SKK Migas Menangkal Resiko - Analisis - www.indonesiana.id
x

Budi Susanto

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 23 Januari 2020

Selasa, 8 Desember 2020 05:45 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • SKK Migas Menangkal Resiko


    Dibaca : 707 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Target tercapainya produksi migas Indonesia 1 juta barel per hari (BoPD) tahun 2030, bukan perkara mudah merealisasikannya. Sudah diketahui bisnis di industri hulu migas itu terkenal dengan high cost (berbiaya besar), high risk (berisiko besar) dan high tech (berteknologi canggih).

    Tapi dapat saja terwujud. Seperti telah dicanangkan SKK Migas.

    Khususnya soal risiko yang akan dihadapi SKK Migas, bukan lantas menyerah pada keadaan. Langsung merasa pesimis, khawatir, dengan potensi risiko yang ada dalam industri hulu migas.

    Untungnya Indonesia punya SKK Migas yang hebat. Yang bekerja dengan cara. Sikap optimis. Metode. Untuk mengatasi potensi risiko mencapai produksi migas 1 juta BoPD. Dengan begitu siap untuk menangkal risiko yang dapat saja terjadi dalam menuju produksi migas 1 juta barel per hari.

    Ada solusinya.

    Caranya tad: dengan mewujudkan tata kelola industri hulu migas yang baik. Good governance. Sehingga segala potensi risiko bakal dapat diantisipasi. Sebab bisnis pengelolaan hulu migas di Indonesia dikenal sangat baik.

    Dan investor (KKKS) merasa yakin berinvestasi di Indonesia sangat aman. Tidak ada peluang bakal merugi. Dengan begitu bakal tumbuh semangat kerja KKKS menyokong Indonesia mencapai targetnya tahun 2030 yakni produksi migas 1 juta BoPD.

    SKK Migas sungguh jitu menyiapkan langkah preventif terhadap segala potensi risiko di industri hulu migas nasional. Juga membuat KKKS sebagai investor merasa nyaman dalam berbisnis. Tata kelola industri hulu migas mencakup segala aspek. Agar jadi benteng mengadang potensi risiko bisnis. Mulai dari pengawasan, audit keuangan internal, manajerial risiko, hingga compliace, semua disusun SKK Migas secara baik agar punya nilai standar yang layak untuk berbisnis hulu migas.

    SKK Migas memegang peranan itu semua agar kinerja industri hulu migas sesuai performa terbaiknya untuk mencapai target. Kiranya jika mencermati upaya SKK Migas tersebut memberikan keyakinan besar bahwa target produksi migas 1 juta BoPD tahun 2030 dapat terwujud. Sebab, SKK Migas punya penangkal risiko penghambatnya.*

     

    Ikuti tulisan menarik Budi Susanto lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.