Kampung Markisa dan Sejarah Baru yang Terus Bertumbuh - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

Gedung perpustakaan sekaligus rumah produksi jus buah di Kampung Markisa

Puji Handoko

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 13 November 2020

Kamis, 26 November 2020 12:34 WIB

  • Peristiwa
  • Berita Utama
  • Kampung Markisa dan Sejarah Baru yang Terus Bertumbuh

    Dan proses selanjutnya, karena markisa yang ditanam tumbuh subur dan berbuah banyak, warga mulai mengolahnya menjadi minuman. Dari sanalah kemudian sebutan Kampung Markisa mereka dapatkan.

    Dibaca : 1.006 kali

    Kampung ini diberi julukan Kampung Markisa. Sebab di kelurahan ini dikenal dengan olahan buah markisa. Sejarahnya sebenarnya tidak sengaja. Nama kampung ini Sukorame, Kecamatan Gresik, Jawa Timur. Dulu di tahun 2017 warga RT 1 RW 1 Sukorame meminta pada anak usaha Pertamina, yaitu PT Pertamina Lubricants melalui Production Unit Gresik (PUG) untuk memberikan pada mereka tanaman peneduh. Fungsinya untuk penghijauan.

    Kebetulan kemudian mereka diberikan bibit markisa yang ditanam di pekarangan penduduk. Mereka juga mendapat bantuan anjang-anjang untuk dipasang di sepanjang jalan kampung. Tujuannya sebagai media bagi tumbuhnya markisa. Sebab markisa adalah jenis tumbuhan merambat.

    Dan proses selanjutnya, karena markisa yang ditanam tumbuh subur dan berbuah banyak, warga mulai mengolahnya menjadi minuman. Dari sanalah kemudian sebutan Kampung Markisa mereka dapatkan.

    Bantuan dari Pertamina tidak berhenti di sana. Melalui anak usahanya, Pertamina juga membangun perpustakaan dan rumah produksi yang resmi dibuka pada 10 November 2020. Bangunan itu bukan hanya sebagai tempat pendidikan, namun juga difungsikan sebagai sarana pengembangan ekonomi, sosial dan lingkungan bagi masyarakat.

    Ketua RW 1 Kelurahan Sukorame, Totok mengatakan, selama masa pandemi ini, perpustakan baca yang diberi nama Baitul Hikmah itu sangat digemari oleh masyarakat Sukorame. Mereka mengisi waktu luang, sekaligus menambah ilmu di sana.

    "PT Pertamina Lubricants terus mendukung pembangunan Perpustakaan Baca Baitul Hikmah ini, impian dan harapan warga Sukorame, Gresik, akhirnya terpenuhi. Gedung perpustakaan yang diidamkan selama bertahun-tahun kini diwujudkan bersama Pertamina Lubricants," kata Totok, sebagaimana dikutip CNBCIndonesia.com, Rabu, 25 November 2020.

    Melalui perpustakaan itu nantinya, diharapkan masyarakat agar lebih menggalakkan lagi minat baca. Hal itu penting, mengingat Indonesia termasuk negara dengan minat baca rendah. Dengan membaca itulah mereka akan membuka jendela dunia, mendapatkan informasi yang benar, bukan hoax. Apalagi gedung perpustakaan itu tidak hanya sebagai sarana edukasi, melainkan juga menjadi rumah produksi minuman jus markisa.

    Di tempat itulah kader lingkungan RT 1 RW 1 Sukorame mengembangkan produk olahan mereka. Selain itu, mereka juga sudah mulai mengembangkan teknik pemasaran, termasuk upaya untuk memanfaatkan internet.

    Sebenarnya bantuan yang diberikan oleh anak usaha Pertamina pada warga Sukorame telah dilakukan sejak lama, setidaknya mulai tahun 2016. Mereka telah mendukung pengembangan, pengelolaan dan pemasaran Kampung Markisa melalui pemberian alat pengelolaan, yakni untuk SDN 1 Sidokumpul dan di Kelurahan Sukorame.

    Minuman Jus Markisah itu dijual ke masyarakat melalui Koperasi Kader dengan rata-rata penjualan 400 botol per bulan, harganya hanya 5000 rupiah. Minuman ini termasuk jenis yang digemari oleh masyarakat sekitar. Karena memang dilakukan secara swadaya, produksinya masih terbatas. Tapi itu cukup untuk membantu perekonomian warga Sukorame.

    Dan perlahan, masyarakat terus berupaya meningkatkan produksinya. Kontribusinya sangat terasa, apalagi di masa pandemi Covid-19. Markisa yang mereka tanam telah menghasilkan berkah yang sangat banyak. Selain membuat suasana teduh dan asri, markisa itu juga menghasilkan secara ekonomi.

    Di Kampung Markisa kepercayaan diri masyarakat untuk lebih berdaya meningkat. Mereka terus berupaya mengembangkan kemampuan untuk mengolah dan memasarkan buah, yang secara tidak sengaja telah mengubah sejarah kampung mereka itu. Sejarah baru yang terus bertumbuh dengan segenap dinamikanya.

     

     

     



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.