantu proses pengembangan individu dari jasmani dan akal dengan sesuatu yang dapat memungkinkan tercapainya sebuah kesempurnaan.

    Belajar di era pandemi menjadi tantangan baru bagi para pelajar, guru bahkan orang tua yang memiliki anak masih bersekolah. Kebanyakan orang tua atau wali murid mengeluh karena kurang paham akan berjalannya sistem daring ini, mengingat para orang tua tidak sepenuhnya paham akan teknologi, tidak paham materi yang diberikan oleh guru dan merasa orang tua dituntut memaksimalkan perannya dalam membimbing putra-putri mereka. Belum juga dengan orang tua yang masih bekerja dan tidak selalu dirumah. Hal ini juga menjadi kendala.

    Selain orang tua, murid merasa terbebani dengan banyaknya tugas tanpa pernah mereka pelajari terlebih dahulu. Ditambah lagi dengan tugas-tugas yang mengharuskan mereka menyelesaikan dalam kurun waktu 24 jam dengan banyaknya mata pelajaran, terbatasnya sarana belajar serta tidak lancarkan koneksi internet yang digunakan.

    Belajar secara daring tidaklah efektif karena kurangnya ruang gerak antara murid dengan guru. Misal, jika materi disampaikan secara pesan singkat melalui Whatsapp. Tidak semua membuka dan membaca pesan tersebut, bahkan ada yang hanya membuka whatsapp grub hanya untuk mengisi daftar hadir setelah itu mengabaikan tugas. Pembelajaran daring juga membuat murid menjadi mudah bosan karena tidak adanya interaksi secara langsung.

    Pembelajaran secara online juga tidak selalu berjalan mulus seperti harapan pemerintah. Banyak orang tua mengaku stress apabila anak yang di bimbing tidak cepat dalam menangkap pelajaran dan banyak orang tua yang kurang paham akan karakter anak sehingga mengakibatkan kekerasan dalam pembelajaran. Tak jarang ditemukan orang tua memberikan bimbingan kepada anak-anak nya dengan intonasi keras, memaksa kehendak, mengancam bahkan memukul anak. Padahal pola asuh seperti itulah yang membuat anak menjadi takut dan tidak berkembang selama bersekolah. Meskipun dengan tujuan disiplin tapi tidak dengan cara seperti itu.

    Oleh sebab itu, orang tua harus berhati-hati dalam memahami karakter anak dan bisa menyesuaikan dengan kemampuan anak. Pendekatan dengan anak yang penuh rasa kasih sayang berserta sabar, dapat menumbuhkan rasa percaya diri terhadap anak. Membuat anak menjadi merasa aman ketika memang dia belum benar-benar paham akan tugasnya dan membuata anak semangat belajar karena anak tidak mendapati trauma akan kekerasan dalam belajar.


    Refrensi
    Dimyati, dkk, 2006, Belajar Dan Pembelajaran, Jakarta, Rineka Cipta

    Penulis
    Vina Lukfiana Handayani (1704016069)



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.