Puisi | Alam Liar - Analisa - www.indonesiana.id
x

ilustr: Orkid Gallery

Suko Waspodo

... an ordinary man ...
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Selasa, 24 November 2020 06:34 WIB

  • Analisa
  • Berita Utama
  • Puisi | Alam Liar

    Fiksi Puisi

    Dibaca : 717 kali

    aku adalah burung yang terbang tinggi dan bebas
    seekor lumba-lumba abu-abu halus di laut berkilauan
    singa kuning kecoklatan dengan cakar tajam panjang
    dan buaya tersembunyi dengan rahang yang kuat

    akulah hujan yang turun dari langit
    sebuah sambaran petir, tidak pernah malu
    gempa bumi yang bergemuruh jauh di dalam
    dan kresendo angin menghentikan tidurmu

    aku adalah kuda dengan kukunya menghantam tanah
    garis merah, cakar tidak bersuara
    seekor harimau membungkuk, mengintai mangsanya
    dan seekor sapi yang lembut, tertidur di atas jerami

    akulah api yang mereka coba keras jinakkan
    percikan kecil ke nyala api yang menderu
    selusin ombak menerjang pantai
    dan binatang tak dikenal di dasar laut

    akulah seruan serigala ke bulan
    gelombang panas di bulan juni
    pusaran bunga jatuh dari pohon
    dan jeritan elang yang membumbung tinggi

    aku adalah sungai di negeri yang jauh
    sejumlah besar kerikil di hamparan pasir
    gunung bergerigi berdiri tegak
    serta hamparan salju siap turun

    panggilan alam liar ada di jiwaku
    sebuah lagu, bisikan, membuatku utuh
    jadi aku harus pergi seperti yang diperintahkan
    untuk mengejar bintang sebelum aku tua

    ***
    Solo, Senin, 23 November 2020. 6:09 pm
    'salam damai penuh cinta'
    Suko Waspodo



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.