Mereka yang Telah Menggerakkan Bandul Nasib ke Arah Sebaliknya - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

Puji Handoko

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 13 November 2020

Selasa, 1 Desember 2020 05:54 WIB

  • Peristiwa
  • Berita Utama
  • Mereka yang Telah Menggerakkan Bandul Nasib ke Arah Sebaliknya

    Kabar baik seperti ini tentu melegakan. Dorongan kemanusiaan untuk menolong saudara sebangsa sudah semestinya harus terus ditumbuhkan. Sebab orang-orang itu sedang menunggu ayunan bandul nasib bergerak ke arah sebaliknya. Sayangnya mereka tak cukup punya daya untuk melakukannya.

    Dibaca : 726 kali

    Banyak orang yang ada di daerah pinggiran mendambakan masuknya listrik ke rumah mereka. Namun penghalang terbesar adalah biaya pemasangan jaringan baru yang membebani. Bagi orang-orang mampu, sejumlah uang untuk pemasangan jaringan listrik itu memang tidak seberapa. Tapi bagi mereka yang tinggal di daerah pinggiran, jumlah tersebut sangatlah besar.

    Kelompok masyarakat ini dalam istilah statistik disebut sebagai Keluarga Pra Sejahtera. Mereka golongan yang tidak mampu. Kerja pagi untuk makan malam. Bekerja sekuat tenaga demi mencukupi kebutuhan dasar mereka sebagai manusia.

    Ini mungkin terdengar hiperbolis, tapi untuk mereka yang tinggal di daerah terpencil dengan segala keterbatasannya, fakta seperti itu adalah keseharian mereka. Sesuatu yang mereka jalani sejak lahir sampai sekarang. Bandul nasib mereka enggan bergerak ke arah sebaliknya.

    Namun kelompok masyarakat di daerah pinggiran itu tak pernah menyerah. Rasa cinta mereka terhadap tanah air tidak pernah surut. Keinginan untuk lebih baik pasti ada. Tapi mereka tak ingin menghardik siapapun, termasuk nasib. Selama itu pula mereka menjalani hidup dalam kepasrahan.

    Negara atau dalam hal ini pemerintah, sebenarnya sudah menunjukkan itikad baik. Percepatan elektrifikasi terus digenjot. Untuk daerah yang sangat sulit dijangkau diberikan Lampu Tenaga Surya Hemat Energi, juga teknologi lain agar mereka segera menikmati listrik. Faktor geografi dan ekonomi tidak boleh jadi penghalang. Bagaimanapun, mereka adalah bagian dari sejarah berdirinya bangsa ini.

    Terkadang, jaringan listrik sudah masuk ke suatu daerah, tapi tetap saja banyak orang yang belum mampu menyambungkan listrik itu ke rumah mereka. Karena mereka tak punya biaya. Untuk menanggulangi kasus seperti inilah, peran para dermawan sangat dibutuhkan.

    Harus ada yang mengulurkan tangan kepada mereka. Sebab untuk makan sehari-hari saja sudah cukup memberatkan, apalagi untuk membayar biaya sambungan listrik. Itu sama saja seperti pungguk yang merindukan bulan. Bagi orang kebanyakan mungkin itu sangat sepele, tapi bagi orang-orang seperti mereka, itu adalah keajaiban luar biasa.

    PLN mengambil inisiatif untuk mengulurkan tangan. Memang bukan tanggung jawab PLN untuk menanggung biaya penyambungan listrik itu. Sebagai perusahaan, tugas mereka adalah memastikan pasokan listrik ajeg dan andal. Tapi atas nama kemanusiaan, ada tugas lain yang tak tertulis. Kewajiban untuk menghadirkan keadilan sosial secara merata. Ini adalah tugas seluruh komponen bangsa.

    Sebelumnya, PLN telah menggelar kegiatan PLN Virtual Charity Run and Ride (VCRR) 2020. Ini adalah acara amal yang dilakukan PLN dengan cara mengadakan ajang lari dan bersepeda yang dilakukan sejak 16 Oktober hingga 1 November 2020 lalu. Karena diselenggarakan secara virtual, maka ajang tersebut dapat dilakukan di mana saja di seluruh Nusantara.

    Setiap kilometer yang dihasilkan dari ajang lari itu kemudian dikonversikan senilai Rp40.000, sementara bersepeda Rp35.000. Uang tersebut digunakan untuk biaya penyambungan listrik masyarakat yang tidak mampu.

    Dan untuk kesekian kalinya, penyaluran donasi dari PLN VCCR 2020 kembali disalurkan. Kali ini, PLN menyambungkan listrik gratis bagi 2.635 Keluarga Pra Sejahtera senilai Rp 1.9 Miliar. Jumlah donasi itu diberikan untuk masyarakat di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Papua dan Papua Barat.

    “Gerak bersama ini menjadi energi optimisme bagi PLN untuk terus menerangi nusantara. Peserta sudah menyelesaikan larinya, kini kami terus lakukan penyambungan listrik," kata Executive Vice President Corporate Communication and CSR PLN, Agung Murdifi, sebagaimana dikutip Republika, Minggu, 29 November 2020.

    Sebelum penyambungan gratis di NTT, Papua dan Papua Barat, penyambungan gratis yang sama juga telah dilakukan di Aceh, Sumatera Utara, Riau dan Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Banten dan Jawa Tengah.

    Kabar baik seperti ini tentu melegakan. Dorongan kemanusiaan untuk menolong saudara sebangsa sudah semestinya harus terus ditumbuhkan. Sebab orang-orang itu sedang menunggu ayunan bandul nasib bergerak ke arah sebaliknya. Sayangnya mereka tak cukup punya daya untuk melakukannya.

    Dengan uluran tangan para dermawan, mereka bukan hanya deret angka statistik lagi. Tapi telah menemukan momentum baru untuk berlari lebih cepat. Sebab listrik adalah salah satu sumber utama munculnya keajaiban lain. Orang-orang itu akan memasuki dimensi peradaban baru, yang memungkinkan mereka untuk lebih kreatif, berdaya saing, dan memiliki kesempatan yang lebih lapang.

     



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.